23. Human Evolution

810 199 65
                                        

Apa yang Tyler sembunyikan? Selain fakta bahwa dirinya adalah Gloom?

Pertanyaan semacam itu masih menjadi salah satu misteri di antara sekian banyak pertanyaan yang muncul semenjak Brian dihadapkan dengan dunia aneh yang membuatnya menjadi seperti manusia dengan pergaulan paling kuno.

Sebagai orang pertama yang menyambut Brian di dunia asing, Tyler menjadi seseorang yang sangat Brian percayai. Terkadang, ada kalanya muncul rasa kecurigaan yang besar.

Namun, Brian tidak bisa menggali semua kebenaran karena geraknya terbatasi oleh ruangan persegi super sempit yang ditinggalinya selama berhari-hari. Yang bisa ia lakukan di dalam ruang itu hanyalah bertanya-tanya, apa saja yang terjadi di luar sana?

Walaupun begitu, pertanyaan paling dasar yang seharusnya diajukan belum juga terjawab. Dunia apa ini?

Dan pertanyaan paling misterius yang hingga kini manusia tidak pernah mengetahui kebenarannya. Sesungguhnya, apa itu Gloom?

***

A few days before Brian's escape

Tepat satu minggu yang lalu, pemakaman Oddie diadakan beberapa hari sebelum acara pekan mode Galactika. Di sebuah lahan yang agak lapang di Hutan Highwood, menjelang matahari terbit, jasad Oddie dikuburkan. Ehren, Silver, dan Tyler berada di lokasi untuk memberi penghormatan terakhir.

Sehelai bunga Eveleum biru yang cantik diletakkan di atas pusara oleh si pawang, Silver. Hatinya hancur. Tidak ada perasaan selain sedih yang bisa Silver rasakan semenjak makhluk tak berakal yang sangat ia sayangi itu harus pergi untuk selama-lamanya. Oddie—memang merupakan sosok teman paling setia yang pernah Silver temui.

Ehren berdiri agak jauh dari makam. Tubuhnya yang tegap berdiri di atas tanah yang lembab—di sebidang tempat yang menjadi medan perang dari pertempuran besar para hewan tempo hari. Matanya memindai ke setiap sudut, mengawasi area, karena ditakutkan orang-orang dari Galactika masih mencari mereka.

Sementara itu, Tyler sedang bersandar di batang pohon sambil menghubungi seseorang secara sembunyi-sembunyi. "Tolong segera jemput kami."

Beberapa saat setelah Tyler memutus panggilan, sebuah mobil sederhana yang sudah reyot mendatangi Tyler dan kawan-kawan. Tyler tersenyum lega, Ehren keheranan, dan Silver tetap dalam posisinya.

Mobil tanpa atap dan jendela itu mampu menampakkan dua penumpang wanita di dalamnya. Tyler berjalan mendekat dan menyapa si pengemudi. "Terima kasih sudah menjemput kami, Bibi Ayla," ujar Tyler.

Ehren cukup penasaran. Dengan mata yang masih membulat, ia ikut bergabung dalam obrolan dan berpendapat. "Aku masih tak menyangka. Tyler, kau adalah Trevor Pyrata sungguhan."

Bibi Ayla terkekeh. "Katanya Trevas diambil alih oleh Tuan Rapid? Jika kalian butuh bantuan sejak kemarin, aku dan Arreta pasti akan membantu. Ayo masuk ke mobil dan singgahlah sejenak di rumahku."

Sambil menikmati pemandangan matahari terbit, mobil bobrok yang hebatnya masih bisa digunakan itu melaju di sepanjang jalan pegunungan yang sepi dan tidak rata.

Tyler menggantikan Bibi Ayla untuk menyetir di bangku paling depan, bersebelahan dengan Arre. Sementara Bibi Ayla dan Silver duduk di bangku belakang. Karena ketersediaan bangku tidak sesuai dengan jumlah penumpang, Ehren duduk di atas bagasi sambil menikmati hembusan angin pagi yang dingin.

Bibi Ayla membuka obrolan di tengah perjalanan. "Trevor, aku belum memberitahumu. Aku menampung seorang anak gadis, namanya Arreta Freepascal. Ia adalah salah satu korban selamat dari bencana serangan batu panas di Ibukota Galactika beberapa waktu yang lalu. Katanya, rumahnya ada di Desa Cyberion, namun ternyata ia buronan pemerintah. Jadi sementara ini ia kutampung di rumahku dan menggunakan kamarmu untuk tidur."

EVERARD MISSIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang