Byur...
3 orang gadis itu menyiram seorang gadis yang sudah terduduk di lantai toilet dengan tampilan yang sudah acak acakan. Seorang gadis yang di ketahui ketuanya itu menyamakan posisinya dengan gadis yang tadi di siramnya itu.
" Makanya kalo lo gak mau gue bully jangan maen ngadu ke orang" ujar si ketua dengan senyuman smirk di akhir kalimatnya.
" A..aku...gak...bi..bilang sama .....siapa...pun kok...al.." jawab si korban gemetar kedinginan karena semua bajunya basah.
" Lo pikir gue bisa lo bego begoin apa?!"
"Be...bener...al"
"Terus kenapa Daffin bisa tau kalo pelakunya gue?" tanyanya santai.
"Ak...aku...gak...tau" jawabnya
mulai ketakutan.
"Woy Bin gue kasih tau sama lo, bego tuh jangan di pelihara gak baik buat kesehatan mental sama badan lo" ucap nya masih santai. Dua gadis yang masih berdiri itu tertawa mendengar ucapan temannya barusan.
"Kalo lo masih tetep bego, gue kan jadi trus pengen main sama lo" ucapnya terkekeh. gadis itu kemudian berdiri, menyamakan posisinya dengan kedua temannya.
"Lo harus inget, kalo lo masih gede mulut, gue bisa berlaku lebih kejam dari ini. Siapa tau entar gue jahit mulut sok manis lo itu"
"Oh iya lo harus sadar diri Binar ku sayang, lo itu gak selevel sama Daffin. Jauhin dia bego" lanjutnya lalu meninggalkan gadis yang bernama Binar itu sendirian di toilet.
Penasaran dengan si ketua bully tadi? Mau ku beri tahu?
Ya gadis bersurai panjang itu bernama Alisha Brinna Narendra. Putri satu satunya keluarga Narendra. Gadis cantik dengan wajah angkuh itu pentolan tukang bully di SMA Nusa bangsa ini. Hampir setiap hari ia mengganggu orang orang yang membuat suasana hatinya buruk.
Alisha mempunyai saudara laki laki sekaligus kembaran yang sama sama sekolah di Sma Nusa. Pemuda dingin berprestasi yang bernama Avaro Barra Narendra. Walaupun ia kadang suka berkelahi, tak dapat di pungkiri kalau ia Pemuda pintar dan tampan incaran kaum hawa. Reputasinya sangat bertolak belakang dengan sang kembaran.
Daffin, pemuda yang dibicarakannya tadi adalah sang ketua basket incarannya, sekaligus teman dari pemuda bernama avaro itu.
Alisha dulunya anak yang manis dan ceria, selalu tersenyum dan baik hati. Hubungan dengan kembarannya pun sangat baik. Mereka selalu bersama saat kecil. Hingga suatu kejadian itu menimpanya.
Berbeda dengan kembarannya yang pintar dalam akademik, Alisha cenderung menggunakan otak kanan nya. Ketertarikannya akan seni sangat lah besar bahkan ia bercita cita ingin menjadi pianis. Namun sayangnya hal itu di larang oleh sang ibu, ia mengatakan bahwa tak ada cita cita seperti itu, sebaiknya dia belajar sungguh sungguh dan menjadi dokter, hakim atau pebisnis seperti ayahnya.
Alisha yang waktu itu masih berusia 11 tahun itu merasa sakit hati atas ucapan ibunya tapi ia tak bisa apa apa dan hanya menuruti ucapan sang ibu selagi masih memperbolehkannya belajar piano. Setiap harinya gadis kecil itu serasa tercekik, Karena dia berbeda dengan Avaro yang sudah terlahir pintar membuatnya selalu di banding bandingkan oleh sang ibu.
"Mah Alisha boleh kan ikutan lomba piano?"
"Jangan lakuin hal hal gak berguna Alisha, liat saudara kamu dia udah bikin keluarga bangga dengan menjadi juara pertama olimpiade. Sedangkan kamu? Apa yang mau mamah banggain dari kamu"
"Mah dari dulu Alisha itu udah beda sama Abar, Alisha cenderung di bidang seni mah." Jelas si anak berusaha menahan sesak di hatinya.
"Apa yang mau kamu banggain dari seni Alisha, kamu mau jadi apa nanti kalo terus terusan berada di sana" marah si ibu.
KAMU SEDANG MEMBACA
I AM NOT HER (end)
Fiksi UmumOlivia Brown nama yang di sandang gadis berkebangsaan Inggris tersebut. Gadis yang mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju tempat les pianonya. Si sempurna milik keluarga Brown itu tiba tiba masuk ke dalam tubuh milik Alisha brinna Narendra. P...
