WY - 26

119K 17.4K 3.4K
                                    

Chapter kemarin sepi :( sedih banget 😭

Up sering loh padal 🥺

Semoga besok bisa 23K followers ya.. AloisiaTherin

Yok chapter ini ramaikan lagi! 🥰🥰

Jangan lupa follow:
IG : @aloisiatherin
Tik tok : @auhtornyacici

IG RP : @
Samudera.haidar.ganteng
Stella.aziya

Stella menjatuhkan tubuhnya di atas sofa empuk depan televisi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Stella menjatuhkan tubuhnya di atas sofa empuk depan televisi. Ia melepas kedua kaos kaki lalu melemparkannya ke sembarang arah.

"MEW!!"

Stelli yang kebetulan menjadi korban lemparan kaos kaki busuk Stella pun mengeong keras.

Ia enak-enak tidur di atas lantai yang dingin, tapi tiba-tiba saja dihujam oleh kaos kaki milik Stella yang sudah 4 hari tidak di cuci.

"Meoww!!" Stelli mengeong kencang.

Kuku kuku kucing itu sudah keluar seolah siap untuk menerkam Stella.

Stella yang menyadari suara Stelli lantas sedikit menegakkan badan. Kepalanya lalu menoleh ke belakang.

Matanya langsung menemukan Stelli yang sudah menunjukan kedua taring giginya.

"Heh! Istri kedua! Berani lo ngelawan gue?!" Tantang Stella dengan tampang tengil.

Kepalanya yang hanya menyundul dari balik sofa dengan tampang sok membuat Stelli kian geram.

Meskipun dia kucing, tapi kucing juga punya rasa kesal, ya!

"Gghhrr!!" Stelli menggeram. Bulunya sudah naik, ekornya berdiri tegak.

"Wah, wah wah, berani lo ama gue? Kualat lo, ya! Gue do'ain lo nyebur ke jamban!"

Sumpah serapah mulai keluar dari bibir Stella yang memang suka nyeplos sembarangan.

"Apa lo?! Sini, maju!" Tantang Stella.

Kini, wanita itu sudah berdiri dengan tangan berkacak pinggang. Lengan bajunya sudah digulung sampai ketiak.

"MEWW!!"
"SERANGG!!"

Dan itulah detik-detik sebelum keduanya bekerja sama mengacaukan rumah bak kapal pecah, demi memenangkan pertarungan diantara mereka.

***

"Assalamu'alaikum Stell—" Ucapan Haidar tersendat, saat ia melihat keadaan rumah seperti sehabis terkena guncangan gempa berskala besar.

"Astagfirullah, hal, adzim..." Haidar menatap miris kondisi dalam rumahnya.

Tubuhnya merosot di depan pintu, meratapi keadaan rumahnya sekarang.

With You [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang