PART 9: RAZIA DADAKAN

67 9 0
                                        

Happy reading♡

° ° ° ° °

Airin menggerutu di dalam hatinya. Dia ingin sekali mengomeli seseorang yang yang sedang menyetir mobil itu. Bukan tanya sebab, tetapi Reza abangnya tadi sungguh memalukan dirinya di depan Argi.

"Gue sama Argi." Ririn berujar, dan itu membuat Airin kesal.

"Ririn, lo enggak sopan banget," komen Airin.

"Gapapa Rin, dia pengen anunya gede gegara durhaka sama orang tua," celetuk Argi.

Ririn melotot, "sembarangan."

"Bang Argi tau nama gue?" tanya Airin.

"Di kasih tau Rizki," jawab Argi.

Airin berdehem untuk menghilangkan saltingnya. Lalu menggumamkan kata 'oh.'

"Airin ayo pulang." Seorang lelaki dengan kaca mobil terbuka di seberang jalan berteriak memanggil Airin. Dia Reza.

Airin menoleh. Lalu menjawab, "abang ke sini."

Lelaki itu memutarkan mobilnya menuju tempat Airin berada.

"Loh, bapak?" Ajeng terkejut melihat lelaki yang memanggil Airin tadi. Sedangkan Reza hanya tersenyum menanggapi.

"Pak Reza, yang ngajar di SMA Pancasila, kan?" tanya Ajeng memastikan.

"Iya. Kamu kenal saya?"

"Iya pak. Dulu sempat ke SMA itu untuk mengikuti lomba cerdas cermat," jawab Ajeng.

Reza mengangguk-angguk.

Mata pria lajang itu lalu menatap teman-teman OSIS Airin. Lalu dia terfokus pada lelaki yang kulitnya berwarna kuning Langsat dan terlihat manis.

Reza menunjuk lelaki itu dengan tangannya. "Kamu Argi?" tanyanya.

Airin panik seketika. Otaknya ngeblang dan juga tubuhnya mulai kering dingin.

"Iya pak." Argi mengangguk sopan.

"Hmm. Kamu lumayanlah. Tapi masih tampanan saya,"  ujar Reza.

Sedangkan Airin, mukanya seketika memerah. Apa-apaan ini, kenapa abangnya itu jadi adu ketampanan?

'Ck abangku sungguh memalukan,' batin Airin.

Sekarang, di sinilah Airin berada. Di mobil yang sama dengan Reza abangnya.

"Kamu kenapa, sih, dek?" tanya Reza yang sedari tadi memperhatikan Airin.

"Abang ngeselin banget tadi. Aku kan malu sama Argi." Airin menjelaskan kejengkelannya.

Reza mengerutkan keningnya, "malu kenapa?"

"Nanti pasti dia ngomong dalam hatinya 'abang Airin prik banget," cibir Airin.

Reza terbahak. Astaga, Airin ini ada-ada saja. Kalau pun iya Argi ngomong begitu dalam hatinya, itu tidak apa-apa. Reza tak masalah di bicarakan oleh lanang satu itu.

Airin dan KisahnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang