29 - Perkelahian

7.8K 1.2K 48
                                        

≪•◦ Happy reading ◦•≫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

≪•◦ Happy reading ◦•≫

Fiona duduk di ayunan bertali sambil menyedot es tehnya, siomaynya sudah habis. Sementara Yolanda dan Olivia berada di permainan jungkat-jungkit sedang menikmati siomay mereka di hadapannya. Taman itu sangat sepi, bahkan hanya mereka yang bermain di sana sekarang, sebab langit sore kemerahan sudah semakin gelap.

"Sepi banget ya," komentar Olivia.

"Iya lah, taman ini kan punya cerita angker. Makanya kalo hampir malam, orang-orang pada buru-buru pulang," jelas Yolanda.

"Angker kenapa?" tanya Olivia.

"Kamu tahu di dekat sini ada danau, kan? Nah satu tahun lalu di situ ada cewek tenggelam terus meninggal. Kata orang sih, sering kedengeran suara minta tolong di sekitar danau itu tiap malam," jawab Yolanda.

Olivia membulatkan mata terkejut dan merinding. Karena belum satu tahun tinggal di kota ini setelah dari luar negeri, dia kurang informasi tentang tempat sekitar. "Beneran?"

"Iya. Fiona pasti tahu juga tuh, ya kan?" Yolanda melirik Fiona.

Fiona mengangguk saja. Dalam hati berpikir, mungkin Fiona asli tahu.

Wajah Olivia menjadi pucat akibat ketakutan. Dia berdiri. "Ish kenapa kalian gak kasih tahu dari tadi? Ayo kita pulang aja sekarang!"

"Gak usah buru-buru, Neng. Kita temenin deh biar hantunya takut deketin." Suara seorang pria tiba-tiba terdengar dari belakang Fiona.

Yolanda langsung berdiri dengan dahi mengernyit cemas, sementara Olivia segera bersembunyi di belakangnya. Fiona sendiri berhenti menggerakkan ayunannya dan menoleh ke belakang. Terlihat lima pria berpakaian preman yang Yolanda bicarakan sebelumnya.

"Terima kasih, tapi gak usah." Yolanda menarik lengan kanan Fiona sampai gadis itu berdiri.

Namun salah satu pria itu menahan lengan kiri Fiona. "Tapi kami maksa."

Kelima pria itu menyeringai seram dan mengelilingi mereka. Yolanda melayangkan tatapan tajam tetapi wajahnya nampak pucat ketakutan. Olivia semakin menggenggam erat ujung baju Yolanda dengan gemetar. Sementara Fiona menatap dingin tangannya yang masih digenggam.

"Gak sopan," gumam Fiona.

Fiona berniat memelintir tangan pria di depannya, namun tidak jadi saat mendengar suara langkah kaki berlari mendekati lokasinya. Pria itu segera melepaskan tangannya dan bergeser. Tiga detik berikutnya, terlihat sebuah kaki melakukan tendangan atas, sepertinya menargetkan posisi kepala pria itu sebelumnya.

"Ethan?" gumam Fiona melihat orang yang menendang tadi adalah Ethan.

"Ck, gak kena." Ethan beralih menatap Fiona. "Lo gapapa, Fiona?"

Fiona diam saja dengan dahi berkerut bingung. Kalau yang datang adalah Raymond atau Narendra, itu wajar karena mereka kemungkinan besar memang akan datang. Tapi Ethan? Kenapa laki-laki ini berada di taman yang terkenal angker ini saat waktu sudah hampir malam? Aneh sekali.

Miss Scapegoat Changed Her Destiny ✔ EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang