Hai gimana kabar kalian?, maaf ya author lama update nya:)
~~~
Jika kau bertanya kabar hatiku?
Tentu saja, jawabannya tak baik
Bagimana dengan keadaan hatimu?
Ha..ha..ha aku rasa lebih baik dariku
~~~
Annabeth melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana dr. Franke berada. Setelah sampai ia mengetuk pintu berwarna biru tersebut. Sampai sang empu pemilik ruangan tersebut mengizinkannya untuk masuk.
"Selamat pagi Anna. Bagaimana kabarmu?"
"Baik, tentu saja dr. Franke. Ada perlu apa anda memanggil saya kemari?"
"Silahkan duduk terlebih dahulu."
"Terimakasih. Bisa anda jelaskan sekarang?"
"Tentu saja Anna. Orang yang membutuhkan bimbinganmu akan datang hari ini. Ia tengah menuju kemari." Aku membalas perkataan tersebut dengan anggukan.
Selang beberapa menit pintu biru tersebut kembali terketuk. Pintu terbuka dan memunculkan sosok wanita cantik dengan rambut blonde berkilaunya.
"Oh, dr. George silahkan duduk. Perkenalkan dia dr. George, dokter baru yang akan bekerja disini. Dan untuk dr. George ini dr. Horisson, orang yang akan membimbingmu jika kau mendapat kesulitan tentang suatu hal."
"Hai, namaku Jesse Hailey George, panggil saja Jesse atau dr. George." ucapnya sambil tersenyum
"Annabeth Eloise Horisson. Panggil saja Anna." Ujarku sambil menjabat tangannya.
"Karena kalian sudah mengenal maka aku akan memberikan name tag mu serta list para pasienmu. Selamat bekerja dr. George. Dan untuk mu Anna tolong antarkan ia ke ruangan tempat ia bekerja." Ku balas hanya anggukan saja.
Kami segera undur diri untuk melanjutkan pekerjaanku. Sebelum melanjutkan pekerjaanku, aku harus mengantarkan dia terlebih dahulu ke ruangannya. Setelah berjalan melewati beberapa ruangan dan tentu saja lorong serta pilar, kami akhirnya tiba di depan ruangan tersebut.
"Ini ruanganmu. Jika ada sesuatu jangan sungkan untuk bertanya padaku. Selamat bekerja." Ujarku kemudian meninggalkannya.
"Auranya benar-benar luar biasa. Pantas saja banyak orang mengidolakan dia!" Ujar Jesse dengan nada sedikit berteriak kegirangan.
Annabeth segera mengarahkan dirinya untuk pergi ke ruangan tempat ia bekerja. Ia segera duduk di kursi kerjannya tak lama terdengar ketukan pintu
Tokk....tokk.....tokk
"Permisi dr. Horisson, saya ingin memberitahukan jadwal anda. Serta data yang anda minta tadi."
"Masuklah."
"Ini data-data yang anda minta. Serta anda memiliki jadwal operasi 1 jam lagi. Saya permisi"
"Baiklah, terimakasih."
- - -
Aldrich masih sama ditempat semalam. Ia baru saja bangun dari tidurnya. Tidur apanya, ini sama saja disebut tak tidur. Ia bahkan baru saja memejamkan matanya 3 jam yang lalu.
Ia kembali melihat berkas-berkas yang berada di meja kerjanya. Berkas yang telah menumpuk sedari kemarin. Tiba-tiba pintu terketuk menampakan maid yang bekerja di penthouse nya.
"Permisi tuan muda, sarapan anda sudah siap."
"Ya."
Maid tersebut segera membungkuk dan meninggalkan ruang kerjaku. Aku segera bangkit dari duduk ku menuju ke arah ruang makan. Di sana sudah terdapat Leon adik ku. Ia tengah mengolesi rotinya dengan selai kacang.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mate is a Doctor
WerewolfFantasy story || Werewolf story Siapa yang tak kenal Aldrich Richardo Lightwood. Alpha terkuat dan terkejam di seluruh dataran Amerika. Tak hanya itu ia juga sangat membenci manusia. Apa jadinya jika moon goddess menakdirkan dirinya harus berpasanga...
