Chapter 22 - The Dark Forces

527 38 10
                                        


"Cyclonus," panggil Megatron melalui Commlink, "Misi mu kali ini adalah membunuh dia."

"Bolehkah aku bertanya kenapa harus dia, Tuan ku?"

"Optimus dan Ultra Magnus adalah dua murid dari Alpha Trion yang dilatih untuk menjadi seorang Prime. Bunuh setiap kandidat Prime untuk menghancurkan seluruh komando Autobot," tegasnya dengan tenang. "Optimus akan mati hari ini. Dihadapan Monstructor dia hanyalah serangga pengganggu," ia menegaskan lagi.

"Aku Cyclonus Sang Prajurit siap untuk melaksanakan perintah Anda, Tuan ku."

***

Sementara itu Optimus memimpin Knight Temenos untuk mengalihkan perhatian Monstructor dari armada utama. Jetfire mendampinginya mengingat hanya ia yang mempunyai skill sebagai penerbang—selain Drift. Berulang kali mereka harus menembakkan suar yang menyakitkan saat dilihat dengan mata biasa. Ini membuat Monstructor murka.

Ia pun menembakkan tembakan secara acak sembari mengayunkan tangannya seperti orang gila. Optimus menghindar dan dilindungi oleh Jetfire dengan suar yang lain. Sebagai balasan, Optimus melemparkan granat yang kuat, ia arahkan pada optiknya. Monstructor berteriak, dan lambaian tangannya mengenai bagian kapal. Knight Temenos oleng untuk beberapa saat. Crosshairs dan Hound adalah pilot yang buruk.

"Wheeljack, Mirage," teriak Ultra Magnus melalui Commlink saat mengetahui situasi sangat tidak menuntungkan. "Gantikan Crosshairs dan Hound," perintahnya.

"Lalu kami harus apa?" Teriak Hound.

"Aku butuh kalian untuk mengamankan jalur pendaratan mereka," kata Ultra Magnus.

"Aight, boss!" kata Hound.

"Pekerjaan kotor lagi huh," komentar Crosshairs.

Tak lama kemudian Mirage dan Wheeljack datang dan mereka langsung berganti posisi. Crosshairs dan Hound sudah akan meninggalkan kapal sampai saat vehicons datang dan memblokade jalan. Hound dan Crosshairs mau tak mau harus menghadapi mereka yang jumlahnya puluhan. Armada Decepticon sungguh menggila, dan Cyclonus memimpin mereka bersamaan dengan Knockout.

"Uh, boss, mereka masuk kedalam Knight Temenos," lapor Hound.

Mereka mendengar sang Second in command menghela nafas kesal. "Fight them until to the very end," kata Ultra Magnus.

"Well, well," kata Cyclonus, "ku kira kapal ini tanpa awak." Ia menggerutu seraya menatap tajam. Tanduknya berkilau.

"Kau...Cyc...Cyclonus..." kata Hound melangkah mundur.

"Hound..ya?" Cyclonus berkata. Ia ingat bot yang hampir meledakkan sparknya saat pertempuran di China. "Ah...sayangnya aku tidak mencarimu. Dimana Ultra Magnus?"

"Dimana dia bukan urusanmu, kambing," kata Crosshairs. Ia melepaskan tembakan namun ditangkis dengan lengannya. Peluru itu tak menembus Cyclonus sama sekali.

"Oh, frag!" Crosshairs menjadi sedikit ngeri.

Ia berdecak kecil seakan merendahkan serangan dari Hound dan Crosshairs. Ia menyeringai dengan penuh raut yang mengerikan. "Sebaiknya kalian minggir," ujarnya lagi, masih dengan tenang.

"Tidak semudah itu, Cyc," ujar Crosshairs. Si sniper jitu ini tampaknya bergantung pada Hound.

Cyclonus pun melepaskan hembusan nafas kesal. Ia menarik pedang dari punggungnya dan menunjukkannya kepada Hound maupun Crosshairs. Keduanya bukanlah petarung jarak dekat yang handal. "Knockout ambil alih kapal. Aku akan mengatasi kecoa-kecoa yang menjijikkan ini," ujarnya.

"Baiklah. Jangan sampai kalah," kata Knockout.

Tidak semudah itu. Cyclonus adalah Sang Prajurit dari pasukan Galvatron. Ia kuat dan mematikan. Hound dan Crosshairs pun takkan mampu untuk melawan sosok ini, diketahui ia punya kemampuan bertarung yang tak bisa diremehkan. Bukan tanpa alasan ia dinobatkan sebagai Sang Prajurit. Juga tak terhitung berapa jumlah autobot yang tewas akibat gorokan pedangnya.

Transformers: Dance with The DragonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang