WY - 3

234K 28K 5.1K
                                        

Follow IG  : @aloisiatherin
Tiktok : @authornyacici


Notif & info cerita akan ku share di Ig

RAMAIKAN CERITA INI DI IG & TIKTOK KALIAN YUK!

Sebelum baca, lebih baik follow wp authornya dulu, AloisiaTherin

Sebelum baca, lebih baik follow wp authornya dulu, AloisiaTherin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Haidar mengetuk pelan pintu kamar Stella yang masih tertutup.

Tok tok tok!

"Stella, bisa tolong buka pintunya?" Lirih Haidar sembari terus mengetuk pintu kamar yang terkunci itu.

"Stella, saya minta tolong buka pintunya. Aba dan Uma kamu sebentar lagi bangun." Tutur Haidar.

Tangan Haidar tak hentinya mengetuk pintu kamar Stella. Ia sangat berharap pintu itu lekas terbuka, agar kedua mertuanya tidak menemukan dirinya yang nampak mengenaskan berdiri di depan pintu kamar istrinya.

"Stella, saya diluar. Jangan sampai Aba dan Uma melihat saya tidur di luar, bukan di dalam kamar kamu."

Tak lama pintu terbuka, menampilkan Stella dalam balutan baju tidur terbukanya.

"Masyaallah! Astagfirullah!" Haidar memekik sembari menutup matanya menggunakan telapak tangan.

Stella menggaruk lehernya yang gatal sembari mengecap, sesekali bibirnya menguap, akibat rasa kantuk yang tak bisa ia tahan.

"Apaan sih, anjir! Bawel banget lo! Gak liat apa gue lagi tidur?!"

Stella menggerutu dengan mata terpejam. Bibirnya ingin mengomel panjang lebar, tapi rasa kantuk dan malas lebih mendominasi.

"Maaf. Sa-saya, Astagfirullah hal adzim!" Haidar beristigfar, ketika Stella dengan santai menggaruk pahanya yang terbuka.

"Lo tidur dimana semalem?" Stella pada akhirnya mempersilahkan Haidar untuk masuk ke dalam.

Menurutnya lebih baik pria itu masuk, dari pada Aba dan Uma benar benar menemukan pria itu ada di luar kamarnya, dan berakhir dia yang diberi wejangan hingga telinganya panas.

"Di depan pintu." Jawab Haidar sembari berjalan ke dekat sofa kamar Stella untuk mengambil koper miliknya yang digeletakkan oleh Uma Sahara disana, kemarin sore.

Semalam Haidar tidur terduduk di samping pintu kamar Stella sembari menyender pada tembok.

Ia juga mendengar segala umpatan kasar dan makian yang ditujukan pada dirinya, ketika gadis itu berbincang di telepon entah dengan siapa.

With You [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang