PART 3: KILAS BALIK

135 16 10
                                        

Happy reading♡

° ° ° ° °

Tiga tahun lalu...

SMP merdeka memilih siswa-siswi yang aktif di kelas untuk di ajak membuat ECO Enzyme. Dan kebetulan, Airin termasuk gadis yang cukup aktif di kelasnya. Jadi dia di ajak membuat ECO Enzyme juga.

"Kelompok akan di bagi tiga."

Semua kelompok telah di bagi. Airin mendapatkan kelompok yang sama dengan Ajeng, Nabil, Wawa, Rini, Azka, sumi, Azril, Nagish, dan Argi.

"Argi, ayo tolongin! jangan diam aja," omel Ajeng.

Sedangkan Airin melihat ke arah orang yang bernama 'Argi' tersebut.

Deg

'Ganteng banget,' puji Airin dalam hatinya.

Argi hanya tertawa tak jelas saat di marahi oleh Ajeng. Begitu pun temannya, Azka.

"Kamu, juga Az!" ujar Ajeng. "Contoh Azril dong! jangan niru Argi, dia malas," tambahnya.

"Haleh ... kalo aku malas, gak bakalan aku mau ikut kegiatan ini," sinis Argi.

"Ya, makanya. Ayo tolongin!" seru Ajeng.

"Liat tuh, Airin dari tadi liatin kamu. Pasti dia ngomong dalam hatinya 'cowok kok males'."

Airin yang kepergok sedang melihat Argi pun membuang mukanya.

'ck, ketahuan lagi.' batin Airin.

Argi melihat sekilas ke arah Airin. "Dia liatin aku tuh, karena aku ganteng." Argi menepuk dadanya sombong.

Airin yang mendengar itu pun, langsung memasang muka tidak terima, walaupun itu kenyataannya.

"Sembarangan?!"

"Jujur aja, dek."

Pipi Airin tiba-tiba berubah menjadi merah merona akibat panggilan 'dek' yang di berikan Argi.

'Apa-apaan ini. Kenapa aku jadi salting begini.' gerutu Airin dalam hati.

"Ciee."

Anak-anak yang satu kelompok dengan Airin langsung mengejeknya. Airin seketika kelabakan, bagaimana ini, pikirnya.

***

Pembuatan ECO Enzyme sudah selesai. Airin kembali ke kelasnya, lalu mendatangi meja temannya yang ramai akan perempuan berghibah.

"Aku mau nanya, war?"

"Nanya apa, Rin?

"Kalo jantung deg-degan karena liat lawan jenis itu karena apa?"

"Karena kamu masih hidup lah," jawab Mawar enteng.

"Ih, serius!"

Mawar terkekeh, "oke-oke, mungkin jatuh cinta," jawabnya.

"Hmm."

Airin tampak berpikir, apa mungkin dia jatuh cinta? tetapi, kenapa secepat ini? pertanyaan itu terus berputar di otaknya.

"Emang kenapa kamu, nanya begitu, Rin?" tanya Mawar.

"Enggak apa-apa, nanya aja."

"Kamu suka cowo, ya?"

Muka Airin memerah, "enggak."

"Ciee ... woi, Airin jatuh cinta, nih," teriak Mawar membuat Airin malu setengah mati.

"Ciee." Satu kelas langsung menggoda Airin membuat gadis itu kabur menuju kantin.

***

Brak

Airin tidak sengaja menabrak seseorang di dekat pintu masuk kantin.

"Aduh! maaf-maaf," seru Airin.

Airin merunduk, lalu mengambil sapu tangan di dalam kantung baju seragam sekolahnya. Dia memberikan sapu tangan itu kepada seseorang yang tak sengaja dia tabrak.

Saat mendongakkan wajahnya, Airin terpanah melihat wajah di depannya.

'Bang Argi!?' jerit Airin. Tentu saja di dalam hatinya. Mana berani dia berteriak kencang.

"Ah, iya gapapa."

Argi membersihkan kotoran bekas Es campur di bajunya dengan sapu tangan Airin.

"Duluan, bang."

Airin langsung saja berlari keluar kantin. Dia memutuskan untuk tidak jajan saja. Malu bro, mana harus ketabrak cogan lagi.

***

Sejak kejadian itu, Airin mulai yakin bahwa dia menyukai Argi. Tetapi, saat itu dia tidak berani mengungkapkan perasaannya. Bukan apa-apa, yang di pikirannya itu, mereka masih terlalu kecil. Kan malu di ketawain orang dewasa.

Hingga Argi lulus SMP, Airin masih mencintainya. Tidak ada yang tahu perasaan Airin, sebab dia sangat malas harus di tanya ini-itu oleh temannya. Ah, ada satu orang yang mengetahui perasaan Airin tersebut, yaitu 'ibu' nya.

° ° ° ° °

Pertanyaan Mawar aneh bgt🥴. Kan cewe emang suka cowok gimana sieh😭.

Airin dan KisahnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang