PART 19: TAMAN

48 6 4
                                        

Happy reading♡

° ° ° ° °

'Rin, mau jalan bareng?'

Begitulah kira-kira pesan yang dikirim oleh Argi untuk Airin beberapa menit lalu. Sekarang Airin tengah dibuat ketar-ketir oleh chat singkat itu.

"Gue harus jawab apa, Ran?" tanya Airin.

Sedangkan Rana sedari tadi dibuat jengah oleh sikap Airin yang selalu mempertanyakan hal itu-itu saja.

"Kan udah gue bilang tadi," jengah Rana.

"Oke-oke. Gue bakalan jawab."

Airin lalu membalas chat tersebut dan setelahnya gadis itu tersenyum.

"Tapi lo mau pake baju apa?" tanya Rana tiba-tiba.

Senyum di wajah Airin memudar begitu saja mendengar pertanyaan Rana. Astaga, bagaimana bisa dia tidak memikirkan baju apa yang harus dipakai.

Baju Airin mungkin banyak, tetapi itu ada di rumahnya semua. Sedangkan Airin saja sekarang tengah menginap di rumah Rana. Belum lagi baju yang dia pakai selama seminggu ini bukanlah baju bagus, tetapi hanya baju rumahan.

"Kenapa enggak bilang dari tadi, sih." Airin dibuat stres karena hal ini.

"Lupa."

"Gimana ini?!" gumam Airin.

Kedua gadis itu tampak berpikir keras. Tak lama kemudian, mereka saling bertatapan lalu tersenyum.

"Gimana kalo pake baju gue aja?" ujar Rana.

"Gue baru mau ngomong itu."

Rana terkekeh. "Udah fiks sih ini, kita emang satu frekuensi."

"Ho'oh."

"Jadi, lo pake baju gue dulu, kan?" tanya Rana.

"Iya."

"Coba tanya Argi mau jam berapa?" kata Rana.

"Oke."

Argi ganteng 😱
Terakhir dilihat hari ini pukul 14.30

Jam berapa, bang?

Lima menit kemudian.

Jam 16.00

Oke
(Read)

"Tai! masa cuman di read, sih? kan dia online," kesal Airin.

Rana mengusap lengan Airin. "Positif thinking aja. Mungkin dia lagi chat cewe," kata gadis itu.

"Tai lo! bikin orang overthinking aja," gerutu Airin.

"Aduh, maaf ya."

"Hmm. Tapi lo harus bantu gue buat dandan yang cantik," kata Airin.

"Boleh-boleh aja, sih. Tapi menurut gue Argi itu tipe cowok yang enggak suka cewe dandan," jawab Rana.

Airin dan KisahnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang