WY - 4

189K 28.3K 6.7K
                                    

Sebelum baca, follow dulu. Banyak yg bilang gak ada notif ❣️

AloisiaTherin

Ig  : @aloisiatherin
Tiktok : @auhtornyacici

Notif info dan update ku share di ig, sedangkan spoiler ada di tiktok ❣️

JANGAN LUPA UNTUK SHARE CERITA INI DI SOSMED KALIAN YUK!

Stella bersendawa keras, setelah menandaskan semua makanan yang tadi dibawah Haidar ke kamarnya, untuk ia makan sebagai sarapan pagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Stella bersendawa keras, setelah menandaskan semua makanan yang tadi dibawah Haidar ke kamarnya, untuk ia makan sebagai sarapan pagi.

Sembari menyender di sofa, Stella mengusap perutnya yang terasa sangat kenyant.

"Duh, kekenyangan gue. Pen mual." Tutur Stella setengah menggumam.

"Alhamdulillah.. Kalau kenyang ngomong alhamdulillah, Stella." Tutur Haidar dengan lembut.

Pria itu duduk di pinggir ranjang Stella, menghadap ke arah Stella yang terduduk di sofa.

"Apaan sih! Mulut mulut gue!" Ketus Stella, dengan lirikan tajam pada Haidar.

Haidar mengulum bibirnya ke dalam. Ia masih bingung, harus menuturi Stella seperti apa. Haruskah ia memanggil Stella dengan sebutan, istri ku? Atau sayang?

"Lo kenapa sih, mau nikah sama gue? Kenapa gak cari ukhtea — ukhtea aja?" Nada sarkas terdengar dari bibir plum Stella.

Haidar mendongak, menatap Stella yang memandangnya jengah.

"Orang tua saya meninggal ketika saya masih SMA, dan almarhumah ayah saya menitipkan saya pada Aba Sagara, Aba kamu." Jawab Haidar.

"Ohh, jadi lo balas budi gitu? Dengan ngawinin gue?"

"Menikah, Stella.."

"Gue lebih suka bahasa kawin dari pada nikah. Gausah protes lo! Mulut mulut gue! Ya suka suka gue!" Ketus Stella.

Stella menekuk satu kakinya ke atas, membuat duduknya persis seperti pria di warung tongkrongan.

Haidar ingin menegur, namun Stella langsung menyela. "Gausah ceramah kayak Uma gue. Buat gue gak betah di rumah aja, lo pada!"

"Sekarang waktunya gue nyidang lo!" Kata Stella, membuat Haidar menatap Stella kebingungan.

"Gue udah tau, alasan lo ngawinin gue. Sekarang gue tanya, sebagai calon istri yang tidak baik, gue harus tau letak kelemahan lo, plus titik kesabaran lo sampek mana." Perkataan Stella membuat Haidar mengulum bibir.

Baru kali ini, ada wanita unik yang tidak ingin menjadi istrinya. Asal kalian tau, banyak lamaran dari orang tua wanita di luar sana yang Haidar tolak, supaya ia bisa menikahi Stella, anak dari orang tua baik hati yang telah membuatnya menjadi sosok sukses sampai sekarang.

With You [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang