25 - Saudari Dan Teman

10.7K 1.5K 43
                                        

≪•◦ Happy reading ◦•≫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

≪•◦ Happy reading ◦•≫

Di kamar Olivia, Fiona menutup kotak P3K setelah mengobati pipi adiknya.

"Aku kesal banget. Bisa-bisanya Kak Yolanda lukain aku dan mau nuduh Kakak!" ucap Olivia.

"Kamu benci sama dia?" tanya Fiona.

"Iya! Dia--"

"Tapi aku nggak. Kuakui aku memang kesal, tapi gak sampai benci. Karena aku paham alasan dia marah." Fiona menghela nafas pelan. "Kamu gak tahu masalah dibalik foto-fotonya waktu itu, kan? Yolanda dulu dipaksa nikah sama ibunya dengan pria itu, namanya Adhitama, yah ... bahasa kasarnya dia dijual. Wajar aja dia marah dan mau balas dendam karena ngira aku udah kembaliin traumanya."

Jika alasan Yolanda menuduh Fiona dan menyakiti Olivia sama seperti di novelnya, yakni untuk menjadi 'anak emas' keluarga Serenity sekaligus menyingkirkan rival cintanya, Valerie tidak akan mau memahaminya sebab alasannya tidak tahu malu dan egois. Namun masalah ini memiliki alasan berbeda, ia bisa memahami alasan di balik kemarahan Yolanda.

Olivia sendiri terdiam sesaat karena merasa simpati. Kebenciannya kepada Yolanda pun perlahan terkikis. "Aku paham. Kalo gitu ... dia sekarang pasti gelisah, kan Kak? Karena setelah ayah cerai sama ibunya, dia harus tinggal sama ibunya aja. Dia pasti takut kejadian di masa lalunya terulang."

"Benar, traumanya pasti bakal balik," gumam Fiona. Seperti biasa, dia selalu memedulikan orang yang mempunyai trauma dan akan memikirkan cara membantu orang tersebut. "Aku mau nemuin papa." Dia bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu.

"Eh? Ngapain?" Olivia berdiri, dan menyusul Fiona. "Kakak, aku ikut!"

≪•◦ ❈ ◦•≫

Saat ini, Fiona dan Olivia berada di kamar Narendra. Keduanya berdiri menghadap si pemilik kamar yang duduk di sofa.

"Ada apa?" tanya Narendra.

"Kuharap Papa jangan terlalu marah sama Yolanda. Dia lakuin ini karena salah paham aja. Dua hari lalu, foto-fotonya sama pak Adhitama ditempel di mading sekolah. Dia ngira aku yang nempel, makanya dia marah dan lakuin itu. Tapi kami udah selesain salah paham ini tadi, dan aku juga udah kasih tahu siapa pelakunya." Fiona kemudian melirik Olivia, yang dipahami adiknya itu sebagai kode supaya dia menimpali ucapannya.

"Iya. Kami juga udah maafin dia," timpal Olivia.

Narendra masih berekspresi datar, menandakan dia tidak peduli atas motif tindakan Yolanda. "Itu aja yang mau kalian bicarain?"

Fiona menghela nafas pelan. "Aku mau minta sesuatu."

"Apa itu?"

"Aku mau sebuah apartemen buat Yolanda," ujar Fiona.

Narendra mengernyitkan dahi. "Buat Yolanda?"

"Aku khawatir sama nasib Yolanda. Setelah Papa cerai sama ibunya, gak ada yang bisa dijadiinnya tameng lagi. Gimana kalo pak Adhitama itu ganggu dia lagi dan ibunya malah dukung? Kasihan, kan? Papa memang gak bisa ngambil hak asuh Yolanda karena yang paling berhak itu keluarga kandungnya, tapi setidaknya Papa bisa bantu supaya dia gak harus tinggal sama ibunya," jelas Fiona.

Miss Scapegoat Changed Her Destiny ✔ EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang