HALO GENGS.
- HAPPY READING -
" Sekar! " Panggil seseorang membuat Sekar menoleh kebelakang.
" Alle! astaga lo kemana aja sih ha? gue tungguin juga. "
Alle mengatur napas nya yang ngos-ngosan akibat berlarian mengejar Sekar, " Duh maapin, gue tadi nganterin Buna gue dulu ada acara. "
" Lagian ini acara mendadak banget sih, aelah. " Ujar nya menggerutu kesal.
" Sabar bundd, ini ujian. " Ujar Sekar menenangkan.
" Yaudah yuk masuk. "
Setelah hampir kurang lebih 2 jam acara berlangsung, Alle menghembuskan napas lega nya akhirnya acara selesai dan dirinya bisa pulang serta bisa beristirahat. Sungguh, hari ini benar-benar melelahkan, batinnya.
" Huhh, cape banget gue kar. "
" Ya sama lah. "
" Gue langsung gas lanjut pulang aja ya, gue duluan. " Pamit Alle pada Sekar.
Sekar mengangguk, " Nah iya dah, hati-hati ya! sampe rumah kabarin. " Alle mengacungkan jempolnya.
Suasana sore ditambah jalanan yang diguyur hujan, menambah kesan tersendiri bagi Alle. Dirinya sangat suka suasana saat hujan, tapi tidak dengan petir. Setiap hujan turun, ia selalu berdoa dalam hati, ' Cukup hujan, tidak usah petir. ' Selalu begitu. Karna petir yang membawa pergi seorang laki-laki di masa kecilnya.
Flashback.
" Nih, buat kamu. " Ujar anak laki-laki menyerah kan dua pasang gelang couple berwarna hitam dengan tambahan paduan seperti logo boomerang kepada Alle.
" Ini yang satu aku, satu kamu. Di pake ya. "
" Nanti kita ketemu lagi! daa" Anak laki-laki tersebut pergi dengan melambaikan tangan ke arah Alle.
Hujan turun dengan derasnya saat itu, disertai petir yang cukup keras. Alle menatap dari dalam rumah melalui kaca jendela kamarnya.
" Kenapa sayang? " Tanya Buna nya, Nana.
" Alle pengen main sama kak Shaka Bun. " Lirihnya.
" Shaka? siapa itu nak? " Tanya Nana bingung.
" Kakak baik yang ngasih gelang ini ke Alle. " Ujar nya lirih sembari menunjukkan gelang yang ia pakai di pergelangan tangan sebelah kanannya.
" Kenapa? " Sahut Raka dari luar.
" Ini katanya Alle pengen main sama Shaka, mas tau Shaka siapa? "
Raka menatap Alle, " Kakak cowo tadi Pah. "
" Oh, itu kaya nya cucu nya Nek Rumi sayang. Tadi dia ga sengaja kenain bola di kaki Alle. "
Alle melengkungkan bibirnya lalu menunduk dan menatap kearah luar lagi, terlihat sebuah mobil berwarna silver keluar dari halaman rumah yang berada di seberang rumah Raka dan Nana.
" Itu mobil siapa? " Tanya Alle dengan nada panik.
" Tenang sayang, nanti kita kesana cari kakak Shaka nya ya? "
" Sekarang Pah! "
" Masih hujan sayang. " Alle kembali melengkungkan bibirnya.
" Iya kesana sekarang. " Final Raka dan akhirnya mengambil payung dan menggendong Alle menuju rumah Nek Rumi.
Sesampainya, Raka menaruh payung dan mengetuk pintu rumah Nek Rumi.
Nek Rumi membuka pintu dan sedikit terkejut dengan kedatangan Raka dan Alle, " Nak Raka, Alle kenapa? ada yang bisa nenek bantu? "
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT ALLE'S
Teenfikcesequell-' " Izinkan saya menjadikan kamu sebagai kekasih saya, namun bukan sebagai kekasih haram melainkan kekasih halal saya. " Ini seperti perjodohan, namun bukan perjodohan. #4-asmara #2-couplegoals #2-perjodohan ...
