Jadi mau nanya.
Ini novel bagus gak sih?? Saya kok merasa bosan dengan novel buatan saya sendiri huwahhh.
Hehehe..
.
.
.
Shang QingHua menghela nafas lelah untuk yang ke empat puluh sembilan kalinya. Dia masih menjadi tahanan di dalam istana Iblis Gurun Utara, Mobei Jun. Sehari-harinya hanya tahu cara mengepel, mencuci, memasak, dan beres-beres istana. Shang QingHua menerjemahkan hal ini secara gamblang, kalau dirinya dianggap sebagai 'pelayan'
Khusus dirinya, Shang QingHua di tempatkan di kamar pribadi Mobei Jun, tidak diperbolehkan pergi ke manapun.
Saat dia sedang fokus mengepel lantai kayu dengan lap yang sudah kotor, suara langkah kaki dari luar sedang mendekat kearahnya . Dia lantas waspada. Suara langkah kaki itu terdengar tidak terlalu buru-buru tetapi sedikit arogan. Ada kesombongan di setiap langkahnya. Shang QingHua memantapkan hatinya, kalau itu bukan Mobei Jun.
Mobei Jun seringkali datang dan dia sudah hafal bagaimana suara kaki Mobei Jun ketika berjalan. Langkah kaki Mobei Jun sangat seirama, terdengar mantap dan pasti. Tentunya, juga mengeluarkan aura wibawa seorang penguasa. Berbeda dengan langkah kaki yang dia dengar saat ini.
"Oh? Siapa pria kecil yang begitu lemah ini?" Shang QingHua dengan mantap menatap balik sosok pria paruh baya yang sedang berdiri di belakangnya. Salah satu tangannya ada di belakang, sementara tangan lainnya ada di depan perut. Ketika dia berbicara, dia agak sedikit akrab dengan pernyataan itu. Shang QingHua memperhatikan wajah pria paruh baya di depannya. Wajahnya cukup tegas, tapi tidak terlalu tampan, menurutnya. Rambutnya panjang, matanya... mirip dengan Mobei Jun? Tunggu! Mobei Jun?!
Shang QingHua mencoba tenang, kemudian berkata, "Maaf, siapakah tuan ini?" Dia bertanya dengan sopan.
"Aku?" Orang itu menunjuk dirinya sendiri, "hanya orang yang kebetulan lewat."
Shang QingHua mendengus kecil. Hanya orang lewat macam apa yang langsung masuk ke kamar penguasa istana? Dia bukan orang bodoh. Setidaknya, yang bisa masuk kemari adalah dia karena baru-baru ini Mobei Jun mengangkatnya menjadi pelayan, kemudian penjaga.
Shang QingHua dengan cepat membantah, "Tidak mungkin hanya orang lewat! Ini bukan kamar tamu, jelas kau adalah seseorang yang sering ke sini."
"Hahaha. Makhluk kecil ini ternyata cukup pintar. Tapi aku tidak tertarik denganmu."
"Aku juga tidak!"
"Oh? Hahahaha pak tua ini hanya bercanda. Haiihh, gairah anak muda begitu menggebu-gebu. Jadi... sudah menentukan tanggal baiknya?"
Alis Shang QingHua terangkat, "tanggal baik apa?"
"Oh? Bukankah kau akan menikah dengan Mobei Jun?"
Shang QingHua: ".....????"
Pria itu kembali menjawab, " Anak itu mengatakan jika dia akan menikah dengan Kultivator dari puncak An Ding."
Shang QingHua cukup yakin, bahwa 'anak itu' yang dia maksud di sini adalah Mobei Jun. Dia akhirnya sadar, dan segera menyalak,"Sial! Siapa bilang aku mau menikah dengan pria macam dia?!"
"Betul! Jangan menikah dengannya!"
"Aku tak sudi walaupun harus dibayar dengan kepingan emas. Dia terlalu buruk!"
"Betul sekali. Dia sangat buruk. "
"Dia kasar!"
"Benar."
"Dia terlalu sombong."
"Sangat!"
"Dia ter... " Semakin dia berbicara tentang keburukan Mobei Jun, pria paruh baya itu selalu mengatakan 'benar, betul, sangat' seolah menyetujui apa yang dia katakan, "sebenarnya kau siapa?"
"Aku? Aku ayahnya."
Shang QingHua mengangguk mantap, "oooohh... Ayahnya, Eh? APA?! K-kau... kamu... Kamu..." Shang QingHua tergagap total. Bukankah secara tidak langsung dia sudah menyebarkan aib Mobei Jun di depan Ayahnya sendiri? Maksudnya, calon mertuanya? Tidak! Bukan itu.
Memalukan! Dia seorang master puncak An Ding, tanpa sadar merendahkan penguasa istana di depan Ayah penguasa itu sendiri. Sikap macam apa itu? Shang QingHua dengan panik bersujud, membenturkan keningnya dengan lantai kayu.
"Maafkan aku! Aku sungguh tidak sengaja dan tidak tahu kalau Anda adalah Ayah si breng- Mobei Jun."
"Hahaha tak apa tak apa. Lagipula Lao Zi juga tidak akan menyetujui pernikahan kalian."
"???"
"Karena... anak itu tidak pantas bersanding dengan manusia rendahan."
Shang QingHua: "....."
.
.
.
.
Luo Binghe menatap Shen Qingqiu yang sedang terbaring diatas ranjang. Matanya terpejam, tertidur sangat nyenyak, seperti bayi yang baru lahir, tidak memiliki beban apapun dalam wajahnya, meski wajah itu sedikit pucat. Entah kenapa, setiap melihat wajah Shen Qingqiu, jantungnya selalu berdetak dengan kencang. Ada perasaan lain yang terus mengatakan padanya untuk tidak jauh dari Shen Qingqiu. Namun, ketika dia dekat dengan pria cantik itu, di matanya hanya muncul kebencian yang tak tertahankan. Bayangan masa lalu, bagaimana siksaan yang pernah dia terima bertebar seperi memori rusak.
Di samping ranjang, ada sosok tabib yang sedang memeriksa denyut nadinya. Sudah satu bulan. Shen Qingqiu sering mengalami mual berlebihan. Pingsan tiba-tiba, tidak memiliki nafsu makan, tidak memiliki gairah untuk melakukan apapun. Keadaannya melemah. Ning Ying Ying mengisyaratkan agar Luo Binghe memberinya istirahat yang cukup untuk beberapa hari. Luo Binghe setuju, karena itu adalah permintaan Ning Ying Ying yang tidak bisa dia tolak.
Awalnya, Luo Binghe mengira itu semua adalah kebohongan, tapi pagi tadi, ketika dia memasuki rumah bambu, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Shen Qingqiu sedang muntah, dan berikutnya dia pingsan.
"Bagaimana?" Luo Binghe langsung bertanya. Tabib itu sedang membereskan barang bawaannya. Dia tersenyum, dan menghela nafas.
"Maaf. Tuan Shen terlalu kelelahan, dia butuh istirahat yang cukup, dan... selamat Tuan."
Alis Luo Binghe berkedut, "selamat untuk apa?"
"Anda akan menjadi seorang Ayah."
".... a-apa?" Luo Binghe terlihat linglung. Menimbulkan senyum maklum dari Tabib.
"Anda akan menjadi seorang Ayah." Dia mengulangi.
"Kau... bercanda?"
"Saya tidak berani. Saya menemukan bahwa ada yang janggal dengan tubuh Tuan Shen, dari denyut nadinya, Tuan Shen dipastikan sedang mengandung, usianya baru dua minggu."
"....." Luo Binghe tak bisa mengucapkan sepatah kalimat apapun sampai tabib itu dengan sendirinya menunduk hormat dan izin undur diri. Luo Binghe tak mengindahkan tabib itu, dia lebih memilih mendekat kearah Shen Qingqiu, menyentuh permukaan perut ratanya, dan mengalirkan energi spiritual kedalam.
"!!!" Kini Luo Binghe percaya. Bahwa Shen Qingqiu benar-benar mengandung! Janin itu, menerima energinya!
Luo Binghe bingung, bagaimana harus menjelaskan perkara yang menimpa perasaannya. Ada bahagia tapi juga rasa tidak suka. Semuanya bercampur aduk. Sejak dulu, dia tidak pernah melihat kejadian ini. Sejak dia menikahi 3ribu perempuan, tidak ada satupun dari mereka yang mampu menampung bayi dari keturunan ras iblis murni. Shen Qingqiu adalah yang pertama! Jikapun perempuan dari selirnya bisa hamil, itu tidak lebih dari anak haram hasil pergumulannya dengan pria lain. Dia tidak perduli tentang itu, dan mengabaikannya sepenuhnya. Lagipula, diantara tiga ribu haremnya, dia hanya pernah meniduri satu sosok perempuan saja. Dia bahkan tidak hamil, tapi rahimnya sangat subur. Ada lagi dari selir istana Ling Xi, beberapa kali dia meggauli perempuan itu hingga hamil, tapi apa yang terjadi selanjutnya? Belum genap 1 bulan, dia keguguran karena rahimnya tak cukup kuat!
Luo Binghe menurunkan kelopak matanya. Menatap lemah pria yang masih terpejam erat, entah kapan akan terbangun. Tapi kali ini, dia benar-benar membiarkan Shen Qingqiu tetap tertidur lelap tanpa ingin mengganggunya.
Seperti dirasuki setan, Luo Binghe menggumam kecil, "Sizhun."
.
.
.
Tebeceh.. Maap garing..
KAMU SEDANG MEMBACA
Bamboo Forest | Hiatus
FanfictionShen Qingqiu. Tokoh antagonis yang dipaksa menikah dan dijadikan selir yang ke 3001 oleh Luo Binghe, pemimpin klan iblis sekaligus protagonis terkuat. Shen Qingqiu masih bisa bertahan kala penyiksaan yang dilakukannya pada BingHe di masa lalu terul...
