Bab 13 : bertemu dengan kultivator Bukit LuanZhang dan meramal nasib
Luo BingHe benar-benar menepati janjinya untuk pergi ke pasar manusia fana. Tujuan pertama Shen Qingqiu kali ini adalah kue-kue kering di masing-masing kios. Dia dengan semangat menyeret lengan Luo BingHe, mengajaknya berkeliling di daerah pasar.
Luo BingHe hanya terdiam. Dia sedikit bingung dengan tingkah Shen Qingqiu. Biasanya, pria itu enggan menyentuh dirinya jika tidak diancam terlebih dahulu. Biasanya, pria itu enggan berbicara dengannya jika tidak dipaksa. Shen Qingqiu biasanya akan meneriaki dirinya dengan kata-kata kotor bahkan tak segan-segan akan meludahinya. Sekarang dia nampak berbeda, seperti anjing penurut. Apakah itu karena bawaan bayi? Entahlah Luo BingHe tidak tahu itu.
"Bos. Tolong bungkus kan yang ini." Tunjuk Shen Qingqiu pada salah satu kue manis. Itu adalah kue osmanthus.
Setelah mendapat apa yang dia inginkan, dia kembali mengajak Luo BingHe ke arah stand penjual manisan hawthorn.
"Bos. Tolong lima tusuk ya." Pedagang itu tersenyum senang. Lebih banyak orang membeli, maka pendapatan mereka akan bertambah.
Luo BingHe hanya diam sambil menyerahkan uang untuk membayar. Sesudah membeli manisan, Shen Qingqiu menatap sebuah kios yang menjual lentera harapan. Dia kembali mendekati kios itu dengan mata berbinar.
"Bos! Tolong lentera bunga teratainya!" Penjual lentera itu terlihat kebingungan saat dua suara dari orang yang berbeda sama-sama menjawab.
Shen Qingqiu mengalihkan tatapannya ke arah samping, di mana pria berbaju hitam itu juga tengah menatapnya. Dia sepertinya seorang kultivator dari bukit lain.
"Eee Tuan, aku lebih dulu sampai di sini," Ucap kultivator itu.
"Apa maksudmu? Aku lebih dulu sampai dan lentera itu milikku." Sanggah Shen Qingqiu tak mau kalah
"Bagaimana bisa begitu? Aku lebih dulu sampai!"
Kepala Luo BingHe terasa seakan mau meledak. Dia memegang pundak Shen Qingqiu dan menyeretnya ke dalam dekapan.
"Jiu'er, beli yang lain saja. Ok?"
Shen Qingqiu menatap Luo BingHe, "kau memanggilku apa tadi?"
"Jiu'er." Luo BingHe menjawab santai.
"Tidak. Aku benci nama itu. Panggil yang lain saja!"
"Baik, baik, Nah Shizun... kita beli yang lain saja?"
"Tidak! Lentera itu milikku!"
"Jangan marah. Kau sedang mengandung."
Kultivator berbaju hitam segera menjawab, "eh? Dia sedang mengandung?"
Luo BingHe mengangguk, "benar. Anak pertama."
"Kalau begitu, lentera itu milikmu saja."
"Kau yakin?"
"Benar. Permintaan bayi harus dituruti." Maka, lentera bunga teratai jatuh ke tangan Shen Qingqiu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bamboo Forest | Hiatus
FanfictionShen Qingqiu. Tokoh antagonis yang dipaksa menikah dan dijadikan selir yang ke 3001 oleh Luo Binghe, pemimpin klan iblis sekaligus protagonis terkuat. Shen Qingqiu masih bisa bertahan kala penyiksaan yang dilakukannya pada BingHe di masa lalu terul...
