Catatan penulis.
Sejujurnya, penulis bingung ingin menulis apa, karena ketika penulis memikirkan ini penulis memiliki banyak sekali ide dan alur yang sudah di tentukan. Pada akhirnya, ketika penulis hendak melanjutkan cerita, penulis tidak bisa berfikir apa2. Alhasil, penulis hanya bisa melepas HP dan melakukan kegiatan lain.
Untuk itulah penulis menunda (hiatus) beberapa cerita atau bahkan membuatnya menjadi update yang lambat dikarenakan penulis masih amatir. Kurangnya kosa kata dan tata letak membuat penulis semakin tidak tahu harus menulis apa.
Maafkan jika ada kesalahan kata. Jika ada kritik dan saran, sangat diperlukan untuk kebaikan cerita dan kenyamanan pembaca.
Cerita Bamboo Forest menyalip cerita Im yours yang sedang dalam masa hiatus. Dari segi vote dan pembaca benar-benar menyalip nya. Padahal, I'm yours lebih dulu terpublikasi.
Terimakasih kepada pembaca yang sudah setia menanti ini, dan terimakasih kepada para voters yang sudah mendukung cerita ini. Penulis ingin pembaca agar selalu mendukung penulis.
Follow dulu sebelum baca. Tinggalkan jejak biar enak. Terimakasih.
Penulis memiliki draft untuk cerita Hewen (Linghe x xiaowen) dan juga draft2 yang lain. Penulis benar-benar memiliki banyak ide, tetapi ketika penulis membuka cerita, ide itu hilang. Ah. Penulis akan mempublikasikannya setelah BF tamat. Penulis akan segera menamatkan cerita ini (sedang berusaha).
.
.
.
Jika kau ingin hidup, kau harus bisa bertahan meski dirimu berada dalam wilayah musuh. Jika ingin rencanamu berhasil, kau harus bisa memanipulasi keadaan, kemudian mengumpulkan informasi, dan menghancurkan kepercayaan itu ketika musuhmu berada dalam titik lemahnya.
Rencana awal memang begitu, tetapi semuanya tak sesuai yang ia bayangkan. Para master puncak tidak pernah mengunjunginya lagi. Tidak ada surat atau kabar. Ketika master puncak Qiong Dong datang ke istana, istana puncak pasti akan terbakar, jika bukan bangunan, maka hutan dan pohon-pohon yang ada di sana akan rusak, habis tak bersisa. Pelakunya tak lain dan tak bukan adalah Luo Binghe.
Shen Qing qiu mendesah. Pusing. Sudah berapa lama dia mengandung? Satu bulan? Tiga bulan? Entahlah. Waktu begitu cepat berlalu, perutnya semakin hari semakin besar. Sejak insiden malam itu, Luo Binghe masih kasar, bukan pada bayinya tetapi pada dirinya. Luo Binghe merawat calon bayinya dengan sangat telaten, memberinya gizi yang lebih baik, memberinya tempat ternyaman di istana.
Shen Qing qiu bahkan bingung dengan sikap Luo Binghe. Kadang-kadang, pria itu bersikap lemah lembut, terkadang, dia bisa kasar, dan perasaannya seringkali memburuk dalam satu waktu.
Sebenarnya apa yang terjadi padanya?
Seperti kemarin. Pemuda Luo itu marah besar karena pelayan salah memberinya makanan. Dia meminta buah jeruk asam, dan pelayan membawakan itu untuknya. Akan tetapi, bukannya dimakan, Luo Binghe memarahi pelayan karena salah membawa buah. Dia mengatakan bahwa dia ingin buah jeruk yang manis, bukan yang asam. Pada akhirnya, pelayan itu berakhir dengan tragis.
Beberapa hari ini juga, lima penjaga yang bertugas menjaga gerbang sudah mati karena dipenggal oleh Luo Binghe. Alasannya sepele. Penjaga itu menganggu pemandangannya.
Karena keadaan istana yang begitu kacau dan tak kunjung membaik, para selir datang berbondong-bondong ke tempatnya. Bersujud dan meminta bantuan.
Shen Qing qiu tidak ingin terlibat, dia terlalu malas untuk melakukan hal yang demikian. Tetapi, selir itu begitu cantik dengan paras rupawan. Ada beberapa diantara mereka yang memiliki sifat seperti Ning Yingying. Jadi, Shen Qing qiu pun menyetujui hal itu.
Duduk di singgasana, bagai seorang permaisuri, Shen Qing qiu benar-benar merasa dirinya sudah menguasai seluruh istana Huan Hua. Pagi ini juga, sikap Luo Binghe kembali aneh. Anak iblis itu bersikap lembut padanya. Berbanding terbalik dengan yang pertama kali.
Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Tolong jelaskan kepadanya!
"Shizun. Tolong buka mulutmu. Aaaa." Luo Binghe mengambil buah jeruk yang belum dikupas kulitnya. Memasukkannya secara paksa ke dalam mulut Shen Qing qiu.
Shen Qing qiu terbatuk, namun takut untuk memuntahkan jeruk itu. Jika dia memuntahkannya di depan Luo Binghe, Shen Qing qiu yakin, nyawanya akan segera melayang. Jadi, Shen Qing qiu terpaksa menelan buah jeruk itu dengan kasar.
Tatapan mata Luo Binghe menajam. Alisnya terkekuk membentuk turunan yang tajam.
Shen Qing qiu terkesiap. "A... ada apa?"
Praaaankkk!!
Nampan berisi buah-buahan segar itu jatuh dari atas singgasana. Suaranya sangat nyaring dan bergema di dalam ruangan. Para penjaga yang menjaga pintu, tidak berani untuk berkutik barang sedikitpun. Mencoba untuk menulikan pendengaran mereka dan berpura-pura tidak melihat apapun.
"Apa? A... apa yang—
" Shizun!" Satu tamparan melayang tepat di pipi kiri Shen Qing qiu. Dia terkejut.
"Kenapa kau menelan buahnya? Kenapa tidak kau muntahkan? Apa kau begitu membenciku? Hah? Katakan!"
Shen Qing qiu merasa linglung untuk sejenak. Dia heran, kaget sekaligus bingung. Ada apa sebenarnya ini? Apa yang terjadi pada anak ini? Kenapa sikapnya begitu berubah-ubah?
Sial! Dia ingin mengumpat. Tapi jika dia melakukannya disaat Luo Binghe sedang marah begini, dia pasti akan mati!
Menekan rasa marahnya, Shen Qing qiu tak punya pilihan lain selain menatap netra pria yang lebih muda darinya itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu, hah?"
"Seharusnya aku yang bertanya begitu! Shen Qing qiu, kau benar-benar pelacur!"
Shen Qing qiu tidak tahan, jadi dia menampar Luo Binghe.
"Kau berani menamparku? Beraninya kau! Jalang!" Shen Qing qiu memberontak. Luo Binghe menekannya sangat kuat di kursi agung itu.
"Lepaskan aku bajingan! Sialan! Lepaskan aku!"
"Jangan harap! Hari ini, jadilah jalangku!"
Luo Binghe mengikat tangan putih Shen Qing qiu dengan sabuk yang melilit pinggangnya. Tangannya dengan gesit bergerak menurunkan celana Shen Qing qiu, menarik ujung jubahnya hingga sebatas perut.
Luo Binghe membuka kedua kaki Shen Qing qiu selebar mungkin. Mempersiapkan dirinya sendiri, Luo Binghe menahan kedua kaki Shen Qing qiu di atas pundaknya, sementara dirinya membuka bagian bawahnya yang sudah mengeras.
"Lepaskan aku, kecambah sialan!"
Luo Binghe tuli. Menekan kedua kaki Shen Qing qiu, luo Binghe melesak masuk dalam sekali hentakan. Rasa sakit yang teramat sangat menyerang bagian belakang Shen Qing qiu. Miliknya terasa akan robek. Itu sangat sakit, Ok? Sakit!
Shen Qing qiu ingin menangis, tapi menangis sama saja dengan menurunkan martabatnya sebagai seorang pria. Saat ini, Shen Qing qiu bahkan lupa bahwa dia yang seorang pria bisa mengandung bayi iblis.
Shen Qing qiu tak pernah menyadari bahwa dirinya adalah seorang Ger. Tanda Zuzashi di keningnya begitu cerah dan menawan. Semakin terang tanda Zuzashi dari seorang Ger, maka tingkat reproduksi untuk menghasilkan keturunan akan semakin tinggi.
Shen Qing qiu tidak pernah menyadari hal itu. Takdir yang harus ia tanggung sejak dulu.
.
.
Ger (pria yang bisa hamil)
Zuzashi ( tanda yang ada pada seorang Ger, bisa di kening, telinga, leher, dan bagian2 terbuka lainnya)—ini author dapat berdasarkan sebuah alur novel yang berjudul Quickly war apa mungkin. Lupa author tuh. Nah author ambil ini dari sana.
Trims dah baca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bamboo Forest | Hiatus
FanfictionShen Qingqiu. Tokoh antagonis yang dipaksa menikah dan dijadikan selir yang ke 3001 oleh Luo Binghe, pemimpin klan iblis sekaligus protagonis terkuat. Shen Qingqiu masih bisa bertahan kala penyiksaan yang dilakukannya pada BingHe di masa lalu terul...
