Special Chapter: Valentine's Day 2025

621 33 4
                                        

Di kota hantu yang jauh dari kata tenang, Shen Qingqiu berdiri di depan sebuah konter yang menampilkan seorang pedagang berkepala babi yang sedang memotong daging babi.

Alis Shen Qingqiu berkerut tajam, seperti seorang kakek tua yang hampir menghilang dari dunia. Eskpresinya tertekuk, cemberut, dan menatap half-human beast di depannya dengan aneh dan jijik.

Jika ini di dunia modern, tukang jagal ini pasti akan terkena hukum mati oleh pihak kejaksaan karena membunuh temannya sendiri.

"Babi gendut, apakah kamu tidak takut dimarahi oleh tuan kotamu?"

Tukang jagal itu melempar pisaunya hingga menghantam talenan dengan keras. Ia menatap sangar ke arah Shen Qingqiu,  seakan sedang mengejek orang suci yang salah tempat ini.

"Hah? Kau bilang apa? Dimarahi oleh siapa? Tidak ada yang seperti itu di sini!" Katanya akhirnya, dia mengambil pisau yang tertancap dengan satu tangan dan mengambil potongan daging babi di panci lain dengan tangan yang lain. "Tuan kota kami tidak mempermasalahkan apapun, beginilah cara kami bersenang-senang, kalau tidak mau beli pergi saja! Orang miskin macam apa? Terlalu banyak tanya!"

"Aiyya!! Paman babi ini sungguh kasar," Kata Shen Qingqiu dengan nada jenaka. Tetapi satu hal, pemimpin kota–Hua Chengzhu– ini benar-benar mensejerahterakan rakyatnya.

Kota hantu ini benar-benar kota yang makmur,  dalam sekali pandang, itu benar-benar tampak megah. Ada aula judi, kedai yang berjejer rapi, menyuguhkan berbagai varian rasa makanan, mulai dari daging tikus, babi gemuk, gulai kambing, monster ikan, dan bahkan sup tulang manusia.

Kota itu dipenuhi dengan warna merah cerah, berisi ribuan lentera yang menyala-nyala seakan perayaan festival itu benar-benar abadi.

Shen Qingqiu menatap potongan daging babi di atas talenan yang tampak terlihat baik, menarik, dan bagus. Dari perspektif manapun, potongan tukang jagal itu benar-benar simetris, semuanya sama sisi, dan cantik. Apakah... tukang jagal ini pernah berada di fakultas arsitektur?

"Paman babi, potongan dagingmu sangat bagus. Kamu kuliah di mana?"

Tukang jagal itu menaikkan alisnya, tetapi semakin ia mencoba, rasanya matanya akan semakin memutar ke belakang.

"Tidak sempat kuliah. Aku mati lebih dulu daripada mencapai impianku."

Shen Qingqiu mendesis. Sangat miris dan ironis. Babi yang malang.

Shen Qingqiu mendesah, ia mengusap lehernya dengan tak nyaman. Perasaan panas yang menyelimutinya akhir-akhir ini tak dapat dikendalikan meski telah meminum inhibitor.

Pada saat itu, tukang jagal mengendus dengan hati-hati dengan hidungnya. Suara napasnya terdengar keras seperti banteng hingga terdengar bunyi nyaring di sekitarnya. Shen Qingqiu hanya dapat mendengar suara 'ngok ngok' yang tajam ketika tubuhnya hampir jatuh ke tanah jika seseorang tidak segera menangkapnya.

Shen Qingqiu mendongak dengan wajah merah. "B‐binghe..."

"Shizun... feromonmu menyebar."

Bau manis bak susu dan campuran dari rasa buah itu menyebar luas, membuat para Alpha yang berada dalam radius 3 meter menggila.

"Sial! Darimana bau manis dan harum ini berasal? Ini membuatku gila!" Hantu wanita yang baru pulang dari pijat Spa itu mengerutkan kening. Wangi yang menyebar itu terasa sangat segar dan enak disantap.

"Bajingan! Feromon milik siapa ini? Rasanya seperti feromon es doger!" Teriak hantu Alpha pria dari seberang.

Pandangan Luo Binghe menggelap, dia tanpa ampun menyebarkan feromon miliknya yang menindas dalam radius seribu mil.

Sebagian dari mereka tiba-tiba membungkuk dan mulai batuk hingga mata mereka berair. Bau yang menindas itu tersebar di udara dan terasa mengancam.

"Hei! Singkirkan feromon ini! Rasanya aku mau mati!"

"Benar! Siapa yang dengan terang-terangan menyebarkan feromon mie samyang yang sangat pedas ini? Mataku perih dan hidungku sakit!"

Ada banyak suara protes disekitarnya. Luo Binghe tak tahan, dia akhirnya membawa pergi Shen Qingqiu dari sana.

Malam itu terasa semakin gelap, dengan hanya cahaya lilin yang memantulkan bayangan di dinding, menciptakan atmosfer yang penuh ketegangan dan kerinduan. Suara angin yang berdesir di luar jendela hanyalah latar belakang bagi suara napas mereka yang bertautan.

Shen Qingqiu dan Luo Binghe berdiri saling berhadapan, kedekatan mereka terasa begitu intens, seakan ruang antara mereka semakin mengecil. Mata Luo Binghe memandang Shen Qingqiu dengan keseriusan yang tak bisa disembunyikan, seiring ketegangan yang tumbuh di antara mereka.

"Shizun, baumu manis sekali. Aku tak tahan" bisik Luo Binghe, suara itu serak dan penuh dengan rasa yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.

Shen Qingqiu menatapnya dalam-dalam, dengan mata yang penuh kepercayaan, sebelum ia perlahan mengangguk. "Ya. Lalukanlah, aku ingin mencicipi feromonmu."

Dengan satu langkah yang pasti, Luo Binghe mendekat, jemarinya menyentuh garis rahang Shen Qingqiu. Lembut, namun dengan ketegasan yang mengandung harapan. Shen Qingqiu menutup mata, merasakan sentuhan itu yang membuat tubuhnya menggigil. Desahan pertama keluar dari bibir Shen Qingqiu ketika Luo Binghe mendekatkan bibirnya ke lehernya, menciuminya dengan lembut namun penuh gairah yang terpendam.

“Binghe…” desahannya lembut, penuh kerinduan dan kepercayaan yang dalam.

Luo Binghe tersenyum, tubuhnya bergerak lebih dekat, menindih shen Qingqiu dengan kehangatan yang mengalir begitu alami. Keduanya terjerat dalam keheningan yang hanya dipecahkan oleh suara napas yang semakin cepat. Shen Qingqiu menggeliat di bawah sentuhan Luo Binghe, tubuhnya menanggapi, setiap inci terasa begitu peka dan penuh dengan keinginan yang tak bisa ditahan lagi.

Setiap gerakan, setiap desahan yang keluar dari bibir mereka menjadi irama yang mengalun, membawa mereka semakin dekat pada ketidakmampuan untuk mundur. Shen Qingqiu merasakan tubuhnya bergetar saat Luo Binghe menggenggamnya dengan lembut namun penuh gairah. Desahan yang lebih dalam meluncur dari bibir Shen Qingqiu ketika sentuhan Luo Binghe semakin dalam, menyusuri lehernya, menelusuri kulit yang terasa begitu sensitif.

“A-ah…” suara itu keluar begitu lirih, hampir seperti bisikan, namun sangat jelas dalam keintiman yang berkembang di antara mereka.

Luo Binghe menarik napas dalam, mendekatkan tubuhnya lebih erat lagi, menyatukan mereka dengan cara yang hanya bisa dirasakan oleh keduanya. Setiap gerakan penuh dengan kepercayaan yang telah lama terpendam, dan saat mereka saling berpadu, mereka menemukan irama baru dalam keheningan yang hanya mereka mengerti.

Ketegangan yang selama ini menyelimuti mereka akhirnya menguap, digantikan dengan perasaan yang lebih mendalam—sebuah hubungan yang lebih dari sekadar fisik, tetapi juga sebuah pemahaman yang tak terucapkan, yang mengikat mereka dalam keintiman ini.

Desahan-desahan itu menjadi sebuah bahasa antara mereka, kata-kata yang tidak perlu diucapkan lagi. Momen itu, meski penuh gairah, juga sarat dengan rasa percaya yang mendalam. Semua yang terpendam selama ini terlepas dalam sekejap, saat mereka saling menemani dalam keheningan yang hanya mereka berdua bisa artikan.

---

Tamat.

Jika mxtx character berada dalam genre ABO

Hua Cheng - Feromon ceker ayam mercon
Lan Wangji - feromon es teler
Luo Binghe - feromon mie samyang
Shen Qingqiu- feromon es doger
Wei Wuxian - feromon seblak
Xie Lian - feromon pop ice rasa leci

Bamboo Forest | HiatusCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang