Pagi telah datang membawa harapan baru. Matahari terbit dari ufuk timur memberikan senyum hangat. Sinar menyilaukan menjilat wajah Alissa yang tertidur didalam mobil limosin yang telah rusak berselimut tipis. Udara dingin berganti, paparan mentari pagi menggugah Alissa untuk membuka matanya.
Hal pertama yang dilihat adalah Mini-Dino--Tyrannosaurus kecil menduselkan dirinya kedalam pelukan Alissa. Mungkin mentari sudah mulai menghangat, tetapi nampaknya bagi mini-Dino masih terasa dingin. Alissa menyadarkan dirinya dan merengkuh Dino kedalam dekapannya. Alissa masih belum ingin bangun.
"Sial, Grimlock! Kita adalah tamu di daerah ini!"
Ini masih pagi dan Cade sudah membuat keributan. Alissa mengerang kesal karena hampir saja ia menyambung mimpinya yang terpotong. Kini ia sudah benar-benar terbangun dengan mood yang jelek. Sebaiknya Cade punya alasan baik untuk keributan pagi ini.
"Cade, itulah yang kau dapatkan karena membawa si kuning sialan ini!" Suara Crosahairs mulai menyusul. Ada apa sebenarnya, kenapa semua orang mencoba saling membunuh?
"Kau butuh pemimpin di luar sana. Seperti Ultra Magnus atau diriku!" Kata Crosshairs lagi. Ia tidak begitu menyukai Bumblebee.
"Diam. Sebelum aku melakukan beberapa kerusakan!" Bumblebee membalas. "Kau tidak akan bisa lolos!"
"Kau tidak akan pernah menjadi Optimus Prime!"
"Kau terlalu banyak bicara!"
Bumblebee menyerang Crosshairs lebih dahulu. Kini mereka bergulat seperti John Cena melawan Roman Reign. Alissa menghempaskan selimut lalu keluar dari 'bilik' pribadinya. Mini Dino mencoba menahan Alissa untuk tetap di zona nyaman. Tidak akan berhasil jika Alissa telah merasa jengkel.
"Hei hei! Ada apa ini?" Alissa berteriak menuntut penjelasan pada Crosshairs maupun Bumblebee. Mereka terlalu sibuk bertengkar untuk tahu apa yang terjadi. Prowl dan Jazz hanya duduk memandang mereka. Cliffjumper sedang bersama Mikaela untuk dibersihkan.
"Prowl, lakukan sesuatu!" Alissa menggertak.
"Tidak. Aku terlalu sibuk untuk melakukannya," ia menjawab dengan datar.
Alissa mendesah. Ia menatap Jazz yang masih memainkan musik RnB. Bukan musik yang disukai Alissa, tetapi cukup untuk membuat hari ini sedikit berwarna. Jazz, melihat pandangan penuh Alissa. Ia membuang wajah secara canggung untuk menghindari kontak mata. Sementara itu Ultra Magnus dan Wheeljack tidak disini dan Smokescreen tampak menikmati kekacauan.
Hound dan Drift datang membawa stok energon. Alissa mencegatnya dengan kedua tangan menyilang. Masih pagi dan wajah Alissa lebih kusut dari kain katun yang tak pernah disetrika. Kakinya menepuk Bumi sampai berbunyi tap tap tap.
"Sebaiknya kalian membantuku menghentikan kekacauan ini. Sudah cukup pagi ku rusak gara-gara pak tua Cade," kata Alissa.
"Alissa, tersenyumlah. Alam sedang memanjakan kita," kata Drift. Ia berbicara hal tidak masuk akal lagi. Sudah biasa.
"Biarkan saja, Alissa. Salah satu pasti berakhir dengan kepala terpisah. Aku memasang taruhan Bumblebee menang," kata Hound.
"Aku, Crosshairs." Smokey menyahut.
"Meski belum pantas disebut Warrior, aku akan memasang taruhan kepada Bumblebee," tegas Drift dengan tenang.
Alissa mengusap wajahnya. "Sungguh, kalian juga?" Ia mengerang dan meninggalkan mereka berdua. Kini Alissa hanya ingin makan sesuatu sebelum amarahnya semakin melunjak. Sebaiknya masih ada sisa makanan di kulkas. Seraya menjauh, ia masih mendengung seperti lebah.
"Dimana Ultra Magnus saat semua kacau?! Demi Apapun! Aku bahkan tidak dibayar untuk ini!"
Bahkan Ratchet juga sedang tidak bisa diganggu. Astaga kenapa semua orang tiba-tiba menjadi sibuk. Sekarang, ia hanya ingin mandi. Ia belum mandi sejak kekacauan di Chicago kemarin. Kini badannya tak hanya bau asam tapi juga lengket. Astaga, menggelikan sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transformers: Dance with The Dragon
Fanfiction[[Sekuel dari Tears of the Dragon ]] Lima tahun setelah Optimus meninggalkan Bumi, keadaan tidak semakin baik. Kapal-kapal Decepticon berdatangan, pasukan anti-Cybertron terus memburu. Kini, alam semesta kembali memanggil Alissa untuk memenuhi takdi...
