WY - 44

91.6K 15.3K 6.3K
                                        

Siapa yg gak sabar peluk Haidar & Stella? Eits, di ig @penerbit.romancious udah ada harganya lho! 🧐😍

Target next Chapter : Komen sampai 250 komentar di postingan instagram Cici bersama Romancious yang ini 😍

Target next Chapter : Komen sampai 250 komentar di postingan instagram Cici bersama Romancious yang ini 😍

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Yok, penuhin yok! Biar cici cepet update! 😍😍

Pagi pagi sekali, Stella di kejutkan oleh kedatangan Jolin yang tiba tiba saja duduk di atas kursi makan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pagi pagi sekali, Stella di kejutkan oleh kedatangan Jolin yang tiba tiba saja duduk di atas kursi makan.

Stella baru bangun pukul sepuluh. Tadi setelah sholat subuh Stella kembali tidur karena matanya sangat mengantuk.

"Ni anak ngapain disini?" Tanya Stella pada Haidar yang sedang memasak sembari menunjuk Jolin.

"Selamat pagi istriku," Sapa Haidar dengan senyum cerah seperti biasanya.

Belum sempat Stella menyahut Jolin langsung menyela dengan suara cadelnya.

"Ich, ich, ich anak cewek kok bangunya jam cegini!" Sindir Jolin.

Gadis itu terlihat sedang menikmati sempol ayam yang sepertinya dibuat oleh Haidar, karena di atas meja makan terdapat piring yang terisi penuh oleh tusuk sempol.

"Heh, ngapain disini?" Tanya Stella seraya menarik kursi di sebelah Jolin untuk ia gunakan duduk.

Jolin menelan makanannya terlebih dahulu, sebelum menoleh, mendongak pada Stella yang menatapnya sinis.

"Lagi ngabisin macanan om plik, tante cekci." Ujarnya dengan cadel.

"Dih!" Ketus Stella.

"Ngapain anak asem ini disini?" Tanya Stella sembari mengambil satu tusuk sempol untuk mengganjal perutnya yang lapar.

"Tadi dia di depan menemani Stelli yang masih menunggu Haidar pulang, Stella.. Jadi saya mengajak Jolin masuk."

"Hah? Emang sejak kapan ni anak nemenin Stelli?"

"Saya tidak tau, tapi saat saya pulang dari pasar, Jolin sudah berjongkok bersama sepeda roda enamnya di sebelah Stelli."

Stella melirik Jolin yang memakan sempol dengan lahap, seolah kelaparan.

With You [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang