BF- 21

2.5K 314 16
                                        

Gimana2? Udah kangen ges? Yok, lanjut ya ges yak

WARNING!!!

SIAPKAN MENTAL!! UNTUK CHAP2 KEDEPAN ALUR AKAN SEMAKIN BERAT, PENUH ADEGAN KEKERASAN DAN PLOT TWIST!!

baca komentar kalian membuat mood saya membaik. Jadi saya punya ide karena baca komentar2 kalian. Maaf gak bisa bales ya ges yak.

Ok lanjut!!

.
.
.

Luo Binghe sakit mental.

Shen Qing qiu tahu itu dengan baik. Seiring dengan berjalannya waktu, musim berganti musim, hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Banyak hal yang telah berubah, akan tetapi... Luo Binghe tidak pernah berubah.

Enam bulan usia kandungan, Luo Binghe semakin menjadi-jadi. Sikapnya masih sangat kasar, bahkan membuat bayi yang belum lahir itu nyaris mati.

Shen Qing qiu selalu bingung akan semua tingkah laku Luo Binghe. Di satu waktu, pria yang lebih muda darinya itu bersikap seperti anjing yang penurut pada tuannya, dan di satu waktu, dia bersikap seperti iblis yang ingin menghancurkan dunia.

Usia kandungannya yang sudah mencapai enam bulan, ditambah sikap Luo Binghe yang berubah-ubah membuatnya semakin stress dan tertekan. Shen Qing qiu paham, Luo Binghe itu sakit jiwa.

Malam itu angin berhembus pelan melewati jendela kamar Shen Qingqiu, membawa rasa dingin yang menyegarkan. Sinar bulan terang seperti biasa, batang bambu bergoyang, menciptakan derak pelan di kesunyian malam.

Tap

Tap

Tap

Tap

Orang itu mendekat, melangkah dengan hati-hati dibalik gelapnya bayangan. Rambutnya yang hitam tergerai seperti air sungai, setengah dari wajahnya cerah karena sinar rembulan, seperti siluet manusia yang keluar dari lukisan.

Bibirnya tersenyum, kelopak matanya turun ke bawah, sangat sayu dan menyedihkan.

"Shizun..."

Bibir itu mendarat di kening Shen Qingqiu yang sedang tertidur pulas. Cukup lama, hingga sosok di balik kegelapan itu berdiri tegap kembali.

"Selamat malam, semoga mimpi indah, kekasihku." Orang itu berbalik. Ujung jubahnya melambai ketika angin bertiup dengan kencang. Menggerakkan daun jendela, meningkatkan suara bising dari batang bambu yang berderak.

"Binghe. Kau... apa itu kau?" Tubuh si pria menegang. Bibirnya gemetar ringan. Menahan suara tangis yang akan keluar, si pria yang berdiri dalam kegelapan menggigit bibirnya dengan kuat, tangannya mengepal. Perasaan rindu membuncah sampai ke titik di mana dia tidak mampu menahannya lagi.

Di ranjang, orang yang sempat tertidur lelap itu terbangun, duduk, menatap punggung pria yang membelakangi dirinya.

Shen Qingqiu mendongak, menatap langit, tempat dimana bulan terlihat begitu terang sehingga bisa menerangi dirinya dan setengah kamarnya.

"Bulannya... sangat indah, kan?" Atmosfer ruangan itu melembut. Setiap sentuhan, suara angin, suara derak, bahkan suara derit ranjang membuat suasana rindu yang tak terkatakan. Seakan kembali bertemu dengan kekasih setelah berpisah selama ribuan abad.

"Apa kau... tidak merindukanku?" Shen Qingqiu mengalihkan pandangannya pada punggung Luo Binghe. Dia terus menunggu hingga pria itu akan berbalik dan memeluknya.

"Binghe... ini Shizun. Binghe tidak merindukan Shizun?" Punggung si pria berbalik, melangkah cepat dan meraih Shen Qingqiu ke dalam pelukan.

Hangat.

