Halo semua, maaf ya baru bisa update sekarang, dan maaf juga kalo kedepannya alurnya bakalan kurang nyambung soalnya dari terakhir update aku udah bingung mau lanjut gimana.
Happy reading♡
° ° ° ° °
Bell sekolah sudah berbunyi dari beberapa menit lalu. Sekarang Airin tengah berjalan bersama Rana menuju parkiran sekolah.
"Rana, gue nginap rumah lo, ya?" Airin tersenyum lebar ke pada Rana setalah berkata seperti itu.
Rana menolah, "Ngapain?"
"Gue takut banget kalo harus balik ke rumah," jelas Airin.
"Jadi, nginap di rumah lo, ya?" izinnya.
"Hmm ... oke. Jangan lupa izin sama keluarga lo dulu!" ujar Rana.
"Siap Rana."
"Kita ke rumah lo dulu atau langsung ke rumah lo?" tanya Rana.
"Rumah lo dulu-" Ucapan Airin terhenti saat seorang lelaki melewatinya dari samping terlebih dahulu.
Senyum Airin mekar dengan wajah yang memerah. "Rana!" seru Airin.
Rana menatap wajah Airin yang memerah. "Kenapa, Rin?" tanyanya. "Lo sakit, ya?"
"Enggak."
"Terus?"
"Badanku bau asem gak, Ran?" tanya Airin.
Rana mengendus-enduskan hidungnya. "Lumayan."
"Aish ... Pasti dia ilfeel." Muka Airin menunjukkan raut kecewa.
"Lo kenapa, sih?" kesal Rana.
Airin memfokuskan pandangannya ke arah lelaki yang melewatinya tadi. Saat Rana menolah ke arah pandangan Airin, dia lalu tersenyum mengejek.
"Oh ... pasti lo suka sama bang Argi, kan?!" Pertanyaan yang di tanyakan Rana terdengar seperti pernyataan.
Raut muka Airin menunjukkan bahwa dia terkejut mendengar perkataan Rana. "Enggak, ya."
"Eits, jujur aja."
"Gak ada, gila kali lo," ngegas Airin.
"Ya udah kalo gak mau jawab." Rana tak ambil pusing. Biar saja itu menjadi urusan Airin.
"Jadi, ini langsung ke rumah gue dulu, kan?" tanya Rana.
"Yups. Kalo lo udah ganti baju, baru ke rumah gue," jawab Airin.
***
"
Rin!" panggil Rana.
"Jangan tidur lo." Rana melihat raut wajah Airin yang kaget dari kaca spionnya.
Airin berdehem. Membuka matanya lebar-lebar agar tidak tertidur, kepalanya malah jatuh ke depan tepat berada di baju bahu Rana.
Rana memberhentikan motor beat-nya. Dia lalu menghadap ke belakang dan melihat Airin yang memejamkan mata.
Memukul helm yang di gunakan Airin, Rana lalu berseru, "lo mau kita kecelakaan dengan lo tidur begini!"
Airin mengangkat kepalanya menatap Rana dengan muka sayu. "Gue gak tidur kok."
"Bukan enggak ... tapi belum," tekan Rana.
Melebarkan matanya, Airin menjawab, "nih, noh ... mata gue udah lebar, nih."
"Halah, paling nanti ngatup lagi, tuh, mata," sahut Rana.
"Enggak." Airin menggeleng lalu matanya terpejam dengan kepala yang rebah ke bawah.
"Eh, eh , eh." Rana memegang kepala Airin yang di balut helm sebelum kepala itu terjatuh.
"Nyusahin banget, sih, lo," gerutu Rana.
Rana kembali memukul lagi kepala Airin dengan tenaga yang lebih kuat, membuat sang empu kaget.
"Astagfirullah ya Allah," kaget Airin.
Sekarang, mata gadis itu benar-benar terbuka lebar dan rasa kantuk yang tadinya menyerang sekarang hilang entah ke mana.
"Nih, ambil." Rana memberikan air minum yang dia punya.
Membuka tutup botol tersebut, Airin lalu meneguk airnya. Hingga tiba-tiba, "bukan buat minum, njir, tapi buat nyuci muka lo biar gak ngantuk," ujar Rana dengan melototkan mata.
Uhuk
Airin tersedak mendengar ucapan tiba-tiba Rana. Gadis itu lalu menatap Rana dengan cengengesan. "Kirain buat minum, hehe~"
"Nyenye."
° ° ° ° °
KAMU SEDANG MEMBACA
Airin dan Kisahnya
Teen Fiction[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.] [UNTUK DIBACA, BUKAN DIPLAGIAT.] [HASIL IMAJINASI SENDIRI.] Warning⚠️: terdapat kata-kata kasar yang tidak untuk ditiru. HAPPY READING♡ Airin menyukai salah satu anggota OSIS. Argi namanya. Argi ganteng, baik dan ramah...
