🅲🅾🅼🅿🅻🅴🆃🅴🅳
(Sequel dari Buku "My Vengeance (Boboiboy Frostfire)")
Sudah 3 tahun lamanya, Frostfire Fusion mengasingkan diri di Kamp Kinabalu atas kejahatan yang telah ia lakukan dan divonis "bebas bersyarat" oleh hakim militer. Frostfire ber...
30 Desember 2025 Di Rumah Keluarga Fusion Supra POV
Satu tahun telah berlalu dan tepat pada tanggal 30 Desember ini adalah hari dimana kami bertiga akan pergi menuju ke pemakaman Kakak kami, Frostfire Fusion. Sudah tidak ada bahaya lagi yang mengintai kami sekeluarga. Sepi rasanya tanpa canda tawa dari Kak Frostfire. Hanya Kak Frostfire yang bisa menghibur kami disaat kami sedih. Tapi sekarang, semuanya sudah berubah. Tidak ada lagi canda dan tawa bahagia dari Kak Frostfire. Semuanya bagaikan memori masa lalu indah yang indah dan memori itu berputar mundur oleh Sang Waktu, kembali mengingat Kak Frostfire ketika ia masih hidup dan bersenang-senang bersama-sama dengan kami.
Flashback Dialog
"Supra? Ini Kue Pancake kesukaan kamu! Kakak lho yang buatkan kue ini untuk kamu! Ayo dimakan!".
"Kak Frostfire yang buat? Tumben Kakak buatkan Kue Pancake ini untukku!".
"Memang kenapa? Kamu tidak senang kalau Kakak yang buatkan kue untukmu?".
"Eh bukan begitu, Kak! Aku justru senang kok! Aku mau coba kue buatan Kakak ya!".
"Hm! Tentu!".
Flashback Dialog Off
Aku bisa mengingat momen dimana aku dan Kak Frostfire makan bersama dengan Kue Pancake di Taman Belakang Rumah kami. Saat itu, aku masih berusia 12 tahun dan Kak Frostfire berusia 16 tahun di rumah lama kami saat masih ada Ibu dan Ayah... maksudku Amato. Aku tidak sudi menyebutnya dengan sebutan Ayah!
"Nah! Nih dia orangnya! Ayo, Kak Supra! Kak Glacier dan Kak Magma menunggu kita dibawah!".
"Oh ya! Aku lupa! Tunggu sebentar!".
Aku merapikan pakaianku sebelum kami bertiga berangkat menuju ke Tempat Pemakaman Umum Pulau Rintis. Sori, Adikku menungguku di luar kamar sambil memegangi bingkai foto Kakak Tertua kami yang tercinta.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Siap! Ayo kita pergi, Sori!".
"Ayo!".
Kami berdua pergi keluar rumah karena Kak Glacier dan Kak Magma sudah menungguku disana. Aku melihat Sori memegangi bingkai foto Kakak Tertua kami dengan bunga di tepian foto. Aku yakin Sori tidak akan melupakan Kak Frostfire, tapi lambat laun Sori akan melupakan semua kejadian buruk yang kami alami.
Saat ini, kehidupan kami sudah berubah. Kak Glacier dan Kak Magma menjadi usahawan yang sukses. Hanya dalam waktu setahun saja, mereka berdua berhasil membuka cabang toko kue di berbagai daerah Kota Pulau Rintis. Aku sendiri sudah pensiun dini dari anggota Polisi dan memutuskan untuk membantu Kak Glacier dan Kak Magma mengembangkan usaha yang kami jalani. Hanya Sori saja yang tidak berubah. Dia masih melanjutkan kuliahnya walaupun ia kehilangan sahabatnya, Riko untuk selamanya. Aku tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang sahabat yang selalu berada dekat dengan kita. Pasti sangat sakit rasanya!