28 - Sister Time

8K 1.1K 21
                                        

≪•◦ Happy reading ◦•≫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

≪•◦ Happy reading ◦•≫

Saat ini, Fiona duduk di kasurnya sedang membaca pesan yang tertera di layar smartphone-nya. 'Fiona, aku udah yakin mau lapor masalahku ke polisi. Bisa ga kamu nemenin aku ke kantor polisi besok?' Begitulah isi pesan dari Yolanda.

Fiona pikir dia bisa karena tidak ada kesibukan sebab semua ujian yang wajib dilaksanakan murid kelas 12 termasuk tes masuk perguruan tinggi sudah selesai, jadi dirinya tidak punya jadwal ketat belajar lagi. Saat ingin mengetik balasan pesan, dia berhenti dan beralih melihat ke depan ketika pintu kamarnya diketuk. Terlihat Olivia yang membuka pintu dan masuk ke kamarnya. Gadis itu kemudian duduk di sampingnya.

"Kenapa?" tanya Fiona.

Olivia memeluk lengan kiri Fiona sambil mengerjapkan kedua matanya untuk bersikap imut. "Kakak, ujian Kakak kan udah selesai. Kita jalan-jalan yok! Biar Kakak healing otak gitu. Ah sekalian ajak kak Yolanda."

"Kamu pengen jalan-jalan? Tumben ngajak aku, biasanya sama Farrell. Oh atau kalian kelahi?" tebak Fiona.

"Mana ada kami kelahi!" Wajah Olivia memerah malu, karena merasa Fiona sedang menggodanya yang kelihatan jelas menjadi bucin akhir-akhir ini. Padahal dia mengajak kakaknya karena ingin menghabiskan waktu di antara saudari, meski Yolanda sudah bukan saudarinya, tapi menurutnya tidak apa-apa mengajaknya karena mereka juga seperti saudari.

"Ya, terserahlah. Kapan kamu pengen jalan-jalannya?" Fiona bertampang tidak peduli saja seperti biasa.

Mata Olivia berbinar cerah. "Besok!"

"Oke. Nanti aku ajak Yolanda." Fiona kembali menatap smartphone-nya dan menulis balasan pesan ke Yolanda seperti ini, 'Oke. Sekalian besok kita jalan-jalan, diajak Olivia'. Sejujurnya rencana jalan-jalan ini tidak buruk menurutnya, karena Yolanda pasti perlu menenangkan hati setelah melaporkan masalahnya ke polisi, dan kebetulan dirinya juga bosan.

"Yes!" Olivia berlari keluar dari sana dengan langkah riang.

≪•◦ ❈ ◦•≫

Fiona mengetuk pintu ruang kerja Narendra di lantai atas ini kemudian membukanya. Sesuai dugaannya, ayahnya berada di sana karena di kamarnya kosong. Sebelumnya dia memang ke kamar ayahnya, namun tidak kunjung dibuka meski sudah mengetuk beberapa kali.

Fiona memasuki ruangan itu dan berhenti dalam jarak sekitar 50 cm dari meja penuh tumpukan berkas milik Narendra. Ayahnya duduk di balik meja panjang tersebut.

"Sepertinya Papa sibuk."

"Cuma lagi meriksa kelengkapan dokumen sebelum rapat besok." Narendra meletakkan berkas yang tadi dibacanya. "Jadi ada apa?"

"Semua bukti tentang Yolanda yang hampir dinikahkan dulu, aku mau itu," jawab Fiona.

Narendra mengerutkan dahi bingung, tapi tetap mengambil berkas yang dimaksud itu dari laci mejanya dan menyodorkannya. "Buat?"

Miss Scapegoat Changed Her Destiny ✔ EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang