Chapter 13 - Omega Zero

528 47 18
                                        

Sesak dan ketat.

Itu adalah dua hal pertama yang dirasakan Alissa ketika mengenakan space combat suit yang didesain KSI dan NASA. Pakaian itu terbuat sepenuhnya dari logam sebagaimana pakaian tempur Iron Man tidak seperti pakaian astronot pada umumnya. Karena seperti namanya Space Combat Suit (SCS) Erik ZX, dibuat untuk perjalanan luar angkasa.

Perang yang terjadi di Bumi selama beberapa tahun terakhir mengajarkan manusia untuk melangkah lebih jauh. Hubungan mereka dengan para makhluk Cybertron ini pula membuat manusia menyadari jika tak menutup kemungkinan adanya makhluk selain para robot itu. Maka untuk memulai langkah dimulailah dengan menciptakan pakaian zirah luar angkasa. Meski sebenarnya SCS Erik ZX masih dalam tahap pengembangan.

Alissa lebih merasa Erik ZX seperti suit Kal Wardin di game N.O.V.A. Ditambah warna biru menyala didada, dan oxygen counter di pergelangan tangannya. Helm-nya portable, dapat dilepas dengan cara menekan salah tombol berwarna hijau dengan gambar kacamata. Terdapat celah disetiap bagian tubuh setelan itu, yang diketahui sebagai pipa oksigen.

Dibagian jantung dan lengan terdapat lambang NASA dan bendera Amerika terbuat dari cat khusus. Jika setelan ini milik Alissa, ia akan menambahkan lambang Autobot. Pakaian ini seperti dalam game, maka ia bisa berkelana bahkan menjelajah luar angkasa. Ia benar-benar merasa seperti kapten Kal Wardin dan Drift adalah Prometheus-nya.

"Kau tunggu disini. Aku akan memastikan lambung 2 kosong jadi Reeve--"

"Drift"

"--Drift bisa masuk. Tapi aku tak menyarankan ia bertransformasi selama didalam roket," Peter berkata sambil berlalu.

"Kenapa?" Alissa berteriak.

"Karena tidak muat!"

Gadis itu hanya tertawa kecil. Peter meninggalkan Alissa disana didekat sebuah meja. Disana terdapat beberapa benda yang sebelumnya sudah ia minta, atas permintaan dari Drift. Diatas meja baja itu berjajar beberapa senjata berkaliber tinggi, kemudian pedang energonnya dan sebuah tas selempang berlogo NASA. Tak jauh dari sana terdapat Vector Sigma key.

"Aku sebenarnya ingin ikut. Laurent bilang roket itu muat untuk tiga orang," kata seseorang disamping Alissa.

Alissa menoleh dan menyadari siapa yang datang. "Oh, pak Menteri!" Gadis itu menekan tombol hijau. Udara keluar dari helm itu, dan Alissa melepasnya. "Aku akan senang jika Anda ikut tapi aku tak yakin itu ide yang bagus," sambung si gadis.

Pak Menteri terkekeh. "Benar," katanya. Pak Menteri memandang langit dan melihat kearah bulan. "Harus diakui jika untuk mencarimu cukup merepotkan."

Gadis itu tertawa kecil. "Terima kasih, sir. Itu membuatku merasa keren," tangkasnya sembari menggaruk kepalanya.

"Jadi apa rencananya?"

"Aku hanya harus ke Vector Sigma untuk mendapatkan ingatan Optims kembali. Setelah itu kembali ke Bumi. Tidak akan semudah kelihatannya, tapi lebih baik mati mencoba," kata gadis itu dengan senyuman tipis.

"Caranya?"

Alissa mengangkat sebuah benda seperti remote. "Dengan benda ini. Aku tak tahu bagaimana mereka akan memandu ku dari jauh," jelasnya. Ia menunjuk para Autobot.

"Kau siap?" Joshua datang sendiri setelah mengecek persiapan mesin.

"Sedikit lagi," katanya.

Tangan kanannya membuka resleting tas tersebut lalu mulai memasukkan kunci itu kedalam tas. Didalam terdapat sebuah tempat khusus yang biasanya digunakan untuk tempat laptop. Vector Sigma key itu diletakannya disana dan ia pastikan pengamannya berfungsi dengan baik.

Transformers: Dance with The DragonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang