In the morning 🌞
"Bang.. bangun udah siang". Entah telah berapa ribu cara Ara membangun kan abngnya itu.
"Emmm".
"Aish.. yakk malingggg bang ada malingggg". Teriak Ara..
"Yayayaya mana". Dengan sigap Jimin bangun dan memasang kuda-kuda nya.
"Tidak ada, bangunlah". Kekeh Ara.
"Ishh kau ini". Tabok Ara.
"Ih sakit tau, kmn oppa?".
"Entah". Jimin pun kembali berbaring dan memejamkan mata.
"Ih jangan tidur lg". Mencubit perut nya.
"Arghh sakit eoh, baiklah baiklah. Eohh kook kau dimana". Jimin yg baru sadar pun celangak celinguk.
"Haish carilah di luar". Beranjak Ara ingin keluar.
"emm, jgn keluar dulu aku mau mandi". Jimin menahannya , karena ia takut diluar masih tidak aman.
"Hem yasudah, ah bajumu".
"Sudh ada dikamar mandi". Dia pun bergegas mandi.
"Huftt segar dek ngk mandi?".
"Nanti saja".
"Baiklah ayo turun".
"Huum". Mereka pun turun, tpi Ara masih sayup-sayup memejamkan mata nya.
"Bangun lah eoh mandi sana kau bau". Kekeh nya dan jalan ke luar menemui ahjusi.
"Biarin". Ara pun memutuskan untuk menonton tv.
"Ahjussi apa kau lihat jk?".
"Oh tuan jungkook sudah pulang tuan dri tadi pagi, katanya mau menjemput nona Lisa".
"Aihh baiklah terimakasih". Jimin pun kembali kedalam dan menghampiri Ara.
"Umm". Mengantuk.
"Yakk bangun ihh jgn tdr lagi". Menoel2 pipi Ara.
"Ihh iyaiya, masak ya adek mau mandi hihi sayang Abang". Kabur ke atas.
"Abang lihatlah oppa maneruh pistol nya di kamar mandi". Ara yg selesai mandi pun turun hampiri abngnya sembari memberikan pistol nya.
"Ehh astaga dasar bayi sini berikan kepada ku"
"Ah biarkan aku memegang nya dlu nee". Ara yg keras kepala memainkan pistol dengan ceroboh.
"Yayaya hati-hati lah itu pistol sungguhan bukan mainan. Baik lah makanan sudh jadi". Menata makanan di meja.
"Siapa bilang ini mainan".
/Dorrr🍷🔫
"Yaaakkkkkkk". Kaget bukan main ara saat pistol nya tak sengaja menembak dan terkena gelas.
"Astaga, ishh sudah-sudah sini berikan kepada ku. Kau tau ini berbahaya eoh". Jimin yg jga kaget pun langsung mengambil pistol itu dari tangan adik nya yg ngeyel.
"A-aku tau". Ara yg masih syok langsung mengambil makanannya dan makan.
"Nih minum lah". Mereka terlahir selesai makan dan saatnya minum obat masing-masing.
"Ah anu ini apa, aku harus mengambil sesuatu dulu". Ara pun kabur keluar.
"Yakk mau kemana eoh". Jimin mengajar nya.
"Yayaya kemari lah kau harus meminum obat eoh".
"Anii ahjusi lindungi aku dari monster obat ini".
"Ck ihh kemari kau, minum obat atau". Smirk Jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kesayangan
JugendliteraturIkut eomma dan appa ke Jepang ku fikir sangat menyenangkan, ternyata kenyataan nya sangat berbeda. Sebuah pelangi yg ku impikan disana ternyata malah awan hitam yg ku dapatkan. Bahkan disaat ku kira bersatu kembali dengan abang awan itu hilang, tpi...
