Happy reading♡
° ° ° ° °
Pelantikan OSIS sudah selesai beberapa bulan lalu. Tidak ada kegiatan OSIS selain rapat bulanan dan senam Jum'at pagi yang membuat mereka berkumpul. Dan sejak selesainya pelantikan OSIS, Airin sudah jarang melihat Argi. Dan tentang confess bulan itu, Airin memutuskan pura-pura tidak mengenal Argi untuk menutupi rasa malunya.
Siang ini, setelah pulang sekolah, ada rapat OSIS yang akan di bahas tentang class metting yang akan di selenggarakan senin ini.
"Ulangan akhir semester, udah selesai, kan?" tanya Ajeng. "Nah, gimana, kalo dari Senin sampe Sabtu, kita adain lomba sepak bola ?" Ajeng mengeluarkan pendapatnya.
"Emang boleh, Jeng?"
"Boleh-boleh aja sih, tapi gak tau di kasih izin apa enggak."
Airin tidak terlalu fokus pada rapat OSIS hari ini. Dia hanya memandangi Argi dari jauh, tepatnya di depan Airin duduk. Sedangkan, Argi yang di tatap oleh Airin memandanginya dengan raut bingung.
'tuh, cewek kenapa?' batinnya.
Argi menoleh kepada teman di sampingnya.
"Riz, itu cewek siapa?" bisik Argi.
Lelaki di samping Argi yang semulanya fokus pada rapat mengalihkan fokusnya pada gadis yang di tanya oleh Argi tadi.
"Airin?!" tanya Rizki.
'Airin? Kaya nggak asing?!' batin Argi.
"Tapi, kok, lo nggak kenal?" tanya Rizki. "Bukannya, lo masuk OSIS udah lama?" sambungnya.
"Gue, kan nggak hafal nama-nama anak OSIS," jawab Argi.
"Oh."
Argi kembali menatap ke arah Airin yang masih menatapnya. Dia tersenyum lalu kembali memfokuskan diri pada rapat tersebut.
Sedangkan, Airin, sudah senyum-senyum sendiri dengan pipi yang merona. Astaga, dia benar-benar begitu salting.
'Apakah bang Argi, sudah tahu aku yang mana?' batin Airin.
"Jadi, gimana setuju, nggak?"
"Setuju-setuju aja, sih."
"Ya udah, berarti tinggal nunggu di izinin aja," ucap Ajeng.
"Airin?"
"Eh, iya kak?"
"Kenapa? kok, kakak liat dari tadi ngelamun terus," tanya Ajeng.
"Enggak papa kak."
"Lagi liatin abang OSIS, ya?" goda Ajeng.
Bless
Pipi Airin memerah, "ah, enggak, kok, kak," jawabnya.
"Masa, sih? tadi, kakak liat ngeliatin bang Argi, terus." Ajeng semangkin gencar menggoda Airin.
"Ih, mana ada."
Argi yang melihat hal tersebut hanya mengerutkan dahinya bingung. 'Ini, pada kenapa, sih?' tanyanya dalam hati.
"Iya deh."
***
Rapat OSIS telah selesai. Semua teman-teman OSIS Airin sudah pulang semua. Tersisa Airin, Ajeng, Rizki, dan Argi.
"Gi?"
"Apa, Jeng?"
"Lo anter Airin, ya!" suruh Ajeng.
"Kenapa gak Rizki aja?"
"Rizki kan sama gue," jawab Ajeng.
"Lo sama gue aja, Jeng," ujar Argi.
"Gila, lo! rumah kita enggak searah. Lagian, Rizki tetangga gue," jawab Ajeng.
"Yaudah, deh."
"Airin, gih, naik," suruh Ajeng, kepada Airin yang sedang melihat perdebatan mereka.
"Anu, kak..."
"Udah, Rin, naik aja. Di sini udah nggak ada orang, loh. Kamu gak takut?" tanya Ajeng.
"Tapi, kak..."
"Kenapa lagi, sih? lo kalo gak mau, ya udah, gak usah naik. Gitu aja ribet." Argi yang dari tadi ingin pulang pun, tampak kesal melihat gadis itu.
"Eh, iya kak." Airin lalu bergegas naik ke motor Scoopy milik Argi.
Di perjalanan, Airin tak henti-hentinya menyengir lebar. Dia ingin sekali rasanya memeluk Argi.
'Astaga, Airin. Kenapa kamu jadi kegatelan begini, sih,' gerutunya dalam hati.
"Lo, kenapa dari tadi nyengir?" tanya Argi yang sedari tadi melihat Airin dari kaca spion.
"Anu bang ...."
"Hah? anu?"
"Euhm, itu, anu ...."
"Anu lo, kenapa?"
"Enggak, bukan anu ku kok," jawab Airin panik.
"Lah? lo kalo ngomong yang jelas, dong," kesal Argi.
"Uem, gue pernah ngechat lo, bang," beri tahu Airin.
"Nyekik? kapan lo nyekik gue?" tanya Argi.
"Ada loh, dulu," jawab Airin, "lo, udah save nomor gue, belum bang?" tanyanya.
"Haha ... ada-ada aja, lo bercandanya." Argi hanya terkekeh walaupun dalam hati dia sungguh heran dengan gadis di belakangnya itu.
"Hah? iya bang. Rumah gue ada di jalan Sudirman," jawab Airin.
"Iya tau, gue tau kok, lo cuman bercanda. Santai aja."
° ° ° ° °
KAMU SEDANG MEMBACA
Airin dan Kisahnya
Fiksi Remaja[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.] [UNTUK DIBACA, BUKAN DIPLAGIAT.] [HASIL IMAJINASI SENDIRI.] Warning⚠️: terdapat kata-kata kasar yang tidak untuk ditiru. HAPPY READING♡ Airin menyukai salah satu anggota OSIS. Argi namanya. Argi ganteng, baik dan ramah...
