Episode special svsss. Tidak ada kaitannya dengan Bamboo Forest. Boleh skip bagi yang gak mau baca
.
.
.
Suara Elektrokardiogram¹ terdengar nyaring ditelinga Luo Binghe saat garis dalam monitor itu menjadi garis lurus. Dunia seolah berputar, waktu seolah berjalan dengan lambat saat netra Luo Binghe menatap kosong alat pendeteksi detak jantung di depan matanya.
Luo Binghe beralih menatap sosok orang yang sedang berbaring di ranjang. Orang yang memakai pakaian rumah sakit itu tertidur. Kelopak matanya terpejam begitu tenang, wajahnya putih pucat seperti selembar kertas. Bagai dirasuki setan, Luo Binghe meraung keras di dalam ruang ICU tempat satu-satunya pria yang dia cintai terbaring lemah selama dua minggu terakhir.
"SHIZUN!! TIDAK!! SHIZUN!" Luo Binghe mengangkat tubuh bagian atas pria itu dan memeluk nya dengan sangat erat. Kepalanya bersandar di dada Luo Binghe, sementara sang empu masih sibuk memejamkan matanya dengan tenang.
Luo Binghe menangis dengan keras. Tangannya mengelus kepala pria yang beberapa saat lalu menghembuskan nafas terakhirnya. Luo Binghe menangis tersedu-sedu saat tangannya menyentuh tangan pria yang berstatus sebagai istrinya itu mulai mendingin sedingin es.
"Shizun... Kumohon bangunlah, jangan tinggalkan aku." Suaranya parau, terdengar begitu lirih. Luo Binghe seakan tidak memiliki kekuatan apapun untuk menopang perasaannya. Orang yang dia cintai, permatanya yang paling berharga di dunia, pasangan hidupnya yang sangat dia jaga, kini telah menutup mata untuk selamanya.
Luo Binghe mendekap Shen Qingqiu seperti biasa dia memeluknya, begitu penuh kasih sayang. Air matanya jatuh membasahi ubun-ubun Shen Qingqiu.
"Shizun... anak kita sudah lahir, tapi kenapa kau menutup matamu? Buka matamu shizun, lihat aku dan katakan bahwa kau mencintaiku! Shizun!!" Luo Binghe menyatukan keningnya dengan kening Shen Qingqiu sembari bergumam dan terus menangis.
"Kau berjanji bahwa kita akan hidup berdua, melihat anak-anak tumbuh bersama, sekarang buka matamu, tatap aku, lihatlah aku shizun, tolong... tolong Shizun, bangunlah. Jangan tidur. Tidurmu membuatku sangat takut."
"AAAAAHHH SHIZUN!! BANGUN!! SHIZUN... AKU MENCINTAIMU!! AAAAAH!!"
Xie Lian membenamkan wajahnya di dada Hua cheng, melihat kakak iparnya begitu tersiksa membuat hatinya kalut. Jika yang sedang menangis itu adalah San Lang-nya, mungkin San Lang-nya akan lebih gila dari kakak iparnya sekarang.
Shen Qingqiu, pria yang pernah menjadi dosen di universitas Luo Binghe, yang kini menjadi pasangan hidup Luo Binghe, dinyatakan meninggal karena kanker akibat melakukan cangkok rahim yang berbahaya.
Berjuang selama 9 bulan, melahirkan anak kembar hingga menutup mata, Luo Binghe menolak takdir pasangannya yang seperti ini. Jika dia adalah dewa, dia akan melindungi orang ini. Jika dia adalah iblis, dia akan senantiasa menjaga pasangannya. Tetapi dia hanyalah manusia biasa. Yang bahkan tidak bisa melakukan apapun di saat seperti ini.
"Tuan. Sudah saatnya tuan Shen dibawa ke kamar mayat." Suara dokter mengalihkan tatapan Luo Binghe. Matanya yang memerah karena menangis kini terbuka lebar karena dokter yang hendak menyentuh istrinya.
"Singkirkan tangan kotormu dari tubuh istriku." Luo Binghe menepis tangan sang dokter. Matanya semakin memerah karena marah, kedua tangannya masih setia memeluk erat Shen Qingqiu, "jika kau berani menyentuh istriku, aku pastikan rumah sakitmu bangkrut dalam waktu satu jam."
Sang dokter tak bisa berkata atau melakukan apapun selain mundur beberapa langkah. Matanya menatap kasihan Luo Binghe yang seperti mayat hidup, menepuk punggung istrinya seolah dia sedang membantu istrinya untuk tidur dengan sangat nyenyak. Bahkan, terdengar sedikit suara senandung dari bibir Luo Binghe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bamboo Forest | Hiatus
FanfictionShen Qingqiu. Tokoh antagonis yang dipaksa menikah dan dijadikan selir yang ke 3001 oleh Luo Binghe, pemimpin klan iblis sekaligus protagonis terkuat. Shen Qingqiu masih bisa bertahan kala penyiksaan yang dilakukannya pada BingHe di masa lalu terul...
