26. Artificial Intelligence War

426 110 6
                                        

Desa Pyrata telah diturunkan 100 meter lebih jauh ke bawah tanah. Dinding pelapis yang melindungi desa telah ditambah menjadi lebih tebal hingga mencapai 50 lapisan. Dengan posisi seperti ini, desa akan mendapat perlindungan yang lebih ketat sehingga bisa dijauhkan dari efek pembekuan musim dingin serta membuat desa menjadi semakin terpencil.

Tyler masuk ke bilik elevator untuk membawanya naik melewati 50 lapisan dinding dalam waktu singkat. Di puncak lapisan, Tyler membuka pintu elevator dan kabut tebal yang dingin langsung menerpa kulit wajahnya yang keras. Dengan penglihatan yang tajam, ia memindai tanah lapang superluas yang tanahnya membeku.

Setelah memastikan bahwa tempat itu benar-benar sepi, Tyler berbisik untuk memberikan perintah melalui panggilan smart device, "Semuanya sudah aman. Pengiriman pasukan ke medan perang bisa dilakukan sekarang."

Tak lama kemudian, beberapa kendaraan besar yang menampung banyak pasukan keluar dari bawah tanah dan siap diterbangkan menuju medan perang yang dimaksud. Tyler masih berdiri di tanah yang beku untuk memandu proses pemberangkatan. Setelah tugasnya selesai, ia kembali masuk ke dalam markas bawah tanah untuk mengamankan diri.

Tyler beserta warga Bluefish dan Pyrata menempatkan diri di dalam desa dan saling membantu untuk melindungi pusat kontrol. Laboratorium Pyrata kini dijadikan sebagai pusat kontrolnya, untuk memantau kegiatan perang di tiga medan perang berbeda—kota Pasifik, pulau Bermuda, dan hutan Highwood.

Tyler masuk ke dalam ruang kendali dan duduk tepat di depan monitor pemantau sambil mengajak seorang teman yang duduk di sebelahnya mengobrol. "Hei, Jinny, apakah Tuan Arthur serius tidak akan memberangkatkan Brian dan Arreta ke medan perang?"

Jinny Bluefish—seorang manusia buatan yang sangat cerdas—menjawab, "Brian dan Arre adalah satu-satunya warga Freepascal yang masih hidup. Tuan Arthur tidak mau mengambil risiko."

"Sebentar. Jika Ehren dan warga Dreamweaver dikirim ke kota Pasifik, lalu Silver dan warga Lighttable dikirim ke hutan Highwood, maka pasukan siapa yang dikirim ke pulau Bermuda?"

"Warga Netbeans. Jika sesuai dengan rencana, Kayel seharusnya memimpin perang itu."

"Wow, Netbeans. Perang antara warga berjiwa metropolis pasti akan sangat luar biasa."

Tepat setelah Tyler berkomentar, suara alarm yang cukup nyaring berbunyi. Tyler segera mengecek sumber masalah yang terjadi—bahwa desa telah diserbu oleh penyusup. Seisi ruangan mencoba untuk tetap tenang, karena setidaknya para penyusup akan kesulitan menerobos masuk dengan adanya 50 lapisan dinding pelindung.

Tuan Arthur masuk ke dalam ruang kendali yang ramai. Ia langsung menghadap Tyler dan bertanya. "Siapa para penyusup itu?"

"Sepertinya pemerintah Galactika mengirim beberapa pasukan kemari untuk menjemput Brian. Ada alat pelacak yang masih tertanam di tubuh Brian beberapa waktu lalu, tapi sudah kuhancurkan."

"Kalau begitu alihkan perhatian mereka sekarang. Aku akan membawa Brian dan Arre pergi ke pulau Bermuda."

Tyler sempat terdiam lama karena masih sulit untuk menuruti perkataan Tuan Arthur, hingga sebuah pesan pemberitahuan muncul di layar monitor—Ehren dan pasukannya telah tiba di medan perang.

***

Kota Pasifik—yang berada pada kedalaman 500 meter di bawah permukaan air laut menjadi medan perang pertama yang memulai aktivitas. Sesungguhnya, kota itu telah dikosongkan selama beberapa minggu terakhir karena insiden ledakan yang pernah meratakan seisi kota. Sekarang, kota Pasifik sedang dipenuhi kegiatan proyek pembangunan yang sepertinya pada hari ini sengaja dihentikan karena adanya perang.

Perang bawah laut ini digaduhkan oleh dua kubu dengan kekuatan yang sebanding—para pasukan militer Galactika yang dipimpin oleh Robin melawan pasukan Dreamweaver beserta ribuan Gloom amfibi dari kalangan bawah yang dipimpin oleh Ehren.

EVERARD MISSIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang