Bamboo Forest-12

3.1K 394 97
                                        

Bab 12 : perang antar dua kubu, Kubu Bingqiu melawan kubu LiuShen, kubu YuanShen yang netral

Shen Qingqiu sedang duduk di gazebo taman belakang istana, ditemani secangkir teh herbal dan makanan ringan serta obat penguat kandungan. Di tangannya ada beberapa buku bacaan rekomendasi dari Ning YingYing yang katanya sedang booming.

Setiap Shen Qingqiu membaca buku itu, dia akan mengerutkan kening yang dalam. Alur yang ada di dalam buku sedikit familiar untuknya. Contoh kecil, seperti pria yang menyiksa istrinya untuk membalas dendam, lalu ada adegan kekerasan dan pemerkosaan. Bukankah alur itu sedikit mirip dengan kehidupannya? Shen Qingqiu bertanya-tanya, apakah itu sebuah kebetulan? Atau sesuatu yang tidak disengaja?

"Aaaah!! Lihatlah nyonya Shen, begitu elegan ketika membaca dan menawan ketika dia meminum teh." Shen Qingqiu hanya melebarkan daun telinganya tanpa menoleh ketika suara pelayan itu terdengar. Dia menganggukkan kepala dan tersenyum, berkata di dalam hati benar. Aku memang menawan.

Pelayan lain menyahut,"sungguh keindahan surgawi. Begitu mempesona, aku merasa akan mati karena tatapannya dan senyumnya."

Di taman yang penuh rumput dan bunga, sekitar 20 pelayan sedang menyapu dan memperbaiki letak pot bunga. Pelayan-pelayan itu bekerja dengan semangat karena ditemani oleh makhluk indah yang menyenangkan mata.

Sosok pria berjubah hitam yang menjadi penguasa istana tiba-tiba datang, langsung menghampiri Shen Qingqiu dan mengecup keningnya. Pelayan yang melihat itu menjerit dengan suara keras.

Shen Qingqiu melotot tajam, tetapi tidak banyak berkomentar. Luo BingHe tersenyum, "kenapa?"

"Tidak."

"Masih marah padaku?" Luo BingHe ingat terakhir kali Shen Qingqiu ingin pergi ke alam fana tetapi dia tidak mengizinkan. Kendati demikian hal itu membuat Shen Qingqiu tidak ingin berbicara dengannya. Ketika dia terbangun dari pingsan karena insiden para selir, dia juga diam.

"Sayang..." Luo BingHe memanggil dengan lembut. Shen Qingqiu hampir saja tersedak teh.

"Apa... apa yang kamu katakan? Jangan... Jangan panggil begitu."

"Mengapa?" Luo BingHe berdiri untuk kemudian duduk bersimpuh di depan Shen Qingqiu. Dia membelai perut Shen Qingqiu yang sedikit terasa berisi, kemudian mengecupnya dengan sayang.

"AAAAAHHH!! AKU AKAN MATI!!" pelayan berteriak kencang.

"Ini tidak baik untuk kesehatan jantung!" Kata pelayan lain. Luo BingHe hanya tersenyum, tetapi tidak berkomentar. Sebaliknya, dia semakin gencar menggoda Shen Qingqiu, mengajak buah hatinya berbicara.

Pelayan istana dibagi menjadi dua bagian. Pelayan istana timur memakai jubah hijau, sementara pelayan barat memakai jubah oranye. Kedua pelayan ini ditugaskan di bagian dalam istana.

Salah satu pelayan istana barat berkata, "hei sialan! Hentikan teriakanmu!"

"Apa maksudmu?! Kau iri?! Hmph! Jangan iri dengki!" Akhirnya, adu mulut antar pelayan itu terjadi. Pelayan pria hanya menatap mereka cengo. Bingung harus bagaimana.

"Apa? Iri? Mimpi saja! Nyonya Shen lebih cocok bersama penatua Liu dari puncak Bai Zhan!"

Kening Luo BingHe berkerut. Sedikit kesal, tetapi kemudian tersenyum lagi ketika pelayan berbaju hijau menjawab, "apa? Matamu buta ya? Hei bangunlah! Nyonya Shen sudah menikah dengan Lord Luo, bahkan sedang mengandung!" Luo BingHe mengangguk-angguk. Menonton perdebatan para pelayannya cukup menghibur. Jadi dia terus menonton sambil memakan biji melon.

Bamboo Forest | HiatusTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang