- - -
Annabeth sekarang sudah tiba di apartment. Ia segera mengeluarkan barang-barang yang telah di beli. Dengan gerakan yang cekatan dia menaruh bahan makanan tersebut pada tempat yang sudah disediakan. Tak sampai lama akhirnya bahan makanan tersebut tersusun dengan rapi.
Sekarang ia tengah menuju ke kamarnya untuk mengganti pakaian yang ia kenakan menjadi pakaian yang lebih nyaman. Kemudian di susul dengan merebahkan dirinya ke kasur. Hari ini cuaca benar-benar panas sekali bahkan rasanya ia malas beraktifitas. Padahal banyak sekali email dan laporan yang belum ia selesaikan. Berjam-jam ia berada di atas tempat tidur tanpa melakukan apapun.
Ia segera bangkit menuju ke arah meja kerja miliknya yang berada di kamar. Menekan tombol on dan memulai pekerjaan yang belum terselesaikan, di awali dengan membuka email-email yang masuk untuknya disusul dengan mengerjakan laporan-laporan hasil medis pasiennya.
Setelah sekian jam akhirnya laporan tersebut terselesaikan. Ia melihat jam yang berada di dinding kamarnya, sekarang sudah siang pantas saja matahari juga semakin terik. Ia beranjak menuju ke arah dapur untuk memasak menu makan siangnya. Setelah sampai dapur, ia mengambil ponselnya untuk melihat-lihat berbagai resep pada internet akhirnya ia memutuskan untuk membuat macaroni cheese.
Akhirnya macaroni cheese siap untuk dimakan. Ia segera membawa makanan dan juga air putih yang ia ambil dari kulkas tersebut menuju sofa miliknya sambil menonton sebuah acara.
- - -
Aldrich sekarang tengah berkutat pada berkas-berkas miliknya. Baginya semua hari itu sama dan tak ada yang namanya hari libur. Ia sekarang tengah fokus mengerjakan berkas-berkas tersebut tetapi fokus tersebut menghilang di karenakan pintu tersebut terketuk dengan suara kencang. Pintu terbuka menampakkan adik laki-lakinya Leon.
"Hai, brother."
"Mengapa kau disini? Bukannya sudah ku suruh kau untuk mengurus perusahaanku!" Ujarnya tanpa melihat ke arah Leon, ia masih saja terpaku ke arah berkas-berkas itu.
"Aku butuh hari libur, brother. Vacation day!"
"Siapa yang menjaga perusahaan?"
"Dad. Dia pergi ke dunia manusia jadi dad yang menjaga perusahaan sedangkan mom dia akan tinggal di sini selama dad masih berada di dunia manusia." Ku jawab hanya deheman
"Kapan mom akan kemari?" Tanyaku kemudian.
"Lusa. Brother, apakah kau tak punya air, aku haus karena menjawab semua pertanyaanmu." Ucapnya dengan puppy eyes.
Aku segera memindlink kepala maid di rumahku untuk membuatkan minuman untuk ku dan juga Leon. Sekarang Leon tengah duduk sambil bersandar di sofa milik Aldrich yang berada di dalam ruang kerja. Sedangkan Aldrich masih melakukan kegiatan yang sama. Pintupun terketuk menampilkan maid miliknya untuk mengantarkan minuman. Selang beberapa detik setelah kepergian maidnya pintu kembali terketuk menampilkan Roberto.
"Selamat siang, Alpha."
"Hm."
"Saya kesini untuk memberikan laporan yang kemarin anda minta."
"Beritahukan padaku sekarang!" Ucapnya dengan suara Alpha tone. Leon yang tadinya bersandar sekarang tengah duduk tegap sambil mengamati kedua orang tersebut.
"Menurut informasi yang saya dapat gadis tersebut memiliki nama Annabeth Eloise Horisson. Ia lahir di London. Ia memiliki 2 kakak laki-laki bernama Bennedict Lewis Horisson dan Sean Skyler Horisson. Nama ayahnya Richard Horisson sedangkan nama Ibunya Winter Horisson. Ia tumbuh dan tinggal di London bersama keluarganya pada saat masih kecil tapi pada saat sudah dewasa ia memutuskan untuk berkuliah di Amerika dan tinggal di Amerika. Dalam info yang saya dapatkan ia juga berprofesi sebagai dokter bedah di salah satu rumah sakit dan juga ia mendapat gelar sebagai lulusan terbaik pada saat mengambil pendidikan jurusan kedokteran. Ini foto yang saya dapatkan, Alpha. Oh iya, dia juga tinggal di gedung apartment milik anda, Alpha." Roberto menyerahkan foto tersebut kepada Aldrich.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mate is a Doctor
WerewolfFantasy story || Werewolf story Siapa yang tak kenal Aldrich Richardo Lightwood. Alpha terkuat dan terkejam di seluruh dataran Amerika. Tak hanya itu ia juga sangat membenci manusia. Apa jadinya jika moon goddess menakdirkan dirinya harus berpasanga...
