Ini masih sore. Alissa tampak masih tertidur di tempat yang sama. Rasa kantuknya begitu berat, dan dirinya masih terjerat dialam mimpi. Alissa malah berguling dan menutup kepalanya dengan jaket yang tanpa sadar sudah ia lepas. Cade tampaknya sudah tiba beberapa saat setelah Alissa tertidur. Ia kembali bersama Hound dan Bumblebee.
Mikaela menyambutnya bersama dengan Crosshairs. Tentu mereka mencemaskan Cade karena hampir sejak kemarin sore ia belum kembali. Mungkin ia berpatroli mendeteksi keberadaan kedatangan Autobot disekitar kota Chicago. Ia seperti biasa kembali dengan beberapa barang yang bisa ia gunakan. Cade kini tak hanya sebagai tim pelindung Autobot, tapi juga merancang senjatanya sendiri. Meski beberapa kali berbisnis gelap dengan orang-orang kenalannya di KSI.
Cade turun dari jeepnya. Ia masuk kedalam humvee tua yang sudah ia modifikasi sebagai tempat tinggal. Ia membuka kulkas dan melihat stok sudah penuh. Ia mengambil satu botol bir sebelum menyadari Crosshairs sudah didekatnya.
"Apa yang kalian dapatkan?" Crosshairs bertanya. Ini tidak hanya pada Cade tapi juga pada Hound.
"Tidak banyak. Aku melihat beberapa kapal Decepticon yang sudah rusak dan ditinggalkan," jawabnya. "Mereka terus berdatangan tapi tak satu pun sekutu dari kita."
"Mungkin mereka di Kuba. Ku dengar disana Autobot dibiarkan berjemur di pantai dan berkeliling dengan bebas," kata Mikaela.
"TRF dimana-mana. Tidak mungkin bisa pergi dengan mudah," katanya.
Berbicara mengenai Kuba dan Transformers, memang benar. Castro membiarkan Transfomers hidup dengan aman dan tentram terutama Autobot. Mungkin beberapa Autobot dan sekutunya bersembunyi disana sampai waktu benar-benar aman. Tetapi bagi Alissa dan kawan-kawannya, tidak ada tempat untuk berlindung dan tak ada tempat untuk dituju.
Optimus Prime pergi mencari Creator. Banyak yang menyatakan jika ia tidak akan pernah kembali. Dan Megatron, musuh bebuyutannya untuk sementara dinyatakan lenyap bersama dengan hilangnya Optimus. Tetapi, apakah artinya dunia tanpa seorang pemimpin? Maka kekacauan terjadi dimana-mana. Manusia berperang melawan mesin, Transformers dan pendukungnya dinyatakan sebagai ancaman terbesar Bumi. Kecuali di Kuba, tentu saja.
Tapi robot-robot ini terus berdatangan. Setiap hari, mereka berdatangan tanpa akhir. Bahkan terlalu banyak untuk dihitung baik di pihak Autobot maupun Decepticon. Sebagian dari mereka telah dihancurkan oleh Transformers Reaction Force, dan sebagian bertahan hidup dibalik reruntuhan-reruntuhan. Ini bahkan lebih buruk daripada jaman Cemetery Wind.
Kita melihat ke angkasa dan bertanya-tanya. Berapa lama sisa waktu kita? 100 miliar triliun planet di alam semesta, dan mereka memilih bumi. Pertanyaan sederhananya adalah, kenapa? Ada apa dengan Bumi? Apa yang membuat Bumi begitu istimewa?
Kita terlalu muda untuk tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sederhana itu. Pikiran sempit kita masih belum siap menerima jawaban yang akan meledakkan pengetahuan dan sudut pandang kecil yang kita miliki. Bahkan alasan untuk hidup, masih menjadi suatu retorika dalan setiap individu.
Apakah kita begitu berbeda?
"Setelah ini semua selesai, aku akan menetap di Hawaii dan hidup dengan normal," kata Mikaela lagi.
"Kita belum tentu hidup untuk melihat hari esok," kata Ratchet. Well, itu realistis sekali.
"Look ahead and hold on tight. Hope for the best and expect the worst," Suara Drift muncul secara tiba-tiba. Ia tanpa sadar membangunkan Alissa setelah tidur selama dua jam.
"Hanya dengan bersama-sama kita bisa bertahan. Mati hari ini atau besok, disini atau disana, apa bedanya?" Kata Ultra Magnus. Ia menarik nafas panjang lalu menebar pandangan. "Yang berarti adalah apa yang kita lakukan dengan semangat yang gigih. Hari ini boleh kita mati, tapi semangat perjuangan akan selalu hidup melewati berbagai generasi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Transformers: Dance with The Dragon
Fanfiction[[Sekuel dari Tears of the Dragon ]] Lima tahun setelah Optimus meninggalkan Bumi, keadaan tidak semakin baik. Kapal-kapal Decepticon berdatangan, pasukan anti-Cybertron terus memburu. Kini, alam semesta kembali memanggil Alissa untuk memenuhi takdi...
