Nungguin yak??
Cieee Nungguin.
.
.
.
Luo BingHe menatap cincin pemberian seseorang di kuil Pu Qi. Sesekali dia memutar cincin yang terpasang di jari manisnya itu. Luo BingHe melepaskan cincin itu dari jemarinya, dia melangkah ke arah jendela yang terbuka kemudian melempar cincin itu jauh ke tanah, berharap bahwa cincin itu tidak akan kembali lagi untuk selamanya.
Mobei Jun yang kebetulan masuk dan melihat tuannya membuang cincin itu tertegun. Dia hanya bisa melihat tetapi dia tidak berkomentar.
"Mobei Jun," Panggil Luo BingHe tanpa menoleh.
"Saya di sini Junshang."
"Apa para selir sudah tahu jika Shen Qing Qiu hamil?"
Mobei Jun menjawab, "sudah Junshang." Suaranya tetap datar, tetapi ada nada kesopanan saat dia berbicara. Terakhir kali, dia berbicara cukup sombong di depan Luo BingHe ketika pria itu masih berusia tidak lebih 17 tahun. Setelah orang-orang dari istana gurun utara dibantai, Mobei Jun menyerah dan mengabdikan diri menjadi bawahan setia Luo BingHe sampai saat ini.
"Lalu, hal apa yang terjadi?"
"Selir Li mencoba meracuni selir Shen, tetapi itu diketahui oleh Ning Yingying. Mereka berdebat cukup lama dan membuat marah selir Shen. Kesehatan selir Shen memburuk setelah pulang dari alam manusia, Selir Li memanfaatkan keadaan ini untuk menambah air keruh."
"Bagaimana dengan keadaan selir shen?"
"Dibawah perawatan Selir Ning, Selir Shen baik-baik saja. Meski sempat pingsan, tapi dia membaik."
"Bagaimana dengan... bayinya?" Ketika dia mengatakan hal ini, suara Luo BingHe mengecil di akhir kalimat. Banyak dari selirnya pernah hamil tetapi bukan anak kandungnya. Jadi dia pada dasarnya tidak perduli akan bayi yang dikandung para selirnya. Tetapi, saat dia mendengar Shizunnya mengandung anaknya, dia takut, gugup dan gelisah. Ini adalah hal yang dia rasakan pertama kali. Dia masih belum percaya bahwa dia akan menjadi sosok seorang Ayah. Dia masih belum siap. Untuk itulah dia mencoba menghindari Shen Qing Qiu dan yang berkaitan dengan bayinya.
Pada dasarnya, ada rasa bahagia merambat ke relung hati terdalamnya ketika tahu bahwa satu-satunya yang bisa menampung bayi dari keturunan iblis murni adalah Shen Qing Qiu.
Karena kebenciannya yang terlalu dalam, dia menutup mata dan lari dari kebenaran. Dia hanya belum siap untuk menghadapinya. Meski sifat Shen Qing Qiu sedikit berubah ketika mengandung, seperti tak ada lagi kata-kata kotor dan hinaan, tak ada panggilan yang merendahkan, sifat yang mudah berubah-ubah, temperamen yang sensitif, tidak mampu mematahkan rasa benci dan dendam itu dari hatinya.
Katakan saja dia brengsek. Tetapi jika diteliti lebih dalam lagi, Shen Qing Qiu jauh lebih brengsek dari dirinya. Dia seringkali menyiksanya ketika masih berusia 14 tahun. Dia selalu memarahinya saat dia tidak sengaja melakukan kesalahan. Bahkan dia tidak mau mengampuninya ketika dia telat sedikit saja bekerja.
Siapa yang lebih brengsek dari Shen Qing Qiu? Bahkan, memanggilnya dengan sebutan Shizun membuat lidahnya terasa kotor bagai diisi semangkuk pasir .
"Tabib mengatakan, bahwa kandungan selir Shen baik-baik saja. Bayinya sangat kuat." Luo BingHe sedikit menarik sudut bibirnya ke atas ketika tahu calon bayinya sangat kuat seperti dirinya. Dia kemudian sadar dan menghilangkan senyuman itu.
Otaknya pasti sedang tidak benar.
Mobei Jun memberanikan dirinya untuk berbicara, "Junshang. Mengapa Anda membuang cincin tadi?"
Luo BingHe mengangkat alisnya dengan sembrono, "hm? Tidak penting."
"Junshang. Apakah Anda tidak ingin berbicara dengan Anak anda yang ada di perut selir Shen?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Bamboo Forest | Hiatus
FanfictionShen Qingqiu. Tokoh antagonis yang dipaksa menikah dan dijadikan selir yang ke 3001 oleh Luo Binghe, pemimpin klan iblis sekaligus protagonis terkuat. Shen Qingqiu masih bisa bertahan kala penyiksaan yang dilakukannya pada BingHe di masa lalu terul...
