"Maaf, maaf gara gara kelakuan aku, Syaqeela pergi"sesal Rassya sembari menggenggam tangan Aqeela yang belum sadar.
"Ini emang salah lu, dan asal lu tau lu itu ga pantes sama kakak gua"tajam Ammar.
"AMMAR CUKUP"bentak Jefan.
"GUA TAU DULU RASSYA SALAH, TAPI TENTANG KEJADIAN INI GA ADA SANGKUT PAUT NYA SAMA MASALAH YANG DULU. JANGAN JADIIN MASALAH YANG DULU BUAT LU NGELAMPIASIN EMOSI LU"bentak Jefan.
Risa yang melihat Papi bertengkar bahkan membentak langsung menangis dipelukan Saskia, walaupun ia tahu Jefan bukan membentak diri nya tapi tetap saja ia takut.
Ia merasa ini bukan Papi nya karena Papi nya adalah orang yang lembut bahkan humoris.
"INI EMANG SALAH DIA, KARENA DIA PONAKAN GUA PERGI. HARUS NYA KALIAN SADAR"balas Ammar.
Keadaan semakin panas, Ammar yang selalu saja menyalahkan Rassya, Jefan yang merasa kesal karena kelakuan Ammar.
"Kalian bisa diem ga si ??? Keadaan kayak gini malah memperkeruh suasana. Kalau mau berantem diluar sana"usir Sandrina.
"Je udah, kamu bikin Risa takut"ujar Saskia membuat Jefan langsung menatap kearah anak nya itu.
Jefan memejamkan matanya, setelah itu ia berjalan kearah sang anak dan memeluk nya.
"Maafin papi ya, kakak takut ya ?"tanya Jefan lembut dan dibalas anggukan oleh Risa.
"Kakak takut, Papi jangan gitu lagi"tangis nya.
"Janji ga gitu lagi"balas Jefan sembari memeluk Risa.
"Yang dibilang Jefan bener Mar, ini bukan salah Rassya toh Rassya juga udah dapet karma nya kan dulu ? Lu lupa dia bener bener kehilangan Aqeela dulu"ujar Kiesha berusaha tenang.
"Jangan ikut campur"ujar Ratu saat melihat Richelle ingin bersuara.
"Jangan memperekeruh suasana Sell"lanjut nya membuat Richelle mendengus sebal.
"Mending sekarang kita ke kantin aja, biarin Rassya sama Aqeela dulu"ujar Dimas melerai pertikaian tersebut.
"Tapi Faraz mau sama Mommy,Daddy, opa"balas Faraz.
"Fariz juga"imbuh Fariz.
"Makan dulu ya, Opa tau kalian belum makan"ajak nya membuat si kembar mau tak mau menuruti ucapan opa mereka.
Sepeninggal nya mereka, tangis Rassya langsung pecah. Ia menggenggam tangan Aqeela.
Ia merasa bahwa ucapan Ammar barusan ada benar nya. Karena kelakuan diri nya anak gadis nya terluka, seandainya diri nya tidak menyakiti Aqeela bahkan sebanyak dua kali, pasti anak anak nya tidak akan mendapat karma nya.
Ia memang belum tahu apa masalah El dengan Syaqeela tapi ia merasa bahwa El melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan dulu. Menyakiti gadis yang ia cintai.
Dan bisa jadi karena hal itu juga, Syaqeela lebih memilih untuk pergi. Padahal nyata nya, umur tidak ada yang tahu, semua sudah ditentukan oleh yang maha kuasa. Tidak ada yang bisa salahkan atau menyalahkan. Semua berjalan sesuai takdir yang telah ditentukan.
"Eungh"lenguh Aqeela.
Aqeela menatap kearah Rassya yang menundukkan kepalanya, bahkan bahu nya bergetar pertanda ia tengah menangis, tak lupa tangan nya di genggam erat oleh Rassya.
"Sya"panggil Aqeela lirih membuat Rassya mendongakkan kepalanya.
"Jangan nangis"lirih Aqeela sembari melap airmata Rassya.
Bukan nya menjawab, Rassya justru langsung memeluk Aqeela erat dan tentunya pelukan tersebut dibalas oleh Aqeela, ia menumpahkan semua nya dibahu Aqeela.
KAMU SEDANG MEMBACA
CLBK (END)
Teen FictionSequel First time DILARANG PLAGIAT !!! DON'T BE DARK READERS !!! Kepanjangan CLBK tuh apa si sebenarnya ??? Cinta Lama Bersemi Kembali atau Cinta Lama Belum Kelar ??? Tolong kalau ada yang tau apa arti CLBK yang sebenarnya kasih tau Syaqeel (Rassya...
