"Happy birthday to me ... Fuhh."
Sebelum meniup lilinnya, Valerie Rowena mengucapkan suatu permohonan di hari ia berulang tahun ke-19 ini. Walau tidak terlalu berharap bakal terkabul, tidak ia sangka keinginannya untuk bisa hidup nyaman ala orang ka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
≪•◦ Happyreading ◦•≫
Kala itu matahari baru setengahnya menampakkan diri dari ufuk timur, langit-langit gelap mulai berubah warna menjadi oranye kemerahan. Beberapa orang terlihat sudah mulai melakukan aktivitas masing-masing, contohnya beberapa pemuda-pemudi yang kini sedang ber-jogging atau pun bersepeda, berolahraga sembari menikmati keindahan Arunika.
*Arunika : Cahaya matahari terbit
Di suatu taman umum, seorang gadis duduk menyenderi pohon sambil memangku sebuah buku. Tidak seperti orang-orang yang pergi ke sana untuk berolahraga atau ingin menikmati pemandangan matahari terbit, gadis ini malah sibuk membaca novel berjudul 'Daya Tarik Cinta'.
Namanya Valerie Rowena. Kemarin ia membelinya karena novel itu akhir-akhir ini populer di sosial medianya. Belum selesai membaca seluruh isi novel kemarin, sekarang dia berniat menyelesaikannya sebelum berangkat ke tempat kerjanya, cafe yang terletak tidak terlalu jauh dari lokasi taman.
Hari minggu gini, aku bahkan gak bisa istirahat karena tiap hari minggu pekerjaan paruh waktunya dimulai pagi, batinnya lesu.
Awalnya Valerie pikir membutuhkan waktu lama menyelesaikannya, tidak disangka dia sudah mencapai ending sekarang, bahkan ketika sang surya belum seluruhnya terbit. Perasaannya puas, merasa uangnya tidak terbuang sia-sia karena alur novel itu memang sangat bagus. Padahal sebelumnya dia ragu membelinya karena menurutnya judulnya sangat cringe, atau itu hanya pendapatnya yang bukan penggemar genre romansa.
"David Elvan, mahasiswa semester 4 di Universitas Indonesia, berusia 20 tahun. Hm ... gak dikasih lihat fotonya, penulisnya pemalu kali ya?" gumam Valerie melihat halaman belakang buku yang menuliskan data diri sang penulis.
Valerie menutup buku novel itu lalu memandang matahari yang sekarang semakin mencapai langit tinggi. Saat melamun, ingatan masa lalunya tiba-tiba terputar kembali dalam otaknya.
Ayah dan ibunya bercerai waktu dia berusia 12 tahun disebabkan ibunya berselingkuh, hak asuhnya pun jatuh kepada ayahnya. Seiring waktu, otak ayahnya menjadi miring, dia bahkan menyimpulkan kalau Valerie bisa saja anak istrinya dan pria lain. Akibatnya banyak kekerasan dialami Valerie dari ayahnya. Tidak dapat dibayangkan bagaimana luka fisik dan mental yang diterima gadis kecil berusia 12 tahun itu sampai tumbuh seperti sekarang.
"Hari ini aku ulang tahun. Ibu dan Ayah lihat? Aku bisa bertahan hidup selama 19 tahun ini bahkan setelah kalian pergi," ujar Valerie pelan.
Setelah 2 tahun bercerai, ibu Valerie memang meninggal akibat sakit keras. Sementara satu tahun lalu ayahnya meninggal akibat kecelakaan mobil. Sekarang Valerie harus kuliah sambil bekerja paruh waktu untuk bertahan hidup. Terkadang ia merasa depresi, tetapi daripada melukai diri sendiri, ia memilih menangis dalam kesepian saja, dia rasa sudah cukup luka pada tubuhnya yang diakibatkan ayahnya.