WY - 25

141K 18.5K 2.9K
                                        

Terimakasih yg sudah memberi kritikan dan saran baiknya 😊


Cuman mau bilang, jangan lupa ramein. Biar mood balik lagi. 😎

"Kanan sedikit, Stella

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kanan sedikit, Stella."

"Kiri, kiri."

"Iya, begitu, tapi bisa ke atas sedikit?"

"Berhenti,— sepertinya agak ke bawah sedikit."

"Asu." Sahut Stella, saat Haidar terus saja memberikan arahan.

Haidar mengulum bibir ke dalam. Ia menunduk, sembari memainkan kancing kemeja yang dikenakannya.

Rautnya mirip Stelli yang habis dimarahi Haidar setelah ketahuan mencuri ayam goreng.

"Lo yang bener kalo ngasih arahan. Kanan ya kanan. Atas ya atas." Tutur Stella dengan nada kesal.

"Saya hanya memberikan arahan yang baik dan benar, Stella. Agar foto formal saya terlihat tampan." Jawab Haidar.

"Masalahnya ini udah jam sebelas malem ya. Udah jam sebelas. Dan lo nyuruh gue jadi kang foto mendadak."

Haidar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia merasa bersalah sekarang.

Ya, dirinya memberikan Stella hukuman berupa menjadi istri yang baik dan penurut selama semalam ini saja.

"Lo nyuruh gue jadi istri yang penurut ya, bukan kang foto formal." Imbuh Stella lagi.

Bagaimana tidak kesal, hampir satu jam setengah, belum ada satu jepretan foto pun yang cocok menurut Haidar.

Dan sudah lebih dari lima menit Haidar habiskan untuk menyuruhnya berganti posisi memotret, tanpa satu jepretan yang berhasil ia abadikan.

"Saya merasa angle nya kurang pas, Stella."

"Angle pala lo! Emang lo aja yang suka buat gue emosi!" Sahut Stella cepat.

"Lo nyuruh gue ke kanan, trus ke kiri, trus lo suruh agak bawah, habis itu lo suruh agak ke atas lagi. Itu sama aja posisi balik ke semula, suami prik!" Lanjut Stella.

Haidar menghembuskan nafasnya. "Saya hanya ingin terlihat keren disamping ayam-ayam saya nantinya, Stella."

Wajah Haidar saat berkata itu nampak di melas-melaskan. Sepertinya, Haidar mulai mempraktekan akting para pemain channel ikan terbang.

"Allahuakbar!" Stella mengacak rambutnya dengan gerakan kasar.

"Emang mau lo buat apa sih, mau lo buat apaan?!" Tanya Stella dengan gemas.

Haidar tersenyum aneh. Senyumnya lebih mirip senyum Stelli yang nampak menyebalkan.

"Mau saya jadikan banner besar. Sekalian nanti saya pasang di baliho perempatan." Jawab Haidar dengan bangga.

With You [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang