DDS-1

3.9K 117 2
                                    

DIJODOHKAN DENGAN SANTRI

part 1

Di pagi hari yang cerah ini, seorang lelaki yang memiliki 2 kakak itu terlihat seperti sedang termenung di sudut ranjang nya, memikirkan bagaimana bisa dia dijodohkan sedangkan dia baru saja menginjak umur 19 tahun, dan lebih parah nya lagi dia dijodohkan dengan gadis yang berumur 16 tahun...bayangkaann...yaa meskipun hanya terpaut usia 3 tahun, tapi tetap saja lelaki itu masih takut akan tidak bisa membahagiakan calon istri nya melainkan menyakiti hati nya, hingga....

Doorr

"Astaghfirullahalazim ya allahh, abang ngapain sih ngagetin?!" Tanya Rasyid sewot, ya lelaki itu adalah Rifki seorang kakak laki-laki Rasyid, mereka hanya terpaut usia 3 tahun.

"Cieee lah yang mau dijodohiinnn ngelamun mulu, mikirin apa nih? Pasti mikirin cewe nya yekaaann?!" Goda Rifki kepada adiknya.

"Paan si ya ngga lah, Al tuh lagi mikirin gimana caranya bisa bahagiain calon istri Al bang!, Al takut bakal nyakitin hati nya". Ucap Rasyid sambil menatap jendela yang menghadap ke arah taman kecil belakang rumah.

"Itu mah gampang Al! Cukup kamu cintai dan sayangi dia setulus nya, itu bakal bikin calon istri kamu merasa dihargai suami nya, nanti juga kamu bakalan bisa bahagiain dia dengan cara kamu sendiri, jangan sampai bentak dia, ingeett!". Ucap Rifki menasehati adik nya.

Fyi, Rifki sudah menikah 2 tahun yang lalu dengan seorang wanita bernama Syahira Fahnaz atau biasa dipanggil Syasya dan mereka sudah memiliki seorang anak perempuan berumur 1 tahun.

"Udah pokoknya sekarang kamu siap siap pake baju gamis putih, tuh udah disiapin sama bunda tinggal kamu pake, bentar lagi kita berangkat ke rumah nya Ana" kata Rifki sambil menunjuk baju yang ada di atas ranjang.

"Iye iye Al ganti baju dulu" jawab Rasyid sambil mengambil baju yang telah disiapkan oleh sang bunda tercintanya.

"Iyaa abang keluar dulu" ucap Rifki sambil berjalan menuju pintu kamar Rasyid.

Rasyid selesai memakai baju dengan setelan gamis putih dilengkapi dengan peci putih, terlihat sederhana namun damage nyaaaa bukan maeenn.

"Huuffhhh.... bismillahirrahmanirrahim lancarkan lah ya allahh" ucap Rizki sambil menatap diri nya di pantulan cermin seraya tersenyum.

~~~~~

"RASYIIIDD AYO CEPETAN TURUUNN KITA BERANGKAT SEKARANG....BUNDA SAMA AYAH UDAH BERANGKAT DULUAANN" teriak Riska dari lantai 1 dikarenakan Rasyid yang berada di lantai 2.

"IYA BENTAARR NGAMBIL HANDPHONE DULU" jawab Rasyid tak kalah teriak nya.

Setelah Rasyid turun ke bawah, di ruang tamu sudah ada Riska, Rifki, syahira, juga Alika, putri Rifki dan syahira, mereka menuju ke rumah ana dengan menggunakan mobil Alphard pribadi milik ayah Teuku, ayah dari Rasyid, Rifki juga Riska.

~~~~~
Dilain tempat.....

Tok
Tok
Tok

"Assalamualaikum" ucap Teuku dan Naura.

"Waalaikumsalaam" jawab penghuni yang ada didalam rumah, yaitu Marwa, umi dari Ana.

"Eehh Pak Teuku, Bunda Naura? Mari masuk Bun Pak" ucap Marwa mempersilahkan masuk, juga tak lupa bersalaman dengan Naura.

"Iya umii makasih" ucap Naura seraya masuk ke dalam rumah bersama ayah Teuku.

"Alhamdulillah akhirnyaa dateng jugaa calon besan" ucap Farhan, ayah dari Ana yang kerap di panggil dengan sebutan Walid.

"Ah pak ustad ini bisa aja" ucap Teuku .

"Mari bun pak ini di minum minuman nyaa" ucap Marwa yang entah kapan sudah datang dari dapur sambil membawa minuman dingin.

"Ah tidak perlu repot-repot umii, makasih banyak umi" ucap Naura.

"Kayak yang sama siapa aja bunda ini ah" ucap Marwa sambil tertawa ringan

"Saya tinggal dulu ya bun, pak, saya mau manggil dulu Ana nya" ucap Marwa.

"Oh silahkan silahkan" balas Naura, sedangkan Teuku hanya menjawab nya dengan anggukan kepala saja.

~~~~~~
Di kamar Ana....

"Astaghfirullah kok ini jantung jedag jedug ya?" Tanya Ana pada diri sendiri sambil memegang dada nya merasakan degup kencang jantung nya.

Kini Ana telah siap dengan setelan baju gamis abaya hitam bercorak senada dengan kerudung yang berwarna merah maroon.

Tok
Tok
Tok

Ceklek

"Anaaa....yuk turun ke bawah, udah pada dateng tuh" ucap Marwa.

"Mi gimana? Aku cocok gak pake baju ini?" Tanya Ana seraya memutarkan badan nya.

"Cocok Ana...udah, udah cantik banget kok, yuk turun" ajak Marwa sambil menggandeng tangan Ana yang masih saja berdiam diri di dalam kamar.

"Umi kebawah duluan yaa" ucap Marwa sambil menutup pintu

Fyi, Ana sudah tau dia akan dijodohkan dengan Rasyid dari beberapa bulan yang lalu sebelum Rasyid pulang dari pesantren nya, makanya dia sekarang merasa sangat senang, dikarenakan dia sudah lama menunggu saat-saat seperti ini.

Berbeda dengan Rasyid yang baru mengetahui akan dijodohkan disaat dia perulangan dari pesantren nya.

"Bismillahirrahmanirrahim, ya allahh....semoga lancar...aamiinn". Ucap Ana didepan cermin dan Ana pun berjalan menuju pintu kamarnya untuk turun ke bawah, menemui calon mertuanya juga calon suaminya...eaaakk

Dan......

Jangan lupa vote and komen yyaa-!!

#tobecountined

Kamis, 11 November 2021
14:05

Dijodohkan Dengan Santri {On Going}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang