Flashback, a few days ago
Pengkhianat—mungkin adalah julukan yang tak diinginkan semua orang. Namun, segala tindakan yang Kayel lakukan menuntunnya menuju gelar itu, dan ia tentu sudah siap dengan segala risiko yang akan menimpanya. Dianggap musuh oleh rekannya sendiri, hingga dimaki habis-habisan oleh sesama Netbeans, mau tidak mau Kayel harus menghadapi itu semua.
Jalan yang Kayel pilih sekilas seperti tindakan bodoh, tetapi tidak. Sebagai seorang Netbeans yang tidak familiar dengan perang dan mencintai kedamaian tentu perasaannya dibuat campur aduk di situasi ini. Ia hanya ingin hidup dalam ketenangan ... tetapi dunia tidak memihak pada dirinya.
Bagaimana jadinya jika seluruh manusia terutama anggota Everard Mission memilih untuk mengalah dan mengikuti jalan yang Kayel pilih—bergabung dengan Gloom? Mungkin saja perang besar tidak akan terjadi dan kedamaian bisa dicapai kembali setelahnya—tidak ada yang tahu.
Pilihan Kayel jelas bukan pilihan yang salah, namun tidak juga benar. Semuanya terasa abu-abu.
Dalam rencana pribadi yang ia lakukan, yaitu mewujudkan kedamaian dengan bergabung dengan Gloom, ia gagal. Usahanya sudah sia-sia dan sialnya ia kurang berhati-hati sehingga mungkin menimbulkan kesalahpahaman yang membuat Kayel tak bisa dipercaya lagi oleh pihak Gloom.
Ia dianggap pengkhianat, dua kali.
Padahal, lelaki malang itu hanya mengharapkan dunia tanpa peperangan.
"Mengapa kau mengkhianati mereka? Ehren, Silver, dan Tyler." Pertanyaan yang keluar dari mulut Brian mengawali obrolan serius di pinggir jalan sebuah perkotaan, di Galactika Utara.
Kayel tidak bisa memikirkan jawabannya. Ia terdiam cukup lama, sembari memandangi Lu yang sibuk dengan pekerjaannya dan Arre yang sudah tertidur pulas. Ia menyadari bagaimana tindakannya sangat berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar dan ia menyesali hal itu hingga sulit untuk mencari jawaban atas alasannya berkhianat.
"Aku tidak bermaksud melakukan itu," jawab Kayel.
Melihat sorot mata Kayel yang ketakutan, membuat Brian menyadari bahwa Kayel sungguh tidak memiliki maksud untuk berkhianat. "Tetaplah bersamaku sampai akhir. Setelah semuanya selesai, kita bersihkan namamu."
Kayel tersenyum tulus. "Terima kasih banyak dan maafkan aku selalu membandingkanmu dengan Ben."
"Ben pasti sangat amat bersyukur memiliki sahabat sepertimu." Brian balas tersenyum.
***
Present
Keringat dingin membasahi seluruh tubuh Brian ketika ia terbangun dari tidur lelapnya. Matanya terbuka lebar dan jantungnya berdegup kencang. Selama beberapa hari terakhir ini ia terus bermimpi tentang Kayel. Wajar saja, Brian harus menyaksikan kematian Kayel tanpa mampu memberi pertolongan, dan hal itu terus mengusik pikirannya.
Brian mulai duduk di tepi tempat tidur, mencoba menenangkan diri. Ia merasakan penyesalan mendalam karena harus membuat Kayel pergi di situasi yang salah—dimana satu dunia menganggapnya pengkhianat. Kayel masih menyandang gelar itu dan Brian gagal menepati janji, untuk membersihkan namanya.
Kini akal sehatnya hampir hilang. Ia marah. Ia meluapkan seluruh emosinya agar bayang-bayang Kayel menghilang. Ia berteriak dan memukul-mukul meja yang penuh dengan barang asing, hingga beberapa barang yang berbahan dasar kaca terjatuh dan pecah.
Dalam situasi berantakan itu, penutup ventilasi yang terletak di bagian dinding bawah terbuka dan seseorang muncul dari dalam. Orang itu, Tyler menyusup secara mengejutkan. Brian memandanginya sekitar lima detik hingga suara dengung yang amat keras berputar di kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EVERARD MISSION
FantasyPada tahun 2800, wilayah kekuasaan terakhir manusia terbagi menjadi lima klan utama untuk mempertahankan bumi mereka yang terjajah.
