PART 18: SAINGAN?

53 7 1
                                        

Happy reading♡

° ° ° ° °

Kegiatan class meeting sudah selesai satu hari yang lalu. Kedekatan antara Argi dan Airin membuat seluruh sekolah kaget. Bukan apa-apa, tetapi Argi termasuk orang yang cukup famous di sekolah, sedangkan Airin adalah gadis yang belum banyak dikenal.

"Gila, Rin. Siswi baru kelas gue cakep banget." Dengan terus memasukkan makanannya ke dalam mulut, Argi berkata.

Airin jengah. Mood gadis itu menurun drastis saat dari koridor sekolah sampai ke kantin, Argi terus membicarakan tentang siswi baru di kelasnya.

"Bang, lo tau kan kalo gue suka sama lo?" tanya Airin.

Argi mengangguk. "Tau."

"Terus kenapa bahas cewek lain saat masih ada gue. Gak tau apa gue sakit hati," ujar Airin.

Argi mengangkat wajahnya yang semula menunduk karena makan. Lelaki itu kini menatap wajah Airin dengan serius.

"Sorry," kata lelaki itu.

"Iya. Tapi jangan di ulangi," jawab Airin.

"Iya."

Mereka lalu melanjutkan makannya. Saat sedang asik menikmati makanan, mereka dikagetkan oleh seseorang yang tiba-tiba datang.

"Hai, Argi," sapa orang itu.

Muka Airin langsung menunjukkan raut tak suka saat melihat seseorang yang memanggil Argi. Bukan apa-apa, tetapi Airin merasa bahwa orang di depannya ini adalah salah satu penyebab gagal jadiannya dengan Argi nanti.

Berbeda dengan Airin yang menunjukkan raut tak suka, Argi malah santai-santai saja seperti biasanya dan itu membuat Airin menjadi tambah kesal. Alasan kenapa Airin tambah kesal adalah karena Argi ini termasuk orang yang friendly dan Airin takut gadis di depannya itu baper alias bawa perasaan.

"Kenapa, Lin?" tanya Argi.

"Gue duduk sini, ya," mohon gadis yang dipanggil Lin itu.

Nama gadis itu bukan Lina, tetapi hanya Lin saja. Atau lebih panjangnya Lin Asmiyanti. Gadis ini adalah siswi baru di kelas Argi, itu sebabnya Airin merasa terancam sebab gadis di depannya itu benar-benar cantik.

Menatap sekelilingnya, Argi lalu menoleh kepada Airin untuk meminta jawaban.

Airin menganggukkan kepalanya pertanda setuju. Meski begitu, percayalah hati Airin menjadi terbakar melihat hal tersebut walaupun tidak ada yang aneh.

"Boleh."

Lin lalu mendudukkan bokongnya di sebelah Argi. Tangan gadis itu sedikit mengusap lembut lengan Argi yang malah membuat lelaki itu risi.

Menepis pelan tangan Lin, Argi lalu berkata, "apaan, sih, lo."

Airin menahan tawanya melihat gadis secantik Lin ditolak mentah-mentah oleh Argi. Terlebih lagi, bibir gadis bernama Lin itu di monyongkan yang malah membuatnya terlihat seperti bebek.

Lin menatap sinis Airin. "Apa lo?"

Ngatup mulutnya rapat-rapat agar tidak tertawa, Airin lalu menggeleng pertanda tak apa-apa.

Lin berdecak ke arah samping dan membuat salivanya mengenai wajah Argi.

Mengusap wajahnya, Argi lalu berdiri.

"Ayo, Rin." Argi menautkan jarinya juga jari Airin dan langsung mengajaknya pergi meninggalkan kantin.

Biarlah makanannya tersisa di sana, dari pada dia harus menghadapi gadis yang membuatnya emosi.

"Bang, begitu yang lo suka?" tanya Airin dengan terus mengikuti Argi yang memegang tangannya.

"Kagak jadi suka gue. Keburu ilfeel," jawab Argi.

"Bwahaha~" Airin tertawa kencang, membuat orang di koridor menatap mereka.

Menghentikan tawanya, Airin lalu menatap sekeliling dan sekarang rasanya gadis itu ingin menghilang saja. Bagaimana tidak, semua orang menatap ke arahnya.

"Duh, maaf-maaf." Setelah Airin mengucap itu, gadis itu lalu di tarik Argi menuju kelas lelaki itu.

"Malu-maluin aja, lo," kata Argi setelah melepas genggaman tangan mereka.

Airin tersenyum manis. "Ya maaf."

"Hmm."

° ° ° ° °

Airin dan KisahnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang