16. [RED] Backfire Tragedy

859 261 103
                                        

Pintu yang terbuat dari baja itu ditendang hingga hancur. Lu berjalan masuk ke dalam ruangan dengan langkah yang tegas. Matanya menatap lurus ke arah pria tua bangka yang duduk nyaman di singgasananya. Kemudian sebuah pukulan keras dilayangkan ke kepala pria itu, sang presiden, Tuan Rapid.

Satu-satunya gadis di dunia yang berani memukul kepala presiden itu mengamuk. "Jadi ini yang kau maksud negara demokrasi!?"

Tuan Rapid keheranan dan bertanya, "Ada apa denganmu?"

"Hampir seluruh penduduk Galactika memilihku dalam pemilu! Tapi kau diam-diam akan mengangkat Robin menjadi presiden selanjutnya!? Kau si tua bangka sialan!" Sekali lagi, pukulan yang keras diluncurkan.

"Kau hanya ingin marah-marah soal itu? Seharusnya kau sadar sejak awal, aku tak pernah memujimu sekalipun. Galactika tidak akan pernah kubiarkan jatuh ke tangan pemimpin wanita."

Lu berjalan mundur dan meninggalkan ruangan sambil memberikan salam terakhir. "Kau seorang diskriminatif paling hebat yang pernah kutemui!"

Berjalan dengan langkah dua kali lebih cepat di sepanjang koridor, Lu terus mengomel dalam hati, melepaskan seluruh rasa kesalnya. Fokusnya teralihkan ketika Lu menjumpai beberapa orang yang sedang melakukan presentasi di dalam ruangan sempit. Lu mendekat dan mengintip melalui jendela untuk melihat lebih jelas. Orang-orang yang melakukan presentasi itu adalah keluarga Magilika.

Tepat setelah presentasi berakhir, seluruh hadirin keluar dari ruangan. Sementara keempat presentatornya masih sibuk merapikan perkakasnya. Lu melangkah masuk dan menyapa mereka.

"Halo, Magilika," sapa Lu.

"Oh? Halo, Nona Lucy!" balas Ehren.

Sambil melihat-lihat ruangan, Lu bertanya, "Apa yang kalian lakukan di sini?"

"Kau sudah tahu, penduduk pulau Bermuda melakukan unjuk rasa terhadap GHO karena kesalahan fatal dalam proses vaksinasi. Kini GHO sedang merencanakan beberapa upaya untuk menanggulangi masalah tersebut. Jadi, kami sebagai anggota GHO melakukan sedikit penyuluhan di sini dengan beberapa petinggi Galactika," jawab Ehren.

"Ah, masalah unjuk rasa itu, ya." Lu mengangguk paham.

Ehren mengangkat beberapa kotak alumunium berukuran sedang untuk diberikan pada Silver. Kemudian Ehren berbisik, "Pindahkan ini ke laboratorium sayap B. Hati-hati, serbuk bunga Eveleum ada di dalam kotak ini, jangan sampai ketahuan."

Silver menerima kotak tersebut dan mengangguk. Kemudian, ia melangkah keluar ruangan. Melihat Silver keluar dari ruangan, Lu ikut berpamitan. "Aku pergi dulu, ada yang harus kuurus."

"Semoga harimu menyenangkan!" seru Ehren.

Lu ikut keluar dari ruangan dan menyusul Silver. Sambil menarik pundak pemuda bertubuh tinggi itu, Lu memanggilnya. "Silver."

Silver hanya menoleh.

Lu memberi tawaran. "Kau ingin menjadi pasangan kerjaku?"

"Apa maksudmu?"

"Pasangan kerja. Kita akan bekerja bersama, hidup bersama, dan menjadi teman, selamanya. Kau mau?"

Silver terdiam. Ia menunduk dan merenung cukup lama untuk mempertimbangkan jawabannya.

Menunggu jawaban dari Silver yang terlalu lama, Lu pun mendekat dan berbisik. "Jangan sombong. Kau pikir aku tidak tahu siapa dirimu? Kau Silver Lighttable. Kalian semua manusia, kalian tidak dapat membodohiku semudah itu."

Silver terkejut, namun ia tetap tenang.

Lu berbisik lagi. "Tapi tenang saja, aku akan bungkam soal identitasmu. Jika kau meninggalkan teman-temanmu, kau bisa hidup tenang denganku sebagai seorang Gloom. Mengapa kau harus bersusah payah berjuang menghancurkan dunia Gloom jika kau sendiri bisa hidup sebagai Gloom? Aku berjanji, aku akan membantu memberikanmu identitas baru."

EVERARD MISSIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang