PART 23: MILIK BERDUA

59 4 0
                                        

Happy reading

° ° ° ° °

Malam ini Airin dan Argi pergi ke alun-alun kota. Malam ini terasa begitu menyenangkan bagi kedua sejoli itu. Bagaimana tidak menyenangkan, orang ini adalah hari pertama mereka keluar malam bersama.

"Jadi, kita backstreet, ya?" tanya Airin.

"Iya. Kita kan osis jadi agak sulit kalo harus dipublish," jawab Argi.

Airin tersenyum, "Oke."

Argi membalas senyuman Airin. Tangan lelaki itu kemudian bergerak untuk menautkan tangannya dengan tangan sang kekasih.

"Mau jajan apa?" tanya Argi.

Airin menatap sekeliling, lalu melihat gerobak yang sepi pembeli. "Mau arum manis."

Argi mengangguk. "Ayo ke sana." Lelaki itu lalu menarik tangan Airin dengan lembut.

"Mau beli berapa?" tanya Argi saat sudah di depan dagangan arum manis.

"Satu aja."

"Beli satu, Bang." Argi lalu memberikan uang 10 ribu kepada pedagang itu dan kedua sejoli itu lalu berlalu untuk mencari tempat duduk.

Setelah menemukan tempat duduk. Keduanya lalu duduk di bangku tersebut.

Airin membuka bungkus arum manisnya lalu memakannya dengan lahap dan hal tersebut tak luput dari penglihatan Argi yang membuat lelaki itu tersenyum.

"Suka arum manis, ya?" tanya Argi.

Airin melirik sekilas, "Suka. Gue soalnya suka sama manis." Gadis itu lalu memasukkan lagi arum manisnya ke dalam mulut.

Argi mengangguk-angguk. "Kalo gue lebih suka pedas, sih."

"Gak nanya, sih," ujar Airin.

Berdecak kesal, Argi lalu berkata, "Cuma ngasih tau aja."

Airin terkekeh, "Maaf, deh."

"Hm. Lanjutin aja makannya, gue mau beli minum dulu. Mau minum apa?"

Airin menggeleng. "Gak mau minum, maunya sama kamu terus."

Argi menggigit bibir bawahnya. Lelaki itu tampak menahan senyum yang akan mengembang. Pipinya juga sedikit memerah sampai menjalar ke telinga. Lelaki itu terlihat seperti salah tingkah.

Melihat hal itu, Airin tersenyum mengejek. "Salting kan, lo?" ejeknya.

Berdehem pelan, Argi lalu menjawab, "Saltinglah, kan dibaperin ayang."

Airin membuang muka. "Duh, gue juga jadi salting, nih."

Argi berdehem, "Ya udah, mau minum apa?"

"Sprite."

Argi mengangguk. "Tunggu bentar." Setelah Airin mengiyakan,elaki itu segera pergi untuk membeli minuman yang diminta.

Setelah selesai membeli minum, lelaki itu segera kembali. "Nih." Argi lalu ikut duduk.

"Makasih."

"Ya."

Keheningan terjadi. Kedua sejoli itu diam menikmati angin malam yang sepoi-sepoi dengan pandangan yang lurus ke depan.

"Bang?"

Tanpa menoleh, Argi menjawab. "Ya?"

Airin menatap ke arah Argi. "Kita beneran udah pacaran, ya?"

Argi lantas menoleh ke samping dan pandangan mata mereka bertemu. "Hmm. Kenapa emangnya?"

Menggeleng kecil, Airin lalu berkata, "Gapapa, masih gak nyangka aja."

Argi tersenyum, "Sini," seru lelaki itu yang membuat Airin bergeser mendekatinya.

Secara tiba-tiba, tangan Argi mengusap pucuk kepala Airin dengan lembut dan membawa gadis itu agar bisa bersandar di bahunya.

"Kenapa gak nyangka?"

"Ya, gak nyangka aja. Dulu, waktu SMP gue cuma bisa mandang lo dari jauh." Airin memejamkan mata karena terbawa suasana oleh usapan Argi yang begitu lembut.

"Kalo sekarang?"

Airin membuka matanya dan mengangkat wajahnya untuk menatap mata lelaki yang menjadi kekasihnya itu.

"Kalo sekarang, gue udah bisa natap lo dari dekat dan bisa meluk lo sesukanya," jawab Airin.

"Duh, gue salting, nih," ujar Argi.

"Gapapa, itu emang tujuannya." Airin lalu memeluk erat pinggang kekasihnya itu.

"Hm, ya." Argi membalas pelukan hangat dari kekasihnya.

° ° ° ° °

Airin dan KisahnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang