Dunia yang manusia kenal sekarang memiliki empat benua dan empat samudra yang ditinggali oleh lima miliar penduduk berstatus bukan manusia. Mereka adalah Gloom, musuh bebuyutan manusia yang hingga detik ini masih hidup dengan makmur di planetnya, bumi.
Gloom—menurut beberapa ilmuwan kuno dari Bluefish, dalam kamus bahasa Everard sengaja diartikan sebagai 'suram' atau 'gelap'.
Banyak sumber sejarah yang membahas awal mula kedudukan Gloom di dunia, teorinya dicetuskan oleh sejarawan yang berbeda-beda. Jadi, hingga sekarang, masih belum ada teori yang cukup kuat untuk memberi informasi terkait kepindahan kekuasaan manusia ke tangan Gloom.
Yang penduduk Everard ketahui, Gloom hanyalah makhluk semi immortal yang wujudnya menyerupai manusia. Persis, serupa. Hanya ada beberapa ciri-ciri khusus yang membuat Gloom agak berbeda. Darahnya hitam pekat, matanya mengandung puluhan corak warna ungu, serta kulitnya keras, dingin, dan berwarna putih pucat tanpa serat-serat pembuluh yang timbul.
Gloom tidak memiliki sistem pernapasan dan pencernaan layaknya manusia. Mereka tidak bernapas, hidungnya hanya hiasan, tidak ada paru-paru di balik tulang rusuknya. Mereka juga tidak mengonsumsi makanan dan minuman manusia, energinya diperoleh dari stasiun pengisian daya, charging station. Karena itu, terkadang tenaganya bisa melebihi kekuatan manusia normal.
Selain ciri fisik, Gloom memiliki ciri psikis yang khas. Gloom dikaruniai akal sehat serta kecerdasan yang bisa dibilang sebanding dengan manusia, bahkan lebih. Gloom dengan IQ 180 dikategorikan sebagai idiot.
Di bumi yang luas ini, Gloom berpijak dan tinggal, layaknya rumah sendiri. Mereka membangun kehidupan sosial yang serupa dengan manusia, menggeser kedudukan penghuni asli bumi.
Lalu, sesungguhnya, apa yang membuat manusia selalu gagal mengalahkan Gloom? Selain perihal jumlah populasi, kekuatan fisik, dan kecerdasan, warga Everard selalu kalah saing dalam kemajuan teknologi. Dunia Gloom memiliki banyak penemuan-penemuan gila di luar logika yang sukses membuat ilmuwan Bluefish geleng-geleng kepala.
***
Galactika Serikat—adalah sebuah negara yang cukup maju dan mengklaim pemerintahannya sebagai kekuasaan tertinggi di bumi. Wilayahnya dihimpit dua laut besar, Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik. Populasinya mencapai 300 juta jiwa, yang terbanyak di dunia.
Presidennya, Rapidanum Magilika atau Tuan Rapid telah memimpin dunia Gloom selama hampir 600 tahun. Kulitnya yang putih pucat sudah mulai mengkerut, dan ia sendiri sadar bahwa dirinya akan segera berjumpa dengan ajal.
Tahu bahwa masa pemerintahan Tuan Rapid akan segera berakhir, penduduk Galactika Serikat telah memilih pemimpin selanjutnya. Mereka menunjuk seorang gadis muda yang terkenal akan keberanian dan kecerdasannya—Lucrecia Pyrata—sebentar lagi akan memegang jabatan tertinggi dalam pemerintahan Galactika.
Sejauh ini, Lucrecia, yang biasa dipanggil Lucy atau Lu masih bekerja di pusat pemerintahan, mengambil peran sebagai salah satu dari ratusan pendekar di bawah pimpinan Tuan Rapid. Dalam pekerjaannya, Lu sering mendapat pujian dari presiden karena cukup aktif dan tangguh.
Tangguh, tapi tidak tahu sopan santun.
Lu suka bertamu ke dalam ruangan pribadi Tuan Rapid dengan menendang sliding door otomatis hingga pintu canggih itu rusak dan sudah beberapa kali diganti karena ulahnya. Hari ini, hal itu terjadi lagi dengan lumrahnya. Tuan Rapid terkejut dan menoleh ke sumber suara, menjumpai seorang gadis berambut panjang yang sangat rupawan.
Lu berjalan menuju singgasana Tuan Rapid, memberi jarak dua meter antara keduanya. Lu tersenyum, tetapi Tuan Rapid hanya menatapnya jengkel karena pintunya dirusakkan kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
EVERARD MISSION
FantasíaPada tahun 2800, wilayah kekuasaan terakhir manusia terbagi menjadi lima klan utama untuk mempertahankan bumi mereka yang terjajah.
