31

51 8 0
                                        

Kusarankan untuk 2 chapter ini (31 dan 32) coba sambil puter lagu heize - can you see my heart .. biar lebih ngefeel 😊🥺🥺🥺
Happy reading ..
Jangan lupa vote yaaaa

.
.
.

Kim taehyung menggigit bibirnya, gesturnya memperlihatkan jika dia terlihat sangat gelisah. Ia berkali-kali menelepon Chaekyung tidak tersambung, begitupun dengan Min yoongi.

Saat pertama kalinya kabar Min yoongi menjalani operasi bahu mencuat ke permukaan. Chaekyung menelepon taehyung dengan suara bergetar, meminta diantarkan ke rumah sakit. Tapi Taehyung melarangnya, bukan tanpa alasan, tapi memang penjagaannya pun sedikit ketat. Hyung nya benar-benar tidak diizininkan dikunjungi banyak tamu.

Saat sedang break syuting tadi, chaekyung meneleponnya lagi dengan suara terdengar putus asa. Gadis itu memaksanya meminta alamat yoongi hyung, karena sedang melihat siaran vlive hyung nya yang mengatakan dia sudah lebih baik. Meski sudah berkali-kali taehyung mengatakan untuk menunggunya sampai ia ada waktu untuk mengantar chaekyung menemui yoongi hyung, tapi gadis itu bersikeras mengatakan tidak apa-apa pergi seorang diri.

Taehyung menghela nafas, menurunkan ponselnya, lalu mengantonginya. Pria itu tersenyum tipis, mungkin mereka berdua sekarang sudah bertemu dan saling mengungkapkan kerinduan masing-masing. Meskipun dadanya sesak, tapi taehyung bersyukur jika semua itu terjadi. Chaekyung berhak bahagia, begitupun yoongi hyung.

Sudah hampir 1 bulan taehyung tidak bertemu dengan chaekyung. Taehyung rindu, dalam hati ia berjanji akan menanyakan bagaimana pertemuannya dengan yoongi hyung saat bertemu nanti.

-***-

Suara pintu apartemen terbuka dari luar terdengar oleh Semi yang terlihat sangat gelisah melakukan panggilan. Minjae yang berada dekat dengan pintu apartemen terlihat tergesa menghampiri pintu itu. Lalu keduanya terkejut melihat wajah chaekyung, gadis itu terlihat benar-benar berantakan. Hidung memerah entah menahan hawa dingin ataupun entah karena terlalu banyak menangis. Sorot mata sayu dan kelopak mata yang terlihat merah membengkak, bibir sedikit pucat meninggalkan bekas darah mengering.

"Chaekyung-ah, Apa yang terjadi ? Kenapa kau pergi kesana sendiri, eoh?" tanya Minjae seraya menghampiri dan memegang bahu chaekyung.

Hening. Perlahan chaekyung mengangat wajahnya menatap minjae, nafas dan dadanya benar-benar sesak.

"Kenapa semua tidak berjalan seperti yang kuharapkan? Kenapa ? Padahal aku sudah berusaha keras, tapi kenapa seperti ini ? memangnya apa salahku ?" Tangisnya benar-benar pecah tidak tertahankan.

"Apa salahku minjae-ya?" ucapnya lagi "Aku bahkan berusaha tidak jatuh cinta pada taehyung, aku bahkan menyakiti hatinya, aku bahkan hanya memberikan seluruh hatiku untuk yoongi oppa, tapi kenapa seperti ini?" Suara chaekyung bergetar terdengar memilukan.

Minjae mendekap erat chaekyung, mengusap punggungnya "Aniya, kau tidak salah apa-apa, Jangan menangis"

Semi melangkah menghampiri chaekyung dan minjae, ia melepaskan pelukan minjae, menghapus air mata chaekyung.

"Chaekyung-ah, Apa kau tahu ? Aku selalu mengingat pertama kali melihatmu, kau terlihat berdiri di ujung atap sekolah, aku tak tahu apa yang menimpamu, aku tak tahu apa yang terjadi denganmu saat itu. Tapi aku bersyukur karena Aku menarikmu saat kau akan menjatuhkan dirimu kebawah. Aku tak mengerti dengan semua masalahmu tapi aku menangis untukmu saat itu. Setelah itu, Aku terus berusaha mendekatimu walau kau tak mudah untuk di dekati. Dan kau tahu, aku mengikutimu saat kau pergi ke makam ayahmu dan menumpahkan tangismu disana, saat itu aku mengerti satu hal bahwa hidupmu seberat itu" Semi mengucapkan semua itu dengan suara semakin bergetar.

"Lalu kau mulai mengajakku untuk tinggal bersamamu saat kuliah, kau tahu? Ibu dan ayahku selalu berpesan jika aku tak boleh membiarkanmu untuk terluka sedikitpun. Perlahan-lahan kau mulai menampakkan kepribadianmu, kau munculkan seluruh warna di hidupmu, seluruh kebaikanmu padaku pada semua orang yang berada di dekatmu. Aku terpukau dengan semua pencapaian mu selama ini, kau juga mengorbankan semua yang kau punya untuk kita bertiga, walaupun dengan banyak hal yang menimpamu,tapi semesta mendukung keberhasilanmu. Meski menyangkut hati aku paham kau tidak seberuntung orang lain, tapi sejauh ini kau terlihat sangat kuat. Jangan menangis shin chaekyung, itu menyakitiku. Eoh?" semi tak kuasa menahan tangisnya.

Ucapan Semi berhasil membuat Chaekyung tersentak. Dadanya terasa seperti di remas mendengar penuturan semi, juga ketika mendengar suara semi bergetar. Chaekyung telah menyakiti sahabatnya. Orang yang selalu berada di dekatnya, orang yang selalu bahagia melihat pencapaian-pencapaian hidup chaekyung, orang yang selalu lebih tersakiti jika chaekyung terluka. Saat semua orang meninggalkannya, hanya orang ini yang berada di sisinnya.

Chaekyung memeluk semi , mendekap erat sahabatnya "Maaf, maafkan aku semi-ya" ucap chaekyung lirih.
Kedua wanita itu menangis. Rasa sesak di dalam dada perlahan mereka perlahan memudar, seolah semua sesak itu dikeluarkan mealui air mata dan dekapan hangat.

"Apa kau ingin pergi ? Tidak, ayo kita pergi Shin Chaekyung. Bukankah dulu mimpimu adalah mengunjungi tempat-tempat indah yang ada di belahan bumi ini, kau mengatakan itu semua padaku dan Yoongi hyung. Jika Yoongi hyung tidak bisa membawamu kesana, biar aku dan Semi yang melakukannya. Ayo pergi" Minjae memandang

Ucapan Minjae membuat chaekyung tertegun. Iya, dia ingat dia pernah mengatakan salah satu mimpinya adalah ingin pergi ke semua tempat indah yang ada di seluruh belahan bumi. Dan saat itu Yoongi yang mengatakan jika dia sudah sukses, pria itu berjanji akan mengajak Chaekyung pergi ke tempat-tempat itu.
Chaekyung kemudian menghapus air matanya sendiri. Kemudian membalikan tubuhnya kearah Minjae, menatapnya.

"Ayo pergi" ucapnya seraya tersenyum

-***-

Jangan lupa vote yaaaa 💜
Terimakasih yang mau nyempetin baca

PromiseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang