"Happy birthday to me ... Fuhh."
Sebelum meniup lilinnya, Valerie Rowena mengucapkan suatu permohonan di hari ia berulang tahun ke-19 ini. Walau tidak terlalu berharap bakal terkabul, tidak ia sangka keinginannya untuk bisa hidup nyaman ala orang ka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
≪•◦ Happyreading ◦•≫
Tepat pada jam delapan pagi hari ini, di Xavier High School terlihat 2 orang guru sedang menempel enam kertas HVS berisi hasil nilai Try Out 4 murid-murid kelas 12pada mading sekolah.
Selepas dua guru itu selesai dan pergi, puluhan murid kelas 12 segera berlari dan mulai mengerumuni mading itu untuk melihat nilai mereka. Walau mereka tahu setiap wali kelas akan mengirimkan data hasil nilainya ke grup kelas melalui WhatsApp, tetapi biasanya dikirimkan jam setengah 9, makanya murid yang tidak sabaran memilih duluan melihat di mading.
Salah satu dari murid tidak sabaran itu adalah Fiona. Kini ia berdiri tidak terlalu jauh dari mading, memikirkan cara menembus kerumunan, tanpa harus berdesakan lama-lama. Masih sibuk dengan pikiran sendiri, Fiona tersentak kaget saat bahu kanannya dipegang oleh seseorang. Sontak dia menoleh, ternyata pelakunya Chiara.
"Lo ngagetin aja," ucap Fiona.
"Hehe maaf, Fio." Chiara merangkul lengan kanan Fiona. "Lo sih gue cariin dari tadi gak ketemu, ternyata di sini. Tadi gue nyari Evan juga, karena mau ngajak kalian lihat mading bareng. Udahlah, ayo kita lihat berdua aja!"
"Tapi masih rame." Fiona menatap kerumunan di depannya kembali.
"Tinggal nyempil aja. Badan kita kecil, jadi bakal mudah!" ucap Chiara.
Chiara segera menarik lengan kanan Fiona yang diam mengikuti saja. Di kerumunan, Chiara mendorong tubuh setiap orang yang berdiri di depannya lalu menerobos dengan cepat sambil masih menarik Fiona seolah mereka cacing yang meliuk-liuk. Perkataan Chiara benar, mudah sekali melewati kerumunan itu, mereka bahkan telah berdiri di depan mading sekarang.
Fiona dan Chiara mulai melihat dari kertas paling kiri, yang seharusnya memperlihatkan deretan peringkat 1 paralel sampai peringkat seterusnya ke bawah, dilanjutkan kertas sebelah kanannya. Baru membaca satu nama, tepat pada deretan teratas, keduanya sudah terkejut karena peringkat satu paralel bukan lagi diduduki Raymond.
"Peringkat satu paralel itu ...." Chiara melirik Fiona.
Ekspresi terkejut Fiona menghilang, tergantikan oleh seringaian senang. Seringaian itu semakin lebar ketika mendengar bisikan murid-murid di sana yang diam-diam meliriknya.
Daftar hasil nilai Try Out 4 murid kelas 12 Xavier High School tahun ajaran 2017/2018