Fingertip 33

84 14 0
                                    

Sekilas, Lyra dapat melihat bahwa Sean memakai baju berwarna kuning yang sangat cocok dengan mahkota dan berbagai perhiasan yang mengelilingi dirinya. Dengan sebuah jas berwarna coklat yang dapat dipastikan harganya sangat mahal.

Saat melihat dirinya sekilas tadi, rasanya Lyra ingin pingsan ditempat saja karena melihatnya yang jauh lebih tampan ketika memakai pakaian seperti itu, menambah nilai ++ kepada Lyra yang melihatnya.

Dirinya tersadar dari lamunan ketika mendengar suara tawa Sean yang menggelegar.

"Santai saja, aku akan pergi sekarang. Jadi nikmati saja acara mandimu sampai puas," ucap Sean singkat, kemudian berbalik untuk keluar dari ruangan.

Melihat Sang Raja berbalik untuk pergi, Lyra bernapas lega. Dirinya juga berbalik untuk masuk ke dalam kolam pemandian, namun ketika ia berbalik, dirinya terpeleset karena berdiri di tepi lantai kolam yang licin.

Lyra pikir, kepalanya akan jatuh dan dirinya akan berdarah. Dirinya sudah menutup mata, bersiap untuk kemungkinan kemungkinan buruk yang akan menimpanya.

Namun sebelum kepalanya mencapai lantai, Lyra merasakan sebuah pasang tangan yang menopang di leher dan pinggang rampingnya.

Satu detik, dua detik, tiga detik.

Lyra masih juga belum membuka matanya. Sean mengerutkan keningnya.

Dibaringkannya Lyra ke lantai yang sebelumnya sedang ia gendong. Dirinya menepuk-nepuk pipi Lyra dengan lembut.

"Lyra," panggil Sean mulai panik saat tidak ada respon dari Lyra.

"Yang Mulia, sepertinya dia pingsan."

Flasback off

Begitulah ceritanya kawan kawan. Setelah diriku sadar, aku sudah berbaring di tempat tidur yang nyaman ini dan telah berganti pakaian.

Aku tidak khawatir, sih. Katanya yang menggantikan pakaianku itu para pelayan. Jadi aku bernapas lega saat mendengarnya dari mulut Sean sendiri setelah beberapa menit setelah aku sadar dari pingsan.

Dan ternyata kakiku juga terkilir lumayan parah, saat terpeleset tadi.

Aku menarik selimutku ke atas, kemudian memejamkan mata dan berusaha untuk tertidur.

Huh, doakan saja besok aku sudah bisa berjalan kembali, ya gais.

*
*
*

Di sisi lain pada jam yang sama. Seorang lelaki memacu kudanya dengan kecepatan yang hampir menyamai kecepatan kilat. Bebarengan dengan suara petir yang kian menggelegar dan hujan yang tutun semakin deras, pria itu juga melajukan kudanya semakin brutal.

Di belakangnya, terdapat lima sampai delapan ekor serigala yang sedang mengejarnya dengan tatapan lapar dan ganas.

Pria itu tak bisa berhenti. Karena jika ia berhenti sekarang, maka dapat di pastikan kalau dia akan menjadi makanan bagi serigala serigala yang sedang kelaparan tersebut.

Pria itu menajamkan matanya dan melihat sekitar. Ekspresinya tak kalah ganas dari para serigala tersebut.

Namun di dalam pikirannya sekarang adalah kenapa serigala itu bisa disini?

Sementara serigala adalah hewan yang dilindungi oleh Kerajaan Equinox dan pastinya tidak akan berkeliaran di hutan seperti saat ini.

Apakah ada orang yang sengaja melepaskan mereka? Tapi apa tujuan mereka?

Zion yang berada di dalam pikirannya pun menjadi lengah untuk sesaat. Kuda yang ia tumpangi terpeleset dan dirinya pun jatuh menabrak pohon karena tanah yang licin dan hujan yang sedang datang saat ini.

FINGERTIP✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang