Tahun ini usia gadis itu menginjak usia 10. Gadis bermuka seperti orang eurasia ini kurang lebih sudah 10 tahun berada di panti asuhan cinta kasih. Kepala panti menemukan dia di depan rumahnya saat si gadis masih bayi. Siapa yang tega membuang bayi cantik seperti dia.
Namanya Anika Olivia si gadis Cantik, pintar dan pandai bergaul, itulah daya tarik yang dimilikinya. Dan jangan lupakan kalau dia juga ceria dan baik hati. Hampir semua donatur panti yang berkunjung tertarik pada gadis itu. Begitu pula dengan pasangan suami istri ini.
Sepasang suami istri yang ingin mempunyai anak ini terpikat dengan pesona gadis itu. Alhasil mereka akhirnya mengadopsi si gadis.
Si suami bernama Christoper Brown, lelaki berkebangsaan inggris dengan usia di akhir tiga puluhan. Walaupun usianya tak muda wajahnya tetap tampan dan masih kencang. Dia anak Sulung dari keluarga Brown, Lelaki yang bisnisnya sedang naik daun di tiga tahun terakhir. Istrinya bernama Radella danita. Perempuan berdarah Jawa yang menetap di Inggris karena mengikuti sang suami. Usianya terpaut tak jauh dengan sang suami, tahun ini dia berada di pertengahan tiga puluh. Wanita yang berprofesi sebagai pengacara ini memiliki paras cantik dan elegan. Anika sangat senang akhirnya dia mempunyai orang tua, namanya pun berubah menjadi Olivia Brown. Ya dia sudah memiliki nama keluarga dari sang ayah.
Gadis itu mengikuti sang orang tua tinggal di Inggris. Seiring namanya berubah nama panggilannya pun berubah menjadi Olivia. Mereka sangat baik kepada Olivia, menyayanginya seperti dia anak kandung mereka. Namun, itu tak bertahan lama, semua kasih sayang yang di dapatnya tak permanen. Setelah usianya menginjak 12 tahun akhirnya sepasang suami istri itu mempunyai anak darah dagingnya sendiri.
Sampai sepasang suami istri itu mempunyai anak perempuan yang di beri nama Nicole Brown. Usianya kini memasuki 3 bulan. Karena terlalu sibuk mengurusi anak kandungnya sendiri alhasil mereka menjadi lupa kalau mereka juga masih memiliki seorang putri yang mereka angkat 2 tahun yang lalu.
" Ma, liat Oliv dapat piala" ucap si sulung riang. Memamerkan piala yang dia peroleh saat mengikuti lomba matematika di sekolah.
" Hmm" ujar sang ibu yang masih fokus dengan map map di mejanya. jawaban datar ibunya tersebut membuat ekspresi si anak berubah murung.
" Ma, Oliv dapat juara 1 lomba matematika ma" ulang si anak lagi ingin mendapat perhatian dari si ibu.
" Hmm... bagus" jawaban Radella terdengar saat tak tertarik dengan ucapan Olivia barusan.
"Denger Olivia kamu itu sekarang keluarga Brown. Jangan sampai kamu memalukan nama belakang kamu itu. Tetap berprestasi di sekolah dan jangan buat onar" ujar ibunya yang kini sudah memandang Olivia.
Gadis itu mematung tak menjawab ucapan ibunya.
" Olivia jangan mengganggu mama, kamu cukup letakkan pialamu dan kembali belajar. Jangan buang waktu untuk hal-hal tak berguna. Kamu cukup jadi gadis cantik, berprestasi dan elegan milik keluarga Brown. Jadilah gadis yang sempurna untuk keluarga ini."
"Ba..baik ma" jawab Olivia gugup. Dadanya terasa sakit mendengar ucapan ibunya barusan.
" Kalau begitu kembali ke kamar, bersihkan dirimu sebentar lagi kamu akan menghadiri les piano"
" Pi.. ano? Tapi ma Oliv gak suka bermusik" cicitnya
" OLIVIA KAMU TIDAK MENGERTI UCAPAN MAMA BARUSAN? SUDAH MAMA BILANG KALAU KAMU HARUS MENJADI GADIS SEMPURNA UNTUK KELUARGA INI" bentak ibunya.
"Baik ma" Olivia lalu beranjak meninggalkan ibunya.
" Kamu harus tahu Olivia, alasan kami mengambilmu dari panti asuhan bukan hanya karena tertarik padamu tapi juga untuk membuat keluarga sempurna." Perkataan ibunya barusan berhasil menghentikan langkahnya. Pikiran-pikiran buruk mulai bermunculan di kepalanya. Apa setelah dirinya tak berguna orang tuanya akan membuangnya?
" Tunggu apa lagi, cepat kembali ke kamarmu"
" Ya" jawabnya singkat. Kali ini Olivia berhasil keluar dari ruangan yang membuatnya sulit bernafas itu.
Tak butuh waktu lama otak pintarnya ini mencerna ucapan sang ibu, Ia akhirnya tahu alasan kenapa orang tuanya tiba-tiba tak memedulikannya, selain karena adiknya yang baru lahir ternyata dari awal dia hanya akan di jadikan sampul kesempurnaan dari keluarga Brown. Ia sadar bahwa dari awal semua kasih sayang itu hanya tipuan dan harapannya semata.
Setelah kejadian itu, hari harinya terus berjalan membosankan. Sekolah, belajar, menjadi siswa berprestasi, mengikuti les pendidikan dan les piano. Sebulan setelah kejadian itu ibunya mendaftarkannya di les celo. Bahkan kali ini ibunya berencana mendaftarkannya mengikuti les melukis. Semuanya ia jalankan tanpa menolak ataupun mengeluh karena Olivia takut kalau dia menolak ucapan ibunya dia akan kembali di buang. Cukup sekali saja saat orang tua kandungnya membuangnya tidak untuk yang kedua kali.
Usahanya membuahkan hasil. Setelah sekian lama berusaha akhirnya dia menjadi gadis yang diinginkan ibunya. Gadis sempurna milik keluarga Brown. Usianya kini 17 tahun, cantik, pintar dan berbakat. Namanya kini sudah terkenal di kalangan rekan-rekan orang tuanya. Namun yang menyedihkannya ketenarannya ini tak berdampak baik bagi dirinya. Kini dia selalu mengonsumsi obat berwarna putih yang di beri nama alprazolam. Ya dia pengidap depresi. Gangguan cemas dan serangan panik dari depresinya berakhir membuat dia mengkonsumsi obat tersebut. Ketakutannya akan di buang membawanya menjadi seperti ini.
Tak hanya itu olivia juga mengkonsumsi Zolpidem. Karena kebiasaannya begadang membuatnya kesulitan untuk tidur normal. Juga saat mimpi buruk melandanya di tengah malam yang membuat dia harus mengkonsumsi 2 jenis obat yang berbeda itu sekaligus.
Sore ini jadwalnya untuk mengikuti les pianonya. Dia memilih menggunakan taksi karena supir pribadinya terjebak macet. Setelah 30 menit perjalanan, ia melihat dari jauh mobil yang melaju dari arah berlawanan itu melaju tak terkendali. Semakin dekat dan semakin dekat tiba tiba mobil tersebut menuju ke arahnya. Jangan bilang_
BRAKK...
Mobil itu menghantam taksi yang di tumpangi Olivia Sekitar 4 mobil di belakangnya dan mobil tadi saling menghantam satu sama lain dan kecelakaan beruntun pun terjadi.
19 November pukul 15.36 Olivia menjadi salah satu dari korban kecelakaan beruntun tersebut. Ia menyesal kenapa tadi ia memilih naik taksi dari pada menunggu mobil jemputannya.
Beberapa hari setelah kejadian itu, Olivia masih saja belum sadar, benturan di kepalanya sangat fatal yang menyebabkannya mati otak sehingga dokter menyatakan kalau Olivia mengalami koma harapan hidupnya kurang dari 20% hanya keajaiban yang dapat membangunkannya. Berita tersebut menjadi pukulan terbesar bagi keluarga Brown, apa lagi sang ibu. Radella tak bisa berhenti menangis saat menatap tubuh ringkih sang anak. Dia menyayangi Olivia sebenarnya, anak gadis yang dulu dia damba dambakan. Namun karena keegoisannya semata ia tega menelantarkan anak kesayangannya. Radella terlalu sibuk mengurusi buah hatinya yang baru lahir sampai lupa dengan Olivia. Ia hanya takut terjadi apa apa dengan Nicole, karena ia baru pertama kali mengurus bayi.
Sang ayah pun, tuan Brown sama terpukulnya dengan Radella. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai sampai ia tak memperhatikan putri sulungnya. Saat melihat Olivia dengan selang pernapasannya ia baru sadar kalau putri kecilnya dulu sudah sebesar ini. Ia melewatkan proses pertumbuhan si sulung.
Setelah 2 minggu koma, Olivia dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 3 Desember pukul 17.54 setelah mengalami henti jantung yang kedua kalinya. Gadis itu memilih menyerah membuat goresan luka di hati orang tuanya, membuat sang orang tua menyesal selamanya.
Tanpa ada yang tahu bahwa ada hal di luar nalar yang membawa Olivia memasuki tubuh seorang gadis Indonesia bernama Alisha Brinna. Dan kisah hidupnya dimulai kembali. Apa dia akan mendapat kebahagiaannya atau hanya luka lagi yang dia dapat.
KAMU SEDANG MEMBACA
I AM NOT HER (end)
Ficțiune generalăOlivia Brown nama yang di sandang gadis berkebangsaan Inggris tersebut. Gadis yang mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju tempat les pianonya. Si sempurna milik keluarga Brown itu tiba tiba masuk ke dalam tubuh milik Alisha brinna Narendra. P...