Rasanya hangat.

Kerinduan yang terasa nyata itu mengalir pada keduanya. Isak tangis bercampur kata maaf yang keluar dari bibir Luo Binghe menjadi pendamping di malam yang begitu sunyi.

Tangan ramping Shen Qingqiu menepuk pundak Luo Binghe. Mencoba menghibur sang dominan.

"Jangan menangis. Shizun di sini." Wajah Luo Binghe tertarik. Menatap mata indah Kekasihnya. Kedua tangannya menangkup pipi Shen Qingqiu, menyentuh kulit itu dengan penuh kasih sayang.

"Apa aku menyakitimu? Apa itu sakit?"

Shen Qingqiu menggeleng. "Tidak. Ini tidak sakit jika Binghe ada di sini."

Kata-kata itu untuk menenangkan Luo Binghe, tetapi pria itu semakin keras menangis. Air matanya berhamburan keluar seperti air yang jatuh dari ember yang bocor. Dari pandangan Luo Binghe, Kata-kata itu adalah sebuah pernyataan rasa rindu, kasih sayang, dan permintaan maaf.

Sinar rembulan bergeser, menyinari tubuh sang dominan. Mata yang sembab, bibir yang gemetar, rambut yang acak-acakan dan air mata yang terus mengalir adalah pandangan pertama yang Shen Qingqiu lihat.

"Jangan menangis. Jangan menangis." Luo Binghe meraih tangan Shen Qingqiu, menggenggamnya seperti bentuk doa.

"Shizun. Apapun yang terjadi... aku selalu mencintaimu." Tubuhnya memudar. Ujung jubahnya hancur menjadi serpihan-serpihan. Shen Qingqiu panik. Tangannya yang kosong memegang erat tangan pria yang sedang membentuk sebuah doa.

"Tidak! Tidak! Binghe jangan! Jangan pergi!" Shen Qingqiu menangis. Jubah kekasihnya lebih cepat mengikis, hancur, terbang dan hilang.

"Tidak! Jangan!" Tangan itu saling bertaut. Enggan melepaskan satu sama lain.

Tubuh yang sedang menunduk, bibir yang mencium tangan Shen Qingqiu, mulai pudar.

"Tidak! Jangan! Kumohon tidak. Tolong... tolong..."

Mata yang penuh akan cinta itu terbuka, menatapnya dan tersenyum.

"Shizun... aku mencintaimu." Tubuhnya lenyap. Hilang dimalam yang sunyi.

"Tidak! Binghe! Tidak!" Shen Qingqiu menangis keras. Putus asa. Tidak ingin hidup dan ingin mengejar sang kekasih tercinta.

"BINGHE!!!"

Bangun dalam keadaan kacau. Shen Qingqiu mencoba memenangkan diri setelah sadar dari mimpinya. Pipinya terasa basah dan lengket. Jemari rampingnya dengan gugup menyentuh air mata yang menggenang di ujungnya.

Menangis.

Entah kenapa, Shen Qingqiu tiba-tiba merasa sedih dan hatinya terasa sakit.

"Apa yang baru saja terjadi? Kenapa aku menangis? Mimpi apa itu?" Shen Qingqiu masih tersedu-sedu. Bayangan tentang mimpi mengerikan itu tidak bisa ia lupakan. Ada rasa cinta dan penyesalan antara dua orang yang dia impikan.

"Kenapa? Kenapa... kenapa orang itu mirip sekali denganku? Kenapa harus Luo Binghe? Apa? Mimpi apa ini?"

Perasaannya tidak enak. Shen Qingqiu merasa cemas lebih dari apapun.
.
.

Tbc..

Gomen karena telat update, author lagi dalam masa2 sibuk banget 😭😭
Jangan lupa vote dan coment.
Gomen dikit heheh. Author udah punya banyak ide kok. Jadi sans aja. Bakal nulis diwaktu luang.

Adegan kekerasannya akan dimulai next chapnya

Bamboo Forest | HiatusCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang