"That's impossible!" Seseorang berteriak. "Kau tidak bisa membiarkan manusia masuk kedalam Cybertron! Tidak saat planet kita diambang kehancuran! Kita tidak tahu jebakan apa yang terpasang disana!"
Itu adalah teriakan tidak terima yang dilayangkan Hound kepada Ratchet. Well, bukan salah Ratchet sebenarnya. Ia hanya mengatakan apa yang sebenarnya. Tentu ia tahu keadaan Cybertron sekarang akan terlalu berbahaya untuk dimasuki manusia.
"Apa kita tampak punya banyak pilihan?!" Ratcher menjawab dengan nada tinggi.
Ya, Cybertron bisa menopang hidup dan memiliki air serta sumber kehidupan seperti Bumi. Tetapi apa yang terbaring disana yang mengerikan. Bisa saja sesuatu yang lebih mengerikan daripada Megatron maupun Quintessa berada disana. Terlebih dengan absennya seorang pemimpin membuat kekacauan terjadi. Itulah kenapa Quintessa mengambil alih Cybertron.
"Meski kita ingin pergi, kita tidak punya kapal luar angkasa. Swoop bisa mengantar Alissa disana, tetapi itu akan memakan banyak waktu," katanya. Jazz dengan bijak memotong perkelahian itu.
"Ada kapal atau tidak, aku tetap akan pergi," katanya. "Grimlock!" Alissa memanggil Grimlock untuk memberitahu keberadaan Swoop. Ia masuk kedalam lubang tempat tinggal mereka.
"Alissa, jangan gegabah!" Mikaela mencegahnya pergi.
"Mikaela benar. Ini bukan perjalanan antar kota, Alissa. Kau juga membutuhkan baju space suit," kata Sideswipe.
"Manusia tidak akan tahan satu menit pun di angkasa," kata Crosshairs diiringi gelak tawa.
"Kau kasar sekali pada perempuan, Crosshairs!" Kata Hound.
"Aku tidak kasar. Aku mengatakan yang sebenarnya."
"Kenapa tidak kau saja?" Hound belum terlihat puas dengan perdebatan mereka.
"Tidak, tidak. Aku akan tetap disini dan menonton," tambahnya.
Smokescreen tergugah saat mendengar perkataan Crosshairs. "Itu karena kau hanya peduli pada dirimu sendiri," kata si bot muda kepada the Lone Sniper ini.
"Kau pikir, kau sudah hebat, punk?" Crosshairs bangkit tidak terima. Ia mendorong Smokescreen.
"Setidaknya aku berguna," kata Smokey. Ia membalas Crosshairs. Servo sudah di leher Crosshairs, siap membanting si hijau.
Ratchet mengerang kesal dan Ultra Magnus terganggu. Ia ikut berdiri dan melerai paksa mereka berdua.
Alissa menghentikan langkahnya. Ia menunduk kesal disertai malu atas dirinya sendiri. Apa yang dikatakan mereka benar. Alissa kadang bertindak tanpa berpikir dan membuat dirinya dalam kesulitan. Rasa percaya diri akan kemampuan yang dimiliki membuat hidungnya melambung tinggi diatas angin. Dan ketika ia terjatuh, hantaman keras baru akan membuat dirinya sadar.
Harus berapa kali Alissa harus ditampar terlebih dahulu sebelum ia sadar?
Tapi bukankah ia mempunyai alasan atas semua perbuatannya?
Ya! Dia punya alasan. Tapi, apakah 'punya alasan' bisa dijadikan alasan logis untuk bertindak gegabah?
Jawabannya adalah tidak. Dengan alasan apapun bertindak gegabah bukan hal yang baik untuk menyelesaikan masalah apalagi mengambil keputusan. Terutama dalam peperangan seperti ini. Setiap langkah harus dipertimbangkan atau sesuatu yang besar akan terlewat.
"Aku minta maaf. Aku selalu gegabah," katanya.
Ia menunduk didepan Ultra Magnus. Ia tahu dirinya tak pernah mengindahkan perintah Ultra Magnus meski di percakapan sebelumnya dia telah sepakat untuk mematuhi komando. Alissa tidak bisa berpikir jernih, tetapi ia sadar akan perkataannya. Untuk saat ini, bisa dibilang Alissa sedang tidak stabil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transformers: Dance with The Dragon
Hayran Kurgu[[Sekuel dari Tears of the Dragon ]] Lima tahun setelah Optimus meninggalkan Bumi, keadaan tidak semakin baik. Kapal-kapal Decepticon berdatangan, pasukan anti-Cybertron terus memburu. Kini, alam semesta kembali memanggil Alissa untuk memenuhi takdi...
