Baru-baru ini, istana Huan Hua sedang gempar. Tiga ribu harem Luo Binghe berhamburan keluar dari istana hanya untuk menyaksikan suami mereka berdebat dengan sekelompok orang yang mereka kenali.
Pemimpin puncak Cang Qiong datang.
Di atas panggung yang besar dengan diameter yang cukup luas, dan lebar, pemimpin puncak An Ding, Shang Qing Hua. Pemimpin puncak Qiongding, Yue QingYuan, Pemimpin puncak Bai Zhan, Liu Qingge, pemimpin puncak Xian Shu, Qi Qingqi, dan pemimpin puncak Qian Cao, Mu Qingfang berbaris rapi.
Ketika bisikan-bisikan itu menguar di udara, sosok tegap Luo Binghe menuruni satu persatu anak tangga yang berjumlah terlalu banyak, seperti haremnya.
Jubah hitamnya melayang seperti kain selendang tipis yang tertiup angin kencang, rambutnya yang hitam legam seolah menari dan terbang seperti kertas layang-layang di langit, di pinggangnya, giok sewarna hijau zamrud mempertegas bahwa dia adalah penguasa di sini.
Menghadapi pemimpin puncak, Luo Binghe tidak panik. Wajahnya yang tegas, senyumnya yang licik terkesan cukup tenang dipermukaan.
Memandang kelima master puncak, Luo Binghe mau tidak mau meremehkan mereka semua. Bibirnya berkedut mencibir ke lima master puncak.
"Istanaku bukan tempat wisata yang bisa kalian kunjungi." Suara rendah Luo Binghe mengalun ditelinga mereka, termasuk tiga ribu haremnya yang sedang menonton. Mereka nampak menonton sebuah opera China yang diadakan di alun-alun kota.
Liu Qingge mengepalkan tangannya. Urat di dahinya nampak jelas menyiratkan bahwa pria itu sedang dalam emosi tinggi.
"Bocah iblis! Kembalikan Shen Qingqiu." Melupakan sopan santun, Liu Qingge langsung ke inti permasalahan. Liu Qingge bukanlah pria yang suka bertele-tele. Dia lebih suka berbicara langsung tepat pada intinya.
Sudut bibir luo Binghe tertekuk membentuk seringai, "heh. Apa pemimpin puncak Bai Zhan ini ingin mengambil istri orang? Tch, betapa tidak tahu malu."
Alis Liu Qingge merajut dalam kemarahan, "Bocah Iblis! Kau berani menikahi adikku dan sekarang kau juga berani menjadikan Shen Qingqiu sebagai selirmu?! Betapa rendahnya!"
Luo Binghe menaikkan sebelah alisnya, sementara bibirnya sudah melengkung seperti bulan sabit.
"Liu Qingge, ingatlah, istriku adalah kakak seperguruanmu, tidak pantas bagimu menyebut namanya secara langsung. Kau tidak mengerti itu?"
"Hmph! Iblis kecil, aku adalah shishu-mu, dan begini sikapmu terhadap orang yang lebih tua darimu?"
Cuping telinga Luo Binghe berkedut. Seketika, tawa mengejek Luo Binghe keluar.
"Apa? Kau anggap dirimu apa? Shishu? Baik. Biarkan aku bertanya. Ketika aku menjadi murid puncak Qing Jing, pernahkah Shen Qingqiu memperlakukan aku seperti murid yang seharusnya? Aku bahkan dianggap binatang oleh Shen Qingqiu, lalu mengapa aku harus menganggap dirimu seorang shishu? Jika kau mau dianggap begitu, katakan pada dirimu sendiri kalau kau adalah anjing, maka aku akan mempertimbangkannya."
Liu Qingge meledak dalam amarah, "iblis kecil! Apa kau tidak ingat bagaimana Shen Qingqiu rela menderita racun tanpa Penawar demi menyelamatkan nyawamu?! Murid yang tidak tahu terimakasih!"
Wajah Luo Binghe menggelap. Tentu dia ingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Ketika bawahan Sha Hua Ling hendak membunuhnya, Shen Qingqiu menghalanginya hingga dia terkena racun yang tidak memiliki penawar.
Sebelum kata-kata Luo Binghe keluar, suara centil dari seorang perempuan lebih dulu menyela.
"Hmph! Itu mungkin salah satu taktik penatua Shen untuk menaikkan reputasinya. Siapa yang tahu? Sekarang, para master puncak menyalahkan bawahanku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Bamboo Forest | Hiatus
FanfictionShen Qingqiu. Tokoh antagonis yang dipaksa menikah dan dijadikan selir yang ke 3001 oleh Luo Binghe, pemimpin klan iblis sekaligus protagonis terkuat. Shen Qingqiu masih bisa bertahan kala penyiksaan yang dilakukannya pada BingHe di masa lalu terul...
