"Happy birthday to me ... Fuhh."
Sebelum meniup lilinnya, Valerie Rowena mengucapkan suatu permohonan di hari ia berulang tahun ke-19 ini. Walau tidak terlalu berharap bakal terkabul, tidak ia sangka keinginannya untuk bisa hidup nyaman ala orang ka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
≪•◦ Happy reading ◦•≫
Hari ini merupakan hari pertama diadakan Ujian Nasional. Di Xavier High School, saat ini terlihat murid-murid kelas 12 keluar dari ruangan masing-masing.
"Gimana menurut kalian soal tadi?" tanya Chiara yang berdiri di antara Yolanda dan Fiona.
Hari ini, Yolanda memang telah bebas dari hukuman skors-nya, makanya ia bisa datang mengikuti Ujian Nasional. Saat sampai tadi, awalnya dia merasa tidak nyaman atas tatapan menghina sebagian besar murid, tapi itu tidak bertahan lama saat Fiona keluar dari mobil yang sama dengannya. Murid-murid itu langsung menunduk karena Fiona menyebarkan aura seram.
"Ada yang susah, ada yang mudah. Tapi untungnya ada banyak yang bisa gue kerjain," jawab Fiona.
"Kalo menurut gue sih ada banyak yang susah. Jadi tadi ada beberapa soal yang asal gue tebak pake 'cap-cip-cup'," jawab Yolanda.
Chiara merangkul pundak Yolanda. "Wah kita sama! Memang kalo soal otak kita sefrekuensi, gak bisa nyatu sama makhluk pintar kayak Fiona."
Evan baru saja keluar dari ruangan. "Chiara, ayo."
"Gue duluan." Chiara kemudian pergi duluan bersama Evan.
"Kita langsung pulang, kan?" tanya Yolanda. Tadi pagi, Fiona memang memberitahunya untuk pulang sekolah bersamanya juga.
"Ya. Lagian siapa lagi ditungguin. Olivia kan gak ada, anak kelas 10 sama kelas 11 diliburin," jawab Fiona.
"Sapa tau kamu nungguin Raymond." Yolanda tersenyum menggoda.
Fiona meliriknya datar. "Untuk apa? Kami cuma teman." Kemudian dia berjalan duluan, disusul Yolanda.
"Ya, iya." Yolanda mensejajarakan langkahnya dengan Fiona. "Bytheway, kurasa Ethan merhatiin kamu mulu di ruang ujian tadi."
"Berarti tadi kamu merhatiin dia juga, kan? Jangan-jangan kamu masih suka sama dia? Cinta itu buta atau cinta itu buat tolol ya?" cibir Fiona. "Lagian kenapa dulu kau bisa suka sama dia?"
"Em ... karena dia ganteng dan kayak tokoh novel yang badboy gitu. Jadi pas lihat pertama kali, aku langsung suka," jawab Yolanda menggaruk pipinya yang tidak gatal ditanggapi tatapan tidak percaya dari Fiona. "Ah aku memang marah sama perbuatan Ethan. Sekarang aku benci sama dia, tapi jujur masih ada sedikit rasa suka. Moveon kan perlu waktu, apalagi aku suka sama dia udah dua tahun."
Fiona menghela nafas lelah. "Semua keputusan hidupmu memang kamu yang putusin sendiri. Tapi kusaranin kamu cari cowok lain aja, bukan karena aku ada perasaan sama Ethan, tapi ini buat kebaikanmu sendiri."