Selir Shen sedang mengandung anak Lord Luo.
Sebuah informasi yang membuat seluruh penghuni istana gempar, tak terkecuali Ning YingYing dan Liu Mingyan. Ketika informasi itu menyebar dari mulut ke mulut dengan cepat seperti hembusan angin, seluruh selir yang saat itu sedang bersantai langsung tersentak. Selir yang sedang tertidur langsung terbangun. Selir yang sedang meneguk teh langsung tersedak, selir yang sedang berendam langsung tenggelam ke dalam air, dan selir yang sedang bergosip semakin senang bergosip bahkan sedikit melebih-lebihkan berita itu.
Seperti di guncang oleh langit, semua selir berlari, berbondong-bondong mendatangi rumah bambu penatua Shen.
"Uuhhh? Sebenarnya apa yang terjadi kepada pelayan ini? Mereka seperti melihat barang diskonan!" Ucap salah satu pelayan pria yang membawa senampan buah-buahan segar. Melihat semua selir begitu asik berlari sambil berteriak histeris, dia tercengang.
Pelayan lain menjawab, "kau tahu apa?! Seorang wanita bukan hanya menyukai barang diskonan, tapi dia lebih suka melihat pria tampan yang sedang mengandung."
"Benarkah begitu? Aku baru tahu." Pelayan itu menggaruk tengkuknya. Melihat selir yang begitu bersemangat berlarian bagai di kejar penagih hutang, dia hanya takut selir-selir itu sedang kerasukan atau semacamnya.
"Sudahlah, lebih baik kita pergi sekarang."
Di ruang perpustakaan pribadi Liu Mingyan, gadis itu sedang bersuka cita dengan karyanya yang baru-baru ini laris terjual di pasaran. Gadis itu masih asik sendiri, duduk sambil menulis seri kedua dari buku Ressenment Of Chunsan.
Ketika tahu bahwa penatua Shen mengandung, imajinasinya bangkit dengan liar. Segera setelah itu dia membubuhkan cerita itu kedalamnya, dengan sedikit karangan jika pria bisa hamil karena meminum pil YuanYang.
Sibuk dengan tulisannya sendiri, dia tidak sadar jika atap perpustakaan menjatuhkan debu seperti hujan. Bukunya menjadi kotor, tetapi dia meniupnya dengan cepat. Setelah itu dia mendongak, naas, debu itu masuk ke matanya.
Tanah tempatnya berpijak mulai bergetar. Pelayan yang dia perintahkan untuk merapikan berbagai jenis buku mulai cemas. Dalam hati mereka merasa was-was dan selalu mengucapkan doa. Ketika tanah dan atap mulai berguncang dengan hebat, pelayan wanita itu berteriak, "GEMPA BUMI! AAH GEMPA BUMI!! TOLONG!! ADA GEMPA BUMI!!"
Ketiga pelayan itu kemudian spontan menarik Liu Mingyan dan bergegas keluar.
"Nyonya! Di dalam tidak aman! Ayo keluar!" Tetapi guncangan itu semakin kuat.
"Tidak ada waktu untuk keluar! Sembunyi di bawah meja, cepat!" Kata Pelayan wanita itu.
Liu Mingyan merasa jengkel tapi sebagai balasan dia memutar matanya. Kedua pelayan wanita mendesaknya agar sembunyi di bawah meja. Liu Mingyan menarik pergelangan tangan kedua pelayan dan PA! Tubuh kedua pelayan itu saling menghantam satu sama lain.
"Gempa apa? Itu bukan gempa!"
"Lantas, itu apa Nyonya?"
"Lihat keluar."
Benar saja. Ketika ketiga pelayan itu keluar, mereka tercengang. Yang mereka saksikan adalah para selir yang berlari dengan kencang dari lantai atas. Menginjak tangga dengan kuat, bahkan saling mendorong. Mereka melupakan martabat sebagai seorang putri bangsawan.
"Ada apa ini? Apakah akan kiamat!"
Temannya memukul kepala bagian belakang temannya yang lain.
"Kiamat apa?! Apa otakmu sudah hilang karena terlalu terbawa suasana ketika membaca buku nyonya?!"
"Hei! Jangan sembarangan memukul, aku bisa jadi bodoh karena dirimu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Bamboo Forest | Hiatus
Fan-FictionShen Qingqiu. Tokoh antagonis yang dipaksa menikah dan dijadikan selir yang ke 3001 oleh Luo Binghe, pemimpin klan iblis sekaligus protagonis terkuat. Shen Qingqiu masih bisa bertahan kala penyiksaan yang dilakukannya pada BingHe di masa lalu terul...
