- - -
Annabeth berjalan menghampiri Aldrich dengan pandangan sulit diartikan. Sebenarnya jika seperti ini dia semakin ragu untuk membuka perasaannya pada Aldrich. Annabeth tidak menyukai seseorang dengan pendirian yang selalu mengambang diudara tidak jelas sama sekali. Apalagi jika berurusan dengan masa lalu maka sudah dipastikan dia akan lebih baik mundur dari medan perang yang menimpa dirinya. Bukan karena tidak sanggup ataukah apa karena Annabeth tahu jika masa lalu seseorang belum usai maka perasaan mereka juga belum usai.
"Mengapa kau mengajukan pertanyaan yang tidak masuk akal untuk ku dengar?"
"Kau yang menangani dia, Anna. Aku tahu dirimu sesibuk itu tapi dia juga butuh dirimu."
"Kenapa harus aku?"
"Karena aku yakin kau bisa menyembuhkan dia dan membuat Azura membuka matanya."
"Dengar, Aldrich. Aku seorang dokter bagi makhluk yang sama seperti diriku. Jika kau meminta tolong padaku untuk menangani Azura, pilihanmu salah. Aku tidak tahu apapun soal pengobatan disini." Aldrich terdiam. Ia menatap Annabeth dengan raut kecewa. Annabeth tersenyum.
"Aku hanya menyuruhmu untuk membuat dia sembuh dan bangun dari rasa sakitnya saja, love. Apakah salah?"
"Tidak, tindakan mu tidak salah. Meskipun begitu jawabanku tetap sama, Aldrich." Aldrich semakin menatap Annabeth dengan raut yang sulit ditebak.
"Begitukah? Jika seperti itu kau seorang yang tidak professional sama sekali, Annabeth." Annabeth tersenyum tipis.
"Aku tahu wanita yang terbaring diranjangmu adalah wanita yang berharga untukmu, Al. Tapi tetap saja sebaiknya kau mengundang seorang dokter yang terbiasa menangani hal ini."
"Dia tidak lagi seorang yang berharga bagiku. Kau juga terbiasa mengobati seseorang seperti itu. Kau lihat sendiri Azura sekarat tapi kenapa kau tidak mau menolongnya, Anna?"
"Aku ingin tapi aku tidak bisa menyembuhkan dia secepat dokter disini, Aldrich." Annabeth tidak mengindahkan kalimat pertama yang Aldrich ucapkan. Jika wanita itu sudah tidak berharga mengapa pria itu harus mengemis seperti ini dihadapan dirinya.
"Jika kau yakin kau pasti bisa. Kau akan tinggal disini hingga Azura sembuh kembali." Annabeth menatap pria itu tajam. Dia tidak habis pikir dengan apa yang pria itu katakan. Annabeth semakin membenci pria itu.
"Kau tidak bisa membuatku tinggal disini hanya untuk menolong satu nyawa saja, Aldrich. Apakah kau tidak memikirkan berapa banyak nyawa yang akan hilang hanya karena aku berada disini?"
"Mereka akan menangani pasienmu, Annabeth. Aku pemilik tempat kerjamu. Aku akan mengatakan pada mereka jika semua pasien akan dipindahkan ke dokter yang memiliki jabatan yang sama denganmu."
"Kenapa kau seenak jidat memindahkan mereka ke dokter lain? Bukankah perlakuanmu terlalu berlebihan jika dilihat sekarang?" Aldrich menggeram.
"Tidak ada yang berlebihan, Anna. Aku tidak butuh pendapat darimu sekarang. Kau tidak akan kembali ke dunia mu hingga Azura bangun. Aku minta tolong padamu, Anna." Annabeth menatap pria itu tajam lalu pergi dari sana.
"Kau orang yang keras kepala. Aku akan mengusahakannya kalau begitu. Jika Azura sudah sembuh sepenuhnya aku tidak mau bertemu denganmu sama sekali."
"Kita mate, Anna. Bagaimana kau bisa mengatakan kalau tidak ingin bertemu denganku sama sekali?"
"Aku tidak suka dengan orang yang masih terjerat masa lalunya."
Annabeth berjalan menjauhi Aldrich. Dia harus menenangkan dirinya sebenarnya dia memikirkan apa yang akan dia lakukan disini nantinya. Ia mendudukan diri di sofa yang ada diruang santai sambil memijit pangkal hidung. Kepalanya serasa ingin pecah sekarang. Jika ia bisa memundurkan waktu dia tidak akan ikut kakaknya ke rumah keluarga Lightwood.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mate is a Doctor
Manusia SerigalaFantasy story || Werewolf story Siapa yang tak kenal Aldrich Richardo Lightwood. Alpha terkuat dan terkejam di seluruh dataran Amerika. Tak hanya itu ia juga sangat membenci manusia. Apa jadinya jika moon goddess menakdirkan dirinya harus berpasanga...
